
"Ma, Pa, kita pulang dulu ya," pamit Zahwa dan Fathul.
"Kenapa harus pulang, nginap saja sayang, ini juga kan sudah malam, lebih baik menginap saja dulu," jelas Mamanya, ia masih kangen dengan putri kesayangannya.
"Iya, benar kata Mama kamu sayang, lebih baik menginap saja malam ini," sahut sang Papa membenarkan nasehat Mamanya.
Zahwa menoleh kearah arah Fathul, meminta jawaban.
Fathul mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban.
Tidak ada salahnya menginap sehari, memang sudah lama mereka tak pernah menginap.
Akhirnya Zahwa pun memutuskan untuk menginap.
"Baiklah, kalau begitu adik ke kamar dulu ya Ma, Pa," pamitnya.
"Iya, sayang."
Setelah berpamitan dengan Mama, dan Papanya, mereka berdua berjalan menuju kamar Zahwa. Sampai dikamar Zahwa membuka pintu kamarnya, melangkah masuk kedalam, masih seperti yang dulu tidak ada perubahan, kamarnya juga rapi dan harum.
Zahwa begitu merindukan kamarnya, tempat ternyaman saat ia merasa lelah.
Ia duduk di bangku sofa kamar, di ikuti Fathul.
"Kakak, mau ganti baju atau tidak?" tanya Zahwa.
"Iya."
Zahwa langsung beranjak dari duduknya menuju lemari mengambil kaos lengan pendek dan celana pendek untuk suaminya.
Setelah berganti pakaian santai mereka merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya.
"Kalau disini jadi ingat awal pernikahan kita," ucap Fathul dengan mengusap lembut kepala istrinya.
__ADS_1
"Hmmm."
"Kamu tahu sayang, begitu bahagianya aku saat bisa meminang mu, menjadi imam mu, sampai aku tak bisa berkata-kata."
"Zah, juga juga bahagia Kak."
Fathul mulai memeluk pinggang istrinya, mengeratkan pelukannya agar istrinya lebih dekat dengannya. "Kita bikin disini ya," bisik Fathul di telinga Zahwa.
Zahwa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Yang baca khusus yang sudah menikah.
Fathul mulai mencium lembut bibir istrinya, lama-lama menjadi ciuman panas, sampai Zahwa sudah mengeluarkan suara khasnya.
Mendengar suara merdu istrinya, Fathul makin beraksi, membuka penutup tubuh istrinya dan mulai bermain dengan dua kembar, setelah puas bermain-main dengan yang atas, ia mulai turun sedikit demi sedikit, sampai di tempat favoritnya, kenikmatan dunia.
*Maaf ya tidak bisa nulis yang detail banget. Bisa di bayangkan sendiri saja ya.
*Takutnya otak author ikut treveling, dan author takut pengen kan bisa bahaya itu.ðŸ¤
*
*
*
Pagi datang suara Adzan Subuh sudah berkumandang. Zahwa langsung membuka matanya, kemudian beranjak dari kasur empuknya, menuju kamar mandi, membersihkan diri dan mengambil air wudhu.
Dua puluh menit, Zahwa keluar dari kamar mandi, kemudian ia melaksanakan sholat subuh.
Selesai sholat ia membangunkan sang suami.
"Kak, bangun sudah subuh," ucapnya.
__ADS_1
"Iya Zah." Fathul mulai membuka matanya dan bangun dari tidurnya, menuju kamar mandi.
Saat Fathul masuk kamar mandi Zahwa menyiapkan baju untuk suaminya, kemudian ia keluar kamar, menuju dapur.
Pagi Mbok," sapa Zahwa.
Pagi juga Non."
"Mau masak Pa Mbok?"
"Buat nasi goreng Non, biar Zah bantu."
"Non Zah, Goreng telur saja, biar bibi ngulek sambal dulu."
"Anak mama pagi-pagi sudah berada di dapur," ucap Mamanya baru datang.
"Mama."
"Lagi apa sayang?"
"Goreng telur Ma."
Mama Ara bergabung dengan mereka. "Mbok, biar saya sama Zahwa yang masak."
"Baik nyonya, si Mbok nyuci baju saja kalau begitu."
Zahwa dan Mamanya bertarung di dapur menyiapkan sarapan.
Satu jam mereka selesai, makan juga sudah di tata di atas meja makan.
... ***********************...
Jangan lupa like dan vote ya kakak.
__ADS_1
Terima kasih. 😘🥰🥰🥰🥰