
Setelah pertemuannya dengan Raka membuat kepala pusing, aku cerita Zahwa tidak ya, mau bilang malu, tapi bingung nyari solusinya, batin Sinta.
Berhari-hari ia memikirkan tentang ucapan Raka. Kini tibalah hari yang menentukan antara mau nolak atau terima.
Sinta sudah rapih, tapi tak beranjak dari duduknya, sampai jam sudah menunjukkan pukul 19.30, berarti sudah lewat 30 menit, karena janjian dengan Raka pukul 19.00, ia masih saja betah dengan lamunannya.
Bismillah, mungkin aku kasih kesempatan saja dulu, ucapnya kemudian berjalan keluar kamar, sampai di lantai ia berlari menuju mobilnya.
"Sayang, kamu mau kemana? kenapa terburu-buru?" tanya Mommy, yang melihat Sinta berlari keluar rumah.
"Sinta, keluar sebentar Mom," jawabnya tanpa menoleh kearah Mommy nya.
Sinta, melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia takut Raka pulang.
15 menit Sinta sampai di Cafe CNT.
Ia langsung masuk mencari keberadaan Raka.
Sinta sedikit lega saat melihat Raka masih setia menunggunya, dengan langkah cepat ia menghampiri Raka. "Maaf"
Raka yang sedari tadi menundukkan kepalanya kerena ia pikir Sinta tak akan datang, saat mendengar ucapan seseorang yang ia kenal, dengan cepat ia mengangkat kepalanya menghadap ke depan, betapa bahagianya ia saat melihat siapa yang datang.
Sinta, duduk di depan Raka. "Maaf, membuat mu menunggu terlalu lama," ucapnya.
"Tak apa aku bahagia sekali kamu mau datang."
"Aku tidak sedang mimpi kan sin? tanya Raka.
"Tidak," Sinta mencubit tangan Raka.
"Au sakit," keluhnya, kemudian menggenggam tangan Sinta dan menciumi punggung tangan Sinta. "Terima kasih."
__ADS_1
"Apa kamu mau makan? tanya Raka.
"Tidak."
"Gimana kalau kita ke taman, apa kamu mau?"
Sinta hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Mereka keluar Cafe menuju parkiran.
Mobilku gimana? tanya Sinta.
"Biar nanti di antar sopirku," jawab Raka, tidak mungkin kan dia naik mobil terpisah.
Raka membukakan pintu untuk Sinta. "Terima kasih."
Setelah Sinta masuk, Raka juga masuk kedalam mobil. Hening itulah suasana didalam mobil.
Sinta, memilih menatap kearah jendela, sedangkan Raka fokus menyetir.
20 menit mereka sampai, Raka menepikan mobilnya. Kemudian ia turun, di ikuti Sinta dari pintu samping.
Raka mengulurkan tangannya, Sinta pun menyambut uluran tangan Raka.
Mereka berjalan memasuki Area taman, suasana yang ramai pengunjung paling banyak pemuda pemudi yang sedang pacaran.
"Apa, kamu sering kesini? tanya sinta.
"Tidak."
Mereka duduk di bangku depannya terdapat danau kecil, banyak anak kecil yang sedang bermain.
__ADS_1
Raka menarik kepala Sinta agar bersandar di bahunya.
"Terima kasih karena sudah bersedia memberikan kesempatan padaku untuk bersinggah di hatimu," ucap Raka.
"Aku, sungguh tak menyangka akan seperti ini," balas Sinta.
"Inilah takdir kita."
"Kenapa tadi kamu masih menungguku?" tanya sinta.
"Entahlah, aku hanya mengikuti kata hatiku yang begitu yakin kalau kamu akan datang."
"Apa yang membuatmu menerimaku, padahal kamu tahu siapa diriku."
"Aku juga tidak tahu, setiap orang pasti pernah mempunyai masa lalu, aku yakin kamu tidak akan menyakiti hatiku."
"Apa kamu tidak takut aku seperti dulu?"
Kalau aku melihat kamu seperti dulu, akan aku cincang kamu," balas Sinta.
"Ternyata kamu menakutkan sayang, percayalah aku tidak akan seperti dulu lagi," ucap Raka dengan mencubit gemas hidung Sinta.
#######
Itulah versi malam Minggu mereka.
Part ini khusus untuk mereka dulu ya.
Terima kasih yang sudah setia menunggu aku up.
Maaf kemarin tidak sempat up, lagi kurang sehat.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote nya ya kakak biar aku tambah semangat up nya.
Terima kasih semua. 🥰🥰🥰🥰❤️