
Apa aku perlu menjelaskan nya? tanya Zahwa.
"Tentu."
*flashback
Dulu saat aku SMP disitu ada salah satu murid yang berpenampilan culun, berkacamata tebal dan rambut di kepang dua.
Dia selalu saja jadi bahan ejekan anak-anak yang lain, sampai suatu hari saat di berjalan dan terjatuh tidak ada orang yang menolongnya, mereka malah mengejeknya, ada yang dengan sengaja menumpahkan air minum membasahi bajunya, ia tidak berani melawan, hanya bisa menangis.
Kalau aku jadi dia pasti akan aku lawan, jangan mau harga diri kita di injak-injak orang.
Dari situ aku mempunyai ide untuk berpenampilan culun.
Waktu SMP aku sudah puas dengan apa yang ku dapatkan, teman banyak karena mungkin aku anak orang kaya, idola sekolah karena mungkin aku cantik, hehehe.
Saat lulus SMP aku mulai membeli beberapa kacamata, tompel, browsing bagaimana cara memakai tompel palsu.
Sempat berdebat karena semua tidak setuju dari Mama, Papa dan Abang. Tapi tekat ku sudah bulat. Aku tidak ingin orang berteman hanya melihat status seseorang.
Akhirnya mereka semua setuju dengan penampilan ku, dengan syarat harus sekolah di SMA milik Oma, aku setuju dengan syarat itu, tapi aku juga mengajukan syarat agar merahasiakan identitas ku, mereka pun setuju dengan syarat ku.
Aku ingin hidup biasa saja, memiliki teman yang tulus.
Saat awal masuk aku sedikit ragu, tapi tidak masalah jika memang aku tidak memiliki teman, karena niatku sekolah belajar.
__ADS_1
Tapi ternyata saat pertama kali masuk responnya bagus, ya meskipun ada saja mulut nitizen, aku tidak peduli dengan semua itu.
Itu membuatku semakin yakin untuk tetap berpenampilan culun.
Aku ingin orang menyayangiku bukan karena ke cantikan ku, bukan karena kekayaanku, aku ingin mereka mencintai ku apa adanya.
flashback off.
Aku salut dengan mu sayang, aku malu padamu.
Jangan bilang begitu Kak.
"Apa yang membuatmu menerimaku?" tanya Fathul.
"Entahlah, kenapa aku bisa mencintai seseorang seperti kakak, hehehe."
Kakak jangan tidur," rengek Zahwa. "Baiklah aku akan jawab dengan benar.
Fathul tetap saja memejamkan matanya, seakan tak mendengar ucapan istrinya.
Aku tak tahu pasti kapan aku jatuh cinta sama suamiku. Pertama kali aku bertemu dengannya aku merasa dia adalah laki-laki yang baik.
Padahal dia sangat dingin, ngomong saja irit banget. Tapi entah kenapa seiring berjalannya waktu, aku semakin mengaguminya, saat kita suka nongkrong bareng, pulang bareng.
Semakin aku mengenalnya, semakin dalam rasa itu. Aku berusaha menepis perasaan itu, aku takut kalau cintaku hanya bertepuk sebelah tangan, aku sadar dengan diriku.
__ADS_1
Siapakah aku ini, hanya cewek yang berpenampilan culun tidak modis, kuper.
Aku selalu berusaha agar tidak jatuh cinta terlalu dalam. Tapi apalah daya hatiku tak bisa di bohongi.
Aku hanya bisa menyebutnya disetiap doaku. Aku berdoa kepada Allah memberikan yang terbaik. Tapi aku sedikit memaksa agar aku bisa di jodohkan dengan nya.
Karena ku yakin dia adalah laki-laki yang baik, imam terbaik, yang bisa membimbingku menuju surga.
Alhamdulillah, Allah mengabulkan doaku, aku bahagia bisa bersanding dengan nya.
Terima kasih, karena Kakak telah memilihku untuk menjadi makmum mu, aku sangat bersyukur dan sangat bahagia.
Semoga kita bisa selalu bersama dalam suka maupun duka, sampai maut memisahkan kita, kita bersama dalam surganya Allah.
Fathul yang mendengarkan cerita istrinya, tanpa ia sadari air mata lolos begitu saja.
Ia sangat bahagia bisa memiliki bidadari surga seperti istrinya.
Kemudian Fathul bangun dari tidurnya dan memeluk istrinya, dengan air mata yang masih membasahi pipinya, terima kasih sayang, harusnya aku sangat bersyukur karena bisa memiliki mu, ia melepaskan pelukannya dan menciumi Zahwa.
Zahwa yang melihat suaminya meneteskan air mata, ia langsung menghapus air mata suaminya, jangan pernah meneteskan air mata di depan ku Kak, Zah sangat sedih.
"Ini air mata bahagia sayang," ucapnya kemudian mencium kedua bola mata dan kening Zahwa.
#########
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote ya kakak.
Terima kasih lope lope buat kalian yang sudah membaca cerita ku.