
Duduk dan bersandar di kepala kursi menatap ke langit penuh dengan bintang yang bersinar, merenung tentang kehidupannya.
Ya Allah, bolehkah aku mencintainya?
Pantaskah aku berada disampingnya?
Salahkah jika aku jatuh cinta padanya?
Aku juga ingin seperti yang mereka yang di cintai. Batin Lala.
"Kenapa melamun?" Ibu menghampiri Lala kemudian ia duduk disebelah putrinya.
"Tidak Bu, Lala hanya menikmati indahnya malam," elaknya, sebenarnya dia pusing dengan hatinya.
"Apa kamu sedang ada masalah?" Batin seorang Ibu itu kuat. Ia melihat putrinya sedang tidak baik-baik saja.
"Tidak, Bu."
"Jangan berbohong, baiklah kalau kamu belum ingin bercerita."
Ibu hendak bangun dari duduknya tapi belum berdiri seutuhnya, Lala langsung buka suara.
"Bu, salahkah jika aku jatuh cinta pada seseorang?" lirihnya.
Ibu kembali duduk dan mengusap lembut kepala putrinya.
"Tidak, memangnya kenapa? apa kamu sedang jatuh cinta dengan seseorang?"
"Lala hanya ingin bertanya Bu."
"Apa kamu menyukai nak Fakhri?" tanya Ibunya tiba-tiba. Ibu sudah bisa menebak pertanyaan putrinya pasalnya hanya Fakhri yang dekat Lala.
"Itu tidak mungkin Bu."
"Kenapa tidak mungkin? Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah sayang."
"Iya Bu, tapi kita begitu jauh berbeda bagaikan bumi dan langit." Lala sadar akan dirinya sendiri yang bukan siapa-siapa, sedangkan Fakhri orang terpandang.
"Jika cinta itu tulus, dia tidak akan memandang siapa dirimu." Ibu memberikan nasihat.
"Iya, Bu."
"Bukalah hatimu untuknya, jika suatu saat kalian berpisah, memang tidak jodoh."
"Baiklah." Sebenarnya Lala masih ragu, tapi tidak ada salahnya dicoba terlebih dahulu.
"Sekarang Masuklah kedalam ini sudah malam udaranya juga semakin dingin."
Lala beranjak dari duduknya berjalan masuk kedalam kamarnya menuju tempat ternyaman kemudian ia merebahkan tubuhnya, tak butuh waktu lama dia sudah masuk kedalam alam mimpi indahnya.
*
*
*
Ke esokan harinya.
Rutinitas Lala membantu Ibu membersihkan rumah dan memasak buat sarapan.
Satu jam mereka bergelut di dapur, kini masakan sudah di siapkan di meja makan menu yang sederhana Nasi goreng spesial telur ceplok dan tempat kriuk.
__ADS_1
"Gimana sekolah kamu Nar?" tanya Lala kepada adiknya.
Nara Sekar Ahmad adik Lala.
"Alhamdulillah baik, tapi Minggu depan Lala harus melunasi uang sekolah sebelum ujian di mulai." Nara merasa kasihan sama Lala karena harus menjadi tulang punggung keluarga.
"Yasudah nanti Mba ambil uang dulu, biar besok kamu bisa melunasinya." Lala selalu berusaha sekuat tenaga agar Adiknya tidak putus sekolah.
Obrolan mereka disela-sela sarapan.
"Iya Mba, Nara berangkat dulu ya," pamitnya setelah selesai sarapan.
"Assalamualaikum," ucapnya dengan mencium tangan Ibu dan Kakaknya.
"Wa'alaikumussalam," jawab Ibu dan Lala.
Lala dan Ibunya membersihkan meja makan kemudian mencuci piring bekas makan, selesai urusan pekerjaan rumah, Lala pamit ke kamar membersihkan diri dan bersiap untuk berangkat kerja.
Setelah rapi, ia keluar kamar.
"Bu, Lala berangkat dulu ya," pamitnya.
"Assalamualaikum," ucapnya dengan mencium punggung tangan Ibunya.
"Wa'alaikumussalam, hati-hati La."
"Iya, Bu." Lala berjalan keluar rumah betapa terkejutnya ia saat melihat mobil yang ia kenal parkir di depan rumahnya. Ia pun menghentikan langkah kakinya.
Kenapa mas Fakhri kesini ya, bukankah ini jam kerja. batin Lala.
Fakhri turun dari mobil dan berjalan menghampiri Lala yang masih berdiri mematung di depan pintu rumahnya.
"La, kenapa belum berangkat?" Ibu menghampiri Lala yang masih berdiri di depan pintu.
"Wa'alaikumussalam, ada Nak Fakhri, silahkan masuk." Ibu mempersilahkan Fakhri.
"Iya Bu, terima kasih, Fakhri hanya mau jemput Lala."
"Oh... ya sudah."
"Kita berangkat dulu ya Bu."
"Iya, Nak."
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumussalam."
Setelah berpamitan dengan Ibunya. Lala dan Fakhri berjalan menuju mobil.
Kini mereka sudah berada didalam mobil.
"Mas Fakhri kenapa kesini, bukannya ini hari kerja?"
"Pengen jemput kamu aja."
"Mas Fakhri nggak kerja?"
"Libur." Fakhri sengaja minta ijin sama Mama dan Papanya, libur kerja hari ini, dia ingin menghabiskan waktu bersama Lala, agar bisa mengenal Lala lebih jauh.
"Kenapa?"
__ADS_1
"Pengen ajak kamu jalan."
"Tapikan aku hari ini kerja."
"Libur, aku udah minta ijin Mama."
"Hah... ya Allah." Lala hanya bisa menepuk jidatnya. "Memangnya kita mau jalan kemana?"
"Kita ke Mall dulu ya," ucap Fakhri.
"Terserah Mas Fakhri saja, Lala ikut ajalah."
Fakhri menghentikan mobilnya di depan Mall ternama di kota X.
Mereka berdua masuk kedalam Mall, tujuan utama mereka adalah Butik ZF.
Fakhri mengajak Lala masuk kedalam Butik ZF.
"Kita mau ngapain kesini Mas?"
"Beli baju."
"Buat siapa?"
"Buat kamu." Lala sudah pakai baju.
"Ini buat di hari spesial kita nanti."
Hari spesial. batin Lala bertanya-tanya.
"Kamu pilih yang mana La?" tanya Fakhri.
"Terserah Mas Fakhri saja, Lala pasti pakai," jawab Lala.
Fakhri memilihkan gaun berwarna abu-abu untuk Lala.
"La, mau di coba dulu nggak?"
"Tidak perlu Mas, ukurannya udah pas kok."
"Mba, tolong bungkus gaun yang ini," ucap Fakhri dengan memberikan gaun pilihannya.
"Baik Mas."
"Ini Mas," ucap Mba pegawai Butik memberikan paper bag.
"Terima kasih."
"Sama-sama."
Fakhri dan Lala keluar dari butik.
... *************************** ...
**Kira-kira mereka mau kemana lagi ya?
Terus yang dimaksud Fakhri hari spesial itu apa?
Ayo ada yang tau gak?
Kalau kalian tahu bisa tulis di kolom komentar.
__ADS_1
Jangan lupa tetap like dan vote ya kakak lope buat kalian.❤️❤️😘🥰🥰❤️❤️❤️❤️❤️**