Sie Culun Cintaku

Sie Culun Cintaku
Part 103


__ADS_3

DiCafe CRF tempat nongkrong paling asik buat muda mudi.


Seperti halnya pasukan ZHASUS dan trio wek Wek. Setelah pulang kuliah mereka menuju Cafe CRF untuk mengisi perut karena sudah menunjukkan jam makan siang.


"Hari ini yang traktir Raka dan Sinta," ucap Fathan.


"Nggak ada kemarin kan kalian udah makan sepuasnya," balas Raka.


"Kapan?" mereka kompak.


"Waktu acara lamaran, hahaha." langsung saja dapat toyoran dari teman-temannya. Mana ada acara lamaran di samakan dengan makan di cafe.


"Itu beda Raka." teriak semua bersamaan.


Raka hanya cengengesan. "Anggap saja sama."


"Tidak bisa begitu, Sinta laki Lo pelit banget sih, jangan-jangan nanti Lo sama istri juga pelit," celetuk Susi.


"Kalau sama istri mah kagak, itu beda markonah."


"Tau ah, sudah ayo pesan makanan buruan, pokoknya Raka yang bayar, kalau nggak bayar paling nanti dia disuruh nyuci piring, barang-barangnya disita deh," ucap Susi.


"Tulis Rin pesanan kita."


"Shiap."


"Sayang bantuin aku dong." Raka merayu Sinta.


"Sudahlah turutin saja apa mau mereka sesekali." Sinta yang tidak berpihak kepada calon suaminya.


"Rayuan anda ternyata tidak berhasil, hahaha." Fathan ketawa melihat Raka yang bucin ke Sinta.


"Istri durhakim tidak mau belain suaminya."


"Gue mah istri Sholehah nanti, sekarang kan belum jadi istri," jawabnya enteng.


Raka semakin terpojokkan karena ulah teman-temannya, dia pun akhirnya pasrah.


"Jangan ngambek gitu." Sinta mulai membujuk Raka.

__ADS_1


"Nggak kok sayang."


"Ist...dasar bucin akut."


"Ngapa Lo ngiri bilang bang?"


"Kagak." Tegas Fathan.


"Makanan datang, kalian diamlah!" ujar Susi.


"Terima kasih mba."


"Sama-sama Kak."


Mereka semua makan sambil ngobrol bercanda tertawa bersama.


Persahabatan yang indah bukan.


Mereka seakan tak pernah ada beban.


Itulah indahnya persahabatan susah senang bersama.


"Kalian tahu tidak setelah gue pulang dari rumah Sinta apa yang terjadi pada diriku dirumah?" Susi ingin bercerita dengan taman-tamannya.


"Memangnya lo kenapa?" tanya Sinta.


"Gue, di ceramahin Emak."


"Apa hubungannya?"


"Ada begini ceritanya."


Cerita Susi.


Setelah acara selesai semua berpamitan pulang dia pun sama, Susi langsung pulang menuju rumah.


Sesampainya dirumah dia duduk bersama Mamanya yang sedang menyaksikan acara televisi.


"Kamu tadi dari mana Nak? tumben pakai pakaian resmi."

__ADS_1


"Habis dari rumah Sinta Ma, hari ini Sinta tunangan."


"Tunangan sama siapa?"


"Sama teman satu tongkrongan kita si Raka."


"Alhamdulillah, terus kamu kapan?"


"Nanti Ma, kalau sudah saatnya."


"Kapan saatnya?"


"Ya nanti pacar aja kagak punya segala tunangan."


"Makanya waktu itu mau mama kenalin sama temen anak Mama."


"Sekarang udah bukan jamannya Siti Nurbaya Ma, nggak ada perjodohan.


"Dari pada jomblo terus, pasti kamu doang yang jomblo."


"Masih ada yang lain Ma. Lagian Susi masih muda Ma, masih ingin mengejar mimpi.


"Setelah nikah juga bisa."


"Tapikan beda Ma, kalau sudah nikah."


"Sama saja, itu Zahwa sama Fathul, bentar lagi Susi."


"Mama bahasnya itu terus."


"Besok mama jodohin saja kamu sama anak temen Mama, harus mau kalau nggak mau Mama ambil semua fasilitas kamu."


"Terserah Mama sajalah, Susi capek mau istirahat."


Kemudian dia pergi meninggalkan Mamanya, berjalan dengan menghentakkan kakinya karena kesal.


Sampai di kamar Susi langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur. Karena sudah terlalu capek tak lama dia pun tertidur.


*

__ADS_1


*


Jangan lupa selalu like dan vote ya kakak.😘🥰🥰❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2