
Acara Selesai.
Setelah semua sudah pulang, Zahwa dan yang lain membantu merapikan rumah, meskipun ada tiga asisten rumah tangga, tapi mereka tidak enak hati kalau hanya melihat.
Satu jam semua sudah bersih. Zahwa dan yang lain menyusul Susi ke dalam kamar.
"Kamu, ngapain senyum-senyum sendiri begitu Susi? awas nanti keblablasan," ujar Sinta.
"Cie, yang lagi bahagia," sambung Arin.
Mereka berempat langsung berpelukan. "Selamat ya Susi, mudah-mudahan lancar sampai hari H," ucap Zahwa, Arin, dan Sinta.
"Amin, terima kasih," balas Susi.
"Ternyata Kak Delon ganteng juga," celetuk Sinta, saat tadi di dapur Sinta dan Arin paling antusias melihat wajah Delon karena terlalu penasaran.
"Ingat Sinta sebentar lagi kamu bakalan nikah, nanti kalau macam-macam kamu bisa di gugat Raka," sindir Arin.
"Nikah saja belum, bagaimana mau di gugat." Sinta yang tak mengerti.
"Di gugat jadi calon istrinya," jelas Arin.
"Gampang tinggal cari yang lain saja, masih banyak yang lain, hehe." Dengan penuh percaya diri dia berkata.
"Sinta, sadar woi, omongan itu doa," omel Arin.
"Astaghfirullah, maafkanlah hambamu ini, aku hanya bercanda ya Allah," ucap Sinta sambil mengangkat kedua tangannya.
"Amin," jawab yang lain, setelah itu mereka tertawa bersama. Seru ya punya sahabat seperti mereka.
__ADS_1
Karena waktu sudah hampir malam, Zahwa dan yang lain pamit pulang. Zahwa merasa tidak enak hati sama suaminya jika terlalu lama di tinggal meskipun di apartemen dia tidak sendiri.
Dari awal di tinggal Zahwa ke rumah Susi, Fathul di apartemen bersama Fathan dan Raka, mereka sengaja menginap di apartemen Fathul, karena sudah lama juga mereka tidak pernah bermain semenjak Fathul menikah, dulu sebelum Fathul nikah mereka bertiga selalu menghabiskan waktu liburannya di dalam apartemen Fathul bermain games bareng.
"Susi, kita pamit pulang dulu karena sudah hampir malam," ucap Zahwa di angguki yang lain.
"Terima kasih ya kalian selalu ada buat aku," balas Susi memeluk satu persatu sahabatnya.
"Iya sama-sama." Kemudian mereka keluar dari kamar menuju lantai bawah. Saat ingin keluar rumah ternyata di ruang tamu ada Mama dan Papanya Susi, mereka langsung menghampiri ke dua orang tua Susi.
"Ma, Pa, kita pulang dulu," pamit Zahwa dan yang lain.
"Iya, Nak, terima kasih ya sudah mau datang kesini nemenin Susi," ujar Mama Susi.
"Iya, Ma, assalamualaikum," ucap mereka bersama dengan menyalami tangan kedua orang tua Susi secara bergantian.
Zahwa masuk kedalam mobil di ikuti Arin, dan Sinta, karena memang hanya bawa satu mobil, Zahwa mulai melajukan mobilnya keluar dari rumah Susi menuju apartemen miliknya.
Susi kembali masuk ke dalam rumah, menuju kamarnya, merebahkan tubuhnya yang terasa lelah karena semalam iya tidak bisa tidur, dia terlelap sudah hampir subuh.
******
Satu jam perjalanan Zahwa sampai di apartemen. "Assalamualaikum," ucapnya di depan pintu.
"Wa'alaikumussalam," jawab yang berada di dalam kemudian membukakan pintu untuk Zahwa.
"Sudah, pulang sayang?" tanya Fathul kepada istrinya.
"Iya, Kak," balas Zahwa dengan menyalami tangan suaminya.
__ADS_1
"Hm ... di sini masih ada jomblo ya," celetuk Sinta.
"Hist, ayo masuk!" Zahwa mempersilakan Arin, dan Sinta untuk masuk kedalam. Mereka pun masuk kedalam.
"Raka sama Fathan kemana Thul?" tanya Sinta yang tidak melihat dua manusia itu.
"Lagi keluar beli makan," jawab Fathul.
"Aku, masuk kamar dulu ya ganti baju," pamit Zahwa.
"Iya, Zah." Arin dan Sinta merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu.
Zahwa masuk ke dalam kamar di ikuti Fathul dari belakang. "Kakak, ngapain ngikutin Zah?" Zahwa mengehentikan langkahnya dan menatap suaminya.
"Tidak, mungkin kan aku di luar cowok sendiri, mending ngikutin istri masuk kamar," ujar Fathul dengan tersenyum.
"Ada saja alasannya," lirih Zahwa kemudian melanjutkan perjalanannya ke kamar. Sampai di kamar Zahwa langsung menuju lemari mengambil pakaian ganti.
Dua puluh menit Zahwa dan Fathul keluar dari kamar menuju ruang tamu, pas bertepatan dengan Raka dan Fathan yang baru pulang dengan membawa dua kantong plastik.
Zahwa langsung menuju dapur mengambil piring dan sendok serta minuman.
"Ayo, kita makan!" Zahwa membuka kantong plastik dan menyiapkan makanan yang tadi di beli. Nasi goreng dan jus buah.
Mereka makan bersama sambil menikmati acara televisi. Selesai makan mereka berkumpul di ruang tamu berbincang-bincang, kali ini mereka menginap di apartemen Fathul.
... ***************...
Terima kasih buat kalian ❤️😘❤️😘❤️😘❤️😘❤️
__ADS_1