
Liburan telah tiba.
"Hm ... Ay besok kita liburan yuk!" ajak Fathul.
"Liburan kemana Kak?" Zahwa menoleh kearah suaminya yang sedang duduk disampingnya. Kini mereka berada di balkon menikmati indahnya malam, romantis ya.
"Gimana, kalau kita pantai sayang?" Fathul mencoba memberikan solusi.
"Boleh, tuh Kak, kita bareng-bareng saja sama yang lain biar ramai," usul Zahwa, kalau hanya pasti sepi, kemana-mana
"Terserah kamu saja, kita masuk yuk!" balas Fathul dengan mengelus lembut kepala istrinya. Mereka beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar.
***
Ke esokan harinya. Setelah beres bertempur dengan kerjaan rumah, Zahwa merebahkan tubuhnya di sofa sambil menonton acara televisi.
"Apa, yang lain sudah di hubungi At?" tanya Fathul.
"Astaghfirullah, lupa," jawab Zahwa dengan tersenyum memperlihatkan giginya. Kemudian dia mengambil ponselnya yang berada di meja dan menghubungi teman-temannya.
Grub rempong.
Zahwa
Assalamualaikum, semua.
Sinta
Wa'alaikumussalam, wah ada apa nih pagi-pagi sudah ada di Grub.
Arin
Wa'alaikumussalam, Zah.
Susi
Wa'alaikumussalam, tumben nih pagi-pagi sudah kesini.
Raka
Wa'alaikumussalam.
Fathan
Wa'alaikumussalam, ada apa nih? ramai sekali pagi-pagi.
Zahwa
Hehe, maaf ya, pagi-pagi bangunin kalian aku mau memberikan informasi nih buat kalian.
Gini kita kan lagi libur nih kuliah, kalian ada yang mau ikut aku berlibur nggak?
Susi
Wah, ide bagus tuh. Kalau di ajak pergi aku nggak akan nolak.
Sinta
Aku ikut.
Arin
Kalian nggak lagi hanymoon kan?
Sinta
__ADS_1
@Arin : ada benarnya juga yang di bilang Arin. Zah, kamu mau bikin ponakan buat kita, hehe.
Zahwa
Kalian ngomong apaan sih, kita beneran berlibur, jangan yang aneh.
Sinta
Kali gitu Zah, sekalian, hehe. Kalian kan belum sempat hanymoon.
Zahwa
Sudahlah, jangan bahas itu. Kalau kalian mau nanti malam datang saja ke apartemen ya!
Sinta
Siap, Zah.
Susi dan Arin
Siap.
Fathul, Raka
Ok.
Setelah menghubungi teman-temannya Zahwa menaruh kembali ponselnya di atas meja.
"Gimana, apa mereka mau?" tanya Fathul.
"Kakak pasti tahu jawabnya," imbuh Zahwa, karena suaminya juga ada di grup rempong.
"Terus, kita mau kemana?" Fathul belum punya tujuan.
"Kita, bicarakan nanti saja kalau yang lain sudah datang," balas Zahwa, dia juga masih mikir mau kemana. Zahwa mulai membuka Mbah Google mencari tempat yang cocok buat kita berlibur.
Waktu dengan cepat berlalu, tanpa terasa sudah hampir sore mereka masih sibuk dengan urusan masing-masing.
"Ay, lapar," ucap Fathul.
"Sama, mau aku masakin apa mau beli saja?" Zahwa berharap beli karena dia lagi malas masak.
"Beli saja, kamu pesan ya!" Fathul menyuruh istrinya saja yang memesan.
"Baiklah, siap Pak Bos." Zahwa langsung membuka Aplikasi grab food memesan dua nasi pecel sama gorengan dan tak lupa es campur. Haduh siang-siang bikin ngiler ya, hehe.
Tak butuh waktu lama, ada yang mengetuk pintu. "Permisi," ucap seseorang diluar.
Fathul, langsung berdiri dan membukakan pintu. "Iya, Mas," jawab Fathul.
"Ini, pesanan atas nama Zahwa ya Kak?" tanya Grab food, kemudian memberikan plastik yang berisi pesanan Zahwa.
"Iya, betul Mas. Terima kasih." Fathul menerimanya.
"Sama-sama." Grab pergi meninggalkan apartemen. Fathul menutup pintu dan membawa makanan ke dapur.
"Sini biar Zah, saja Kak," ucap Zahwa ingin mengambil alih makanan yang di tangan Fathul
Tapi ternyata suaminya menolak. "Tidak perlu sayang, biar aku saja kamu lanjutkan saja itu setelah rapi kita makan bareng," ujar suaminya.
"Baiklah." Zahwa melanjutkan pekerjaannya merapikan dapur, dan mencuci gelas bekas minum.
Fathul mengambil piring dan sendok, kemudian dia bawa ke ruang tamu, menyajikan makan tadi di atas piring.
Setelah selesai urusannya dengan dapur, Zahwa menghampiri Fathul, duh suaminya tuh memang suami idaman banget. Saat dia ke ruang tamu, di sana sudah rapi, meja yang tadi banyak kertas berserakan kini bersih, makanan sudah di sajikan di atas piring.
__ADS_1
"Kakak, terima kasih ya!" Zahwa duduk di samping suaminya.
"Iya, sayang. Ayo, kita makan!" ucap Fathul.
Zahwa mengambil satu piring untuknya, kemudian mereka makan bersama, sampai habis tak tersisa.
Selesai makan, Zahwa langsung merapikan meja dan mencuci piring bekas mereka makan.
****
Malam hari di apartemen Fathul sudah ramai.
Suara-suara mereka yang dengan asyik mengobrol dan bercanda.
"Hai, gaes lihat nih gue bawa sesuatu," ucap Fathan dengan mengangkat ke atas dua kantong plastik yang dia beli saat perjalanan ke apartemen Fathul.
"Apaan tuh?" tanya Sinta dengan antusias.
Fathan menaruh plastik di atas meja, dengan cepat Sinta membuka kantong plastik itu.
"Wah, mantap nih, kamu tahu saja Than aku lagi pengen ngemil," ucap Sinta.
"Sayang, ada aku disini lho," sindir Raka.
"Hehe, sudahlah tidak perlu kamu cemburu dengan Fathan." Sinta mengambil satu kotak martabak isi coklat, dia makan bersama Arin, Susi dan Zahwa.
"Terus, gimana nih jadinya kita akan pergi kemana?" tanya Fathan.
"Tanya saja sama Ibu-ibu, kalau kita yang milih kadang nggak cocok sama mereka, mending kita ngikutin apa keinginan mereka sajalah," ujar Raka.
"Betul sekali," sambung Fathul, sambil memasukkan martabak telor ke mulutnya. Tadi Fathan membawa beberapa cemilan makanan ringan, dan dua martabak.
"Zah, gimana jadinya liburan kita mau kemana?" tanya Fathan.
"Ke pantai yang saja mencari suasana yang sejuk," ucap Zahwa.
"Aku setuju tuh," sahut Sinta dan Arin.
"Dimana, jangan jauh-jauh biar kita tidak terlalu lelah dalam perjalanan," saran Fathan.
"Di pantai CB saja gimana?" Zahwa menawarkan satu tempat.
"Aku, mah ngikut sajalah," ujar Sinta.
"Aku pun sama," sambung Susi.
Arin hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Baiklah, sudah deal ya, kita pergi k pantai CB?" Fathan bertanya sekali lagi untuk memastikan, supaya malam ini langsung bisa booking hotel.
"Iya, disitu saja yang dekat, terus nggak jauh dari CB juga ada banyak pantai lagi kan, jadi kita bisa di beberapa lokasi," ujar Raka.
"Iya, benar," imbuh Zahwa.
"Besok Kita berangkat jam berapa?" tanya Fathan.
"Jangan besok juga kali, ini kan sudah malam Fathan, nggak mungkin kan kita mempersiapkan sekarang, bisa kita kelelehan lebih baik besok kita menyiapkan segala sesuatunya, sore atau lusa kita berangkat," ucap Arin.
"Benar tuh kata Arin, lebih baik kita istirahat saja dulu!" Zahwa memberikan saran terbaik lebih baik tidur terlebih dahulu.
"Iya, ayo, kita masuk kamar!" ujar Sinta. Karena waktu juga sudah larut malam, akhirnya mereka bertiga beranjak dari duduknya, dan berjalan menuju kamar.
... *************************...
Ayo, siapa yang mau ikut jalan-jalan? jangan lupa bawa cemilan yang banyak ya, hehe.
__ADS_1
Terima kasih atas kesetiaan kalian, jangan lupa like dan vote nya ya kakak.🥰😘❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️