Sie Culun Cintaku

Sie Culun Cintaku
Part 91


__ADS_3

Raka dan Sinta.


Matahari mulai terbenam, tapi tidak membuat dua insan manusia beranjak dari duduknya, mereka masih setia menikmati suasana sore hari di pinggir pantai.


"Sin, boleh tidak kalau saya kerumah kamu bersama ke dua orang tuaku?"


"Untuk."


"Aku ingin hubungan kita lebih serius."


"Apa kamu sudah memikirkannya, aku tidak ingin kamu menyesal di kemudian hari." Nasehat Sinta.


"Aku sudah mengenalmu bukan hanya satu atau dua hari, aku mengenalmu sudah lebih dari tiga tahun, itu sudah membuatku yakin, kamu adalah perempuan yang baik, yang pantas untuk menjadi ibu bagi anak-anak ku," jelas Raka.


"Aku terserah kamu saja," balas Sinta.


"Kalau begitu nanti saya akan bilang Mama dan Papa terlebih dahulu, mudah-mudahan Minggu ini beliau bisa bersilaturahmi ke rumah kamu."


Tak terasa sudah hampir gelap, Raka dan Sinta beranjak dari duduknya. "Ayo kita pulang," ucap Raka.


Sinta menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Mereka berdua berjalan menuju parkiran, mengambil motor, kemudian Raka melajukan motornya menuju kerumah Sinta terlebih dahulu.


*


*


*


Zahwa dan Fathul.


Pasangan pasutri muda yang kini lagi di mabuk kasmaran, menikmati suasana malam hari di sebuah Cafe.


"Kamu mau pesan apa yank?" tanya Fathul.

__ADS_1


"Samain saja Kak."


"Zahwa," panggil seseorang dari belakang dengan menepuk pundak Zahwa.


"Astaghfirullah...Susi kebiasaan deh suka banget membuatku jantungan," kesal Zahwa.


"Hehehe, maaf Zah."


"Aku ikut gabung ya?" tanya Susi.


"Ganggu orang pacaran saja," celetuk Fathul.


"Tega banget Lo, thul sama gue," ucap Susi dengan muka melasnya.


"Mukanya nggak usah begitu juga kali, melas banget," ledek Zahwa.


"Kamu kesini sama siapa sin?" tanya Zahwa.


"Sendiri, aku bosen banget dirumah Zah, kalian tega banget sama aku, makan di Cafe nggak ngajak aku," keluh Susi.


"Hehehe, gue pada di tinggal kencan, kan gue jadi merasa sendiri tanpa kalian," Vita yang merasa kesepian, dari kemarin sudah ngajakin teman-temannya main, tapi tidak ada yang bisa, mereka pada sibuk dengan pasangannya masing-masing.


"Makanya buruan cari pasangan," nasihat Zahwa.


"Nyari pasangan kan tidak segampang membalikkan telapak tangan zah," Vita hanya ingin satu untuk selamanya.


"Iya, juga sih, sama si Fathan saja, tak perlu nyari yang jauh, kalau di depan mata sudah ada," jelas Zahwa.


"Zah, kamu yang benar saja, masa iya aku sama Fathan, itu tidak akan mungkin terjadi."


"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini Sus."


"Iya kalau itu aku juga tahu."


"Terus."

__ADS_1


"Ya...tahu ah, sudahlah jangan bahas itu."


Zahwa hanya tertawa kecil.


"Ini pesanannya kak, silahkan."


"Terima kasih mba."


"Lha aku tidak ada, masa cuma suruh liat kalian makan?!


"Ya sudah sana pesan," suruh Fathul.


"Asyik, di teraktir Fathul."


"Kata siapa?"


"Kataku barusan," balas Vita.


"Bayar sendiri," ujar Fathul.


"Kirain disuruh mesan mau di bayarin, ternyata tidak," lirih Vita.


"Hahaha, sudahlah jangan ngedumel terus, buruan pesan makanan," omel Zahwa.


"Baik Bu Bos." Vita pun langsung memesan makanan untuknya.


Tak lama pesanan Vita datang, mereka makan bersama.


Niat hati ingin kencan berdua dengan sang istri, Fathul hanya bisa pasrah menerima kenyataan, karena kedatangan Susi, al hasil mereka harus makan bertiga.


... **********************...


Jangan lupa like dan vote ya kakak.


Biar aku selalu semangat buat update.

__ADS_1


Terima kasih buat kalian semua yang sudah setia dengan cerita receh ku. lope buat kalian semua ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2