
Tempat Ijab Kabul
Perjalanan cinta yang suci bukan hanya sekedar mainan atau napsu belaka, tapi mereka menjalan kasih ingin menyempurnakan ibadahnya kepada Allah SWT.
Prosesi dimana mereka harus melepaskan statusnya lajang menjadi menikah, Ayah melepas putri tercinta dan menyerahkan pada pria pilihan hatinya.
Ibu harus rela melepas putri kesayangannya bersama keluarga barunya. Menjadi seorang Ibu seperti dirinya.
#Kediaman rumah Sinta.
Setelah acara pengajian selesai Sinta dan kedua orangtuanya berangkat ke hotel dimana acara besok di laksanakan. Zahwa, Arin, dan Susi mereka bertiga juga ikut ke hotel.
Sinta sudah memesan kamar untuk dirinya dan para sahabatnya. Mereka tidur dalam satu kamar yang berisi dua ranjang.
Acara ijab Kabul dilaksanakan di dalam hotel, sedangkan untuk acara resepsi akan di adakan di luar hotel, mereka berdua memilih tema outdoor supaya lebih leluasa, karena kebanyakan teman mereka dari kalangan anak muda.
Sinta tidur satu ranjang sama Zahwa.
"Zah, kamu sudah tidur?" tanya Sinta.
"Kenapa, apa kamu butuh sesuatu?" Zahwa balik bertanya.
__ADS_1
"Tidak, aku hanya tidak bisa tidur," ujar Sinta.
"Istirahatlah, kamu butuh tenaga buat acara besok!" jelas Zahwa.
"Iya, Zah. Tapi aku tidak bisa tidur," ucap Sinta.
"Tenangkan pikiran kamu." Zahwa menoleh kearah arah Sinta, ia pun berkata. " Besok, kamu akan jadi ratu sehari dan itu butuh tenaga yang ekstra, kalau kamu sakit gimana besok acaranya gak mungkin kan aku yang gantiin kamu jadi ratu."
"Memangnya kamu mau nikah dua kali, haha. Gue nggak kebayang kalau kamu gantiin aku." Sinta tertawa kecil, dia ngebayangin gimana jadinya kalau Zahwa gantiin dia jadi ratu sehari bakalan heboh dan viral seketika, haha.
Setelah obrolan mereka yang ngalur ngidul akhirnya Zahwa dan Sinta terlelap juga.
* Azan subuh berkumandang, Zahwa, Arin, Sinta dan Susi bangun dari tidurnya, mereka berempat bergantian untuk melaksanakan sholat subuh.
MUA mulai memoleskan make up di wajah Sinta, satu jam berlalu Sinta sudah selesai.
Sekarang giliran para dayang yang akan mengiringi pengantin.
Gaun yang di gunakan Sinta untuk akad nikah.
Gaun putih melambangkan kesucian, sesuai dengan acaranya ijab kabul, janji suci yang akan mereka laksanakan, mereka ucapkan.
__ADS_1
Setelah selesai berganti gaun kebaya warna putih dengan ukuran yang pas di tubuhnya, Sinta terlihat begitu cantik dan anggun. Pasti nanti saat Raka melihatnya ia pasti tak akan mengenalinya.
Sinta duduk di kursi yang berada di kamar rias, sambil menunggu dayang-dayangnya Sinta memainkan ponselnya. Perasaan gugup, jantungnya berdetak dengan kecepatan tinggi seperti mobil yang melaju di jalan tol.
Sinta mengotak-atik ponselnya tapi tetap saja tidak bisa mengurangi rasa gugupnya. Susi yang sudah selesai di rias dan berganti pakaian yang telah di sediakan, dia menghampiri Sinta.
"Kenapa, wajahnya gelisah begitu?" tanya Susi.
"Aku, gugup banget Sus," jawab Sinta.
"Tarik nafas keluarkan perlahan, bismillah mudah-mudahan semuanya lancar tak ada halangan apapun." Susi berusaha menenangkan Sinta.
"Kamu cantik banget hari ini, pasti Raka akan pangling liat istrinya," imbuh Susi.
"Kamu biasa saja," balas Sinta.
Detik-detik sebentar lagi Sinta akan merubah statusnya dari lajang menjadi menikah, perawan menjadi istri orang.
... ******************** ...
Ayo, jangan lupa datang ke acara pernikahan Sinta dan Raka. Eits ... kalau datang jangan lupa bawa angpao kalau tidak bawa angpao. Dilarang Masuk. hehe.
Jangan lupa like dan vote ya kakak.
__ADS_1