Sie Culun Cintaku

Sie Culun Cintaku
Part 127 Kumpul Bersama


__ADS_3

Setiap makhluk hidup membutuhkan orang lain, jangan pernah sombong dengan apa yang kamu miliki, jangan merasa bisa sendiri karena sesungguhnya kita akan membutuhkan bantuan orang lain.


Kita sakit butuh dokter tidak mungkin kita obati sendiri, kita mati butuh orang lain nggak mungkin kan kamu mati ngubur sendiri.


****


Hari ini jadwal masuk kuliah. Zahwa dan Fathul sudah sampai di kampus, Zahwa berada di taman menunggu teman-temannya datang sambil membaca buku, sedangkan Fathul berada di perpustakaan.


"Hai, boleh duduk?" tanya seorang lelaki yang menghampiri Zahwa.


Zahwa mengangguk. Pria itu pun duduk disamping Zahwa. "Kamu suka baca buku?" tanyanya lagi.


Zahwa mengangguk kembali sebagai jawaban tanpa menoleh seseorang yang berada disampingnya.


"Apa kamu bisu, kenapa setiap aku tanya kamu hanya mengangguk dan menggelengkan kepala," ucap seseorang tersebut.


Saat Zahwa ingin menjawab ucapan seseorang tersebut temannya datang menghampiri.


"Zahwa," panggil Noni saat berada di depan Zahwa.


"Hai, duduklah!" Zahwa menyuruh Noni untuk duduk di sampingnya, tapi saat mau duduk Noni bingung masa dia harus duduk di tengah-tengah antara Zahwa dan pria tersebut.


"Kak Azril maaf boleh Noni duduk disini?" tanya Noni sambil menunjuk disamping Zahwa, Noni tak enak hati jika langsung duduk ditengah-tengah mereka.


"Silakan!" balas Azril. Setelah mendapat persetujuan dari Azri. Noni duduk disamping Zahwa.


Azril adalah Kakak senior Zahwa. Cowok populer bukan hanya wajahnya yang tampan tapi karena keramahan dia dan sikapnya baik hati sopan santun membuat para perempuan jatuh hati padannya.


"Kamu sendirian saja Zah?"tanya Noni.


"Iya, mereka belum pada datang,"jawab Zahwa.


Setelah kedatangan Noni, Azril memilih untuk pergi karena dia seperti orang ketiga diantara mereka.


"Zah, nanti malam kamu punya acara tidak?" Noni kembali bertanya.


"Seperti tidak, memang ada apa Non?" Zahwa bertanya balik.


"Aku ingin mengundang kamu sama yang lain untuk datang di Cafe Lily," ucap Noni.


"Insya'Allah, aku akan datang, nanti aku bilangin yang lain juga," balas Zahwa.

__ADS_1


Noni yang penasaran dengan adanya Azril di samping Zahwa ia pun mencoba bertanya pada Zahwa, karena yang dia tahu Kak Azril itu orang yang sangat susah untuk di dekati.


"Zah, tadi Kak Azril ngapain di sini?"tanya Noni.


"Entah." Zahwa menaikkan kedua bahunya, dia saja bingung tiba-tiba Azril ada di sampingnya, tadi Zahwa sengaja cuek terhadap Azril karena dia tidak mau terjadi kesalah pahaman antara dia dan suaminya.


"Zahwa," teriak Sinta, Arin, dan Susi baru datang, setelah memarkirkan mobi mereka berjalan menuju ruangan tapi tanpa sengaja Arin melihat keberadaan Zahwa, mereka pun langsung menghampiri Zahwa yang duduk dibangku taman bersama Noni.


"Kalian itu kebiasaan suka sekali teriak-teriak aku itu tidak bolot," omel Zahwa.


"Hehe, maaf Zah," balas Sinta.


"Nih kenalin dia namanya Noni," ucap Zahwa memperkenalkan Noni pada pasukan Zhasus.


Noni mengulurkan tangannya menyalami ketiga sahabat Zahwa secara bergantian. Sinta, Arin, dan Susi dengan senang hati menerima uluran tangan Noni.


"Oh, iya, nanti malam Noni ngundang kita untuk hadir di Cafe Lily dalam rangka acara makan-makan." Zahwa memberitahu teman-temannya.


"Siap, insya'Allah kita pasti datang," sambung Sinta.


Karena sudah waktunya masuk, jadi mereka beranjak dari duduknya berjalan menuju ruangan mereka.


"Biasa yuk!" ucap Arin.


"Ngapain?" tanya Fathan.


"Makan siang bareng di cafe depan,"imbuh arin.


"Ayolah!" sambung Sinta dengan semangat.


"Eh, gimana kalau kita ajakin Noni sekalian biar terbiasa dengan kita," usul Sinta.


"Boleh juga tuh," balas Susi.


"Baiklah, aku hubungi dia dulu." Zahwa mengambil ponselnya yang berada didalam tasnya, setelah berhasil mengambil ponsel ia pun langsung mengirim pesan ke Noni.


"Gimana, Zah?" tanya Arin.


"Ok, kata d ia nanti nyusul, dia baru selesai kelas," jawab Zahwa.


Noni memang satu kampus dengan Zahwa tapi dia beda jurusan.

__ADS_1


Zahwa dan para sahabatnya berjalan lebih dahulu ke cafe. Mereka sudah menjadi kebiasaan mereka sebelum pulang sekolah mampir dahulu di cafe depan kampus. Sebenarnya bukan hanya sekedar makan lebih ke ngumpul dan ngobrol bareng karena kalau tidak masuk kuliah mereka jarang sekali ketemu sibuk dengan kehidupan masing-masing.


Sampai di cafe biasa mereka memilih duduk di lesehan paling ujung. Tak lama Noni pun datang masuk ke dalam cafe mencari keberadaan Zahwa dan para sahabatnya. Arin yang melihat kedatangan noni, dia pun melambaikan tangannya. "Sini!" ucap Arin.


Noni pun menghampiri dimana para sahabatnya duduk. "Maaf ya," ujar Noni duduk di samping Susi.


"Tak apa santai saja, kita juga baru sampai," balas Zahwa.


"Karena sudah kumpul semua kita pesan makana sekarang?" tanya Arin.


"Iya," jawab semuanya.


Arin mulai mencatat satu persatu pesanan para sahabatnya dikertas yang telah disediakan. Setelah semua sudah tertulis Arin memberikan kertas itu pada salah satu pegawai cafe.


Sambil menunggu pesanan datang, mereka berbincanng-bincang tentang pelajaran mereka, sesekali juga bercanda salah satu dari mereka menceritakan kejadian lucu yang membuat mereka tertawa bersama.


Noni yang baru bergabung bersama mereka langsung akrab karena memang para sahabatnya itu orang yang asyik diajak ngobrol bareng.


Karena cafe lumayan ramai pengunjung jadi harus sabar menunggu. Dua puluh menit berlalu kini pesanan mereka datang, berbagai macam menu yang mereka pesan. Setelah semua menu berada di meja mereka dengan senang hati langsung menyantap makanannya sampai habis tak tersisa.


"Alhamdulillah, masih beri nikmat sama Allah makan sampai kenyang," ucap Fathan setelah selesai makan


*Jadilah orang yang selalu bersyukur dengan apa yang Allah berikan. Jangan terus mengeluh karena Allah tidak memberi apa yang kamu inginkan. Bukan Allah tidak memberikan apa yang kamu harapkan, tapi Allah akan memberikan sesuai apa yang kamu butuhkan.


Setelah semua selesai makan biasa mereka mengeluarkan dolaran dari dompet masing-masing, Arin bagian ngumpulin uang sesuai dengan jumlah yang harus dibayar.


"Sini aku saja yang bayarin sayang," ucap Radit. Arin pun memberikan uang itu pada Radit.


Semua berdiri dari duduknya berjalan keluar cafe menuju parkiran mengambil kendaraan mereka masing-masing.


Arin pulang bareng Radit, Zahwa bersama suami, Sinta sama Raka, Susi bawa mobil sendiri, Fathul bawa motor kesayangannya, karena Noni tidak bawa kendaraan jadi dia memutuskan pulang bareng Susi.


Sangat sulit ya mencari teman seperti mereka, meski baru kenal tapi mereka sangat baik, apalagi dengan penampilan Noni yang culun dan sangat sederhana.


***********************


Janganlah kalian hanya memandang seseorang dari luarnya saja, tanpa mengetahui siapa dann seperti apa dia.


Terima kasih setia pembaca cerita recehku.


Jangan lupa like dan vote ya kakak🥰🥰🥰🥰🥰🥰❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2