
Pasukan ZHASUS dan trio wek wek.
Zahwa dan Fathul turun dari mobil menuju ruangan mereka.
Tak lama Raka dan Sinta, kemudian disusul Arin dan Radit.
Susi belum datang Zah?" tanya Sinta tidak melihat keberadaan Susi, biasanya Sinta selalu berangkat bareng sama Susi, tapi semenjak pacaran sama Raka, dia diantar jemput Raka.
"Belum, mungkin sebentar lagi," jawab Zahwa.
"Itu dia, baru juga di omongin udah nongol orangnya panjang umur dia, hahaha," ucap Arin.
"Iya," sahut Sinta.
"Ngapain ngeliatin begitu?" Susi yang baru datang heran dengan tatapan sahabatnya.
Kemudian ia berjalan menuju tempat duduknya.
"Siapa yang ngeliatin kamu GR," ketus Sinta.
*
Mereka menghentikan obrolannya karena dosen sudah datang.
*
*
Selesai kelas, mereka menuju cafe di depan kampus, untuk makan siang dan ngobrol bareng karena jarang ketemu. Karena masuk kuliah hanya seminggu tiga kali pertemuan.
"Hai-hai, gue mau ngundang kalian nih besok hari Minggu kalian semua harus datang kerumah Sinta," ucap Raka.
__ADS_1
"Ada acara apaan?" tanya Arin.
"Sudah jangan banyak tanya datang saja," jawab Raka.
"Sepertinya ada yang bakal nyusul Zahwa nih," celetuk Arin.
Sinta hanya tersenyum malu-malu.
"Dit, Lo kapan?" tanya Fathul.
"Nanti kalau sudah saatnya tiba." Radit masih harus menunggu Papa dan Mamanya yang masih berada di luar negeri.
"Kalian terus saja membahas begituan, apa kalian lupa disini masih ada yang jomblo." Susi angkat bicara, dari tadi ia hanya diam mendengar obrolan teman-temannya, dia juga pengen seperti temannya yang sudah memiliki pasangan, tapi apalah daya.
"Ups...maafkan kita."
"Than, buruan lamar noh si Susi biar kalian nggak jomblo lagi." Sontak ucapan Raka membuat Fathan tersendak.
Fathul langsung memberikan minum ke Fathan.
"Lo kalau ngomong apaan sih." kesal Fathan, diakan jadi nggak enak hati sama Susi, karena mereka tidak ada hubungan apa-apa kecuali teman, hanya sebatas teman.
"Lha gue bilang serius, kalian kan sama-sama jomblo apa salahnya, lagi pula kalian sudah saling kenal, sudah tahu satu sama lain," jelas Raka.
"Tapi kita tidak bisa memaksa perasaan." Fathan memberikan penjelasan kepada Raka.
"Bisa di coba terlebih dahulu, kali aja kalian cocok berjodoh," ucap Raka.
"Memangnya lo kira gue barang bisa di coba dulu, terus kalau nggak cocok tidak jadi dibeli atau di buang begitu saja bagaikan sampah," ucap Susi.
"Bukan begitu maksudnya Sus, Lo sensi amat sih, lagi PMS?" tanya Raka.
__ADS_1
"Sudah-sudah kita sebagai sahabat harus saling mendukung apapun keputusannya karena mereka yang menjalankan, jadi biarlah mereka mencari kehidupan masing-masing sesuai dengan keinginannya." Zahwa menengahi agar tidak terjadi keributan.
Itulah gunanya bersahabat saling merangkul satu sama lain, saling mendukung jika memang itu yang terbaik.
Sahabat tetaplah sahabat, tidak ada kata mantan sahabat.
Sahabat sejati tidak akan pernah terganti meski dia telah tiada, namanya akan selalu terkenang meski jarak memisahkan.
"Ayo, kita lanjutkan makannya," ucap Fathul.
Selesai makan mereka berpisah di parkiran, karena arah rumah mereka yang berbeda.
"Gue duluan Sus," pamit Fathan.
"Eh...iya than." Susi jadi merasa canggung semenjak kejadian tadi di Cafe, gara-gara temannya. Sebenarnya niat mereka baik, tapi kan kita tidak bisa memaksakan perasaan orang lain.
Orang lain hanya melihat dari luar tanpa mengetahui dalamnya,hanya bisa berkomentar tanpa mengetahui yang sebenarnya.
Setelah berpamitan dengan Susi, Fathan pergi meninggalkan kampus dengan menaiki motornya. Susi melihat kepergian Fathan sampai tak terlihat lagi.
Kemudian ia juga beranjak pergi meninggalkan kampus.
... *****************...
Jangan bertengkar hanya karena berbeda pendapat, tetaplah jadi seseorang yang berlapang dada.
Saling menghargai pendapat orang lain.
Terima kasih buat kalian semua yang selalu setia dengan cerita receh ku.
Jangan lupa like dan vote nya ya kakak.😘🥰❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Cerita ini hanyalah fiksi belaka, haluan ku saja.