
Semua orang sibuk menyiapkan segala sesuatunya untuk acara akad padahal cuma akad nikah itupun acara tidak semewah seperti orang-orang kaya lainnya.
Meskipun dia orang kaya tapi dia lebih memilih acara digelar dengan sederhana hanya dekorasi kecil dan beberapa bangku, karena acara hanya dihadiri sanak saudara saja.
Dirumah keluarga Wijaya.
Nyonya besar sibuk dengan beberapa pakaian yang tadi ia bawa dari butik, dia membagikan kepada sanak saudaranya tak lupa untuk besannya.
Zahwa sibuk membungkus parsel dibantu Indah dan Icha. Tidak banyak sih hanya beberapa karena yang lain sudah memakai box parsel jadi tinggal menghiasai pita saja.
Beberapa barang yang akan mereka bawa dari beberapa potong pakaian, tas, make up, seperangkat alat sholat, sandal, sepatu, buah dan perhiasan.
Nyonya besar sibuk mondar-mandir melihat semua yang akan dibawa besok, jangan sampai ada yang ketinggalan.
Sedangkan para lelaki berkumpul di teras rumah asyik ngobrol sambil ngopi.
Calon pengantin dikurung di dalam kamar, mondar mandir nggak jelas dikamar, mau keluar nggak bisa, main ponsel nggak ada karena di sita Nyonya besar, hanya ada televisi yang menemaninya di kamar.
Coba bayangkan betapa bosannya, dikamar sendiri tanpa fasilitas apapun, kalau orang jaman dulu mungkin bisa, kalau anak sekarang jaman now mana bisa tanpa handphone, baginya ponsel adalah belahan hidupnya tanpa ponsel hidupku hampa.
Capek mondar-mandir Fakhri duduk dengan bersandar di kepala ranjang sambil menonton acara televisi dari Tom and Jerry, Doraemon, Spongebob, Tayo, Upin Ipin, Sopo Jarwo, supaya bisa menghilangkan kejenuhannya.
Setiap kali jam makan mbok Rumi mengantarkan makanan ke kamar Fakhri.
Malam tiba semua orang mulai masuk kedalam kamarnya masing-masing untuk beristirahat karena besok mereka harus bangun pagi-pagi.
__ADS_1
Zahwa dan Fathul juga sudah berada di dalam kamar merebahkan tubuhnya di atas kasur tak lama mereka pun terlelap dalam tidurnya.
*
*
*
Dirumah Lala.
Tak kalah sibuknya semua orang, sanak sodaranya merapihkan rumah, memasang bunga-bunga dekorasi.
Lala sama halnya dengan Fakhri dia dikurung didalam kamar tidak boleh keluar, dia hanya keluar saat acara pengajian tadi sore, setelah itu dia kembali masuk kedalam kamar.
Keesokan harinya.
Kamar Nara di jadikan tempat untuk merias.
Lala sudah berada didalam kamar Nara duduk di meja rias, Sinta MUA mulai memoleskan peralatan make up nya di wajah Lala.
Satu jam Sinta selesai merias Lala, kemudian Lala berganti gaun yang akan di pakai ijab Kabul. Gaun berwarna putih sederhana tapi terlihat elegan dan pas di badan Lala.
"Sempurna," ucap Sinta dengan memutar badan Lala di depan cermin.
"Terima kasih Mba Sinta."
__ADS_1
"Sama-sama."
Fakhri dan keluarga sudah sampai di kediaman Lala.
Tidak banyak keluarga yang ikut hanya keluarga inti saja.
Fakhri sudah duduk di bangku pengantin di depan penghulu dan hakim.
"Jangan tegang." Papa Ari memegang bahu putranya.
"Iya, Pa."
Lala yang berada dikamar dengan perasaan campur aduk antara sedih, senang, semua ada di kamar dia terus saja menatap layar kecil yang telah disediakan untuk melihat kegiatan di bawah.
"Tenang Mba," ucap Nara sambil memegang erat tangan Lala.
"Iya dek."
Ijab Kabul akan segera di mulai.
... ************************...
**Ayo siapa yang mau hadir silahkan ada daging rendangnya.hehe.
Maaf ya baru sempet up lagi kurang sehat.
__ADS_1
Jangan selalu like dan vote ya kakak.🥰🥰🥰**