
#Keesokan harinya
Zahwa sudah sampai dikelas langsung duduk di bangkunya.
tumben banget sih yang lain belum pada dateng .
Sambil menunggu teman temannya datang kebiasaan Zahwa duduk dipojok dan menyandarkan tubuhnya di tembok, dan membuka buku novelnya.
"dorr..." ucap Arin mengagetkan Zahwa.
"Arin..." teriak Zahwa. Kebiasaan banget, kalau aku jantungan gimana?" keluh Zahwa.
"kalau kamu jantungan tinggal aku bawa ke Rumah Sakit." balas Arin. Kemudian dia duduk disebelah Zahwa.
"haii," panggil Sinta dan Susi.
"Kalian tumben baru dateng?" tanya Zahwa.
"Biasa Zah kesiangan, hehe." jawab Sinta.
"Hai Zahwa." ucap Radit yang baru datang.
Zahwa hanya membalasnya dengan senyuman.
"eh, Radit emang Lo udah kenal lama ya sama sie culun?" tanya Raka yang duduk disamping Radit.
"udah, setiap hari sama gue." ujar Radit.
* Jam pelajaran pertama dimulai.
Selamat pagi semua, ucap Pak.Budi.
Selamat pagi juga Pak. balas semua murid.
"Buka buku kalian saya akan menjelaskan di papan tulis, Setelah itu kerjakan soalnya." ucap Pak.Budi.
Setelah 2 jam belajar. Bel istirahat berbunyi.
"Kantin yuk gaes." ucap Sinta.
"Cabut gaes." balas mereka bersama setelah merapikan alat tulis mereka.
"Tungguin dong ZHASUS." ucap Raka.
"Ayo buruan." balas Sinta.
"Zah, nanti sore jalan yuk?" ujar Radit.
"Aku enggak bisa kak" balas Zahwa.
"Kenapa?" tanya Radit.
"Aku lagi sibuk." jawab Zahwa.
__ADS_1
"Zah, kamu biasa." tanya Arin. Setelah mereka sampai di Kantin.
"iya Rin." jawab Zahwa.
"Lo enggak pesan Ka?" tanya Sinta yang melihat trio Wek Wek hanya diam semua gak ada yang memesan makanan.
"Oiya lupa, Fathul Lo kenapa diam aja sih bukannya bilang." ujar Raka.
"gue sama Fathan sudah pesan noh nitip si Arin." ucap Fathul.
"lha tinggal gue doang dong yang belum pesan makanan." kata Raka.
"iya," ucap semua temannya.
"Arin sayang gue sekalian ya." teriak Raka.
Sontak Arin pun langsung menoleh kebelakang dan melotot ke arah Raka.
yang dipelototin malah tersenyum tanpa dosa.
Tak lama Arin kembali kemeja membawa nampan berisi makanan, dan menyajikan di meja.
"Makasih, Arin sayang." ucap Raka.
"Semua orang Lo panggil sayang," balas Arin.
"Sudah ayo kita makan dulu, gue sudah lapar." ujar Sinta.
"Kamu masih sama seperti yang dulu ya Zah," ucap Radit tiba-tiba.
"Sifat kamu juga masih sama seperti dulu yang selalu cuek terhadap orang yang kamu kenal." ujar Radit. Tapi kamu sedikit berubah dengan penampilan mu, tapi Aku akan tetap selalu Menyayangimu." ucap Radit lagi. Sambil mengelus lembut kepala Zahwa.
"thul, Lo mau kemana?" tanya Raka. Karena tiba-tiba Fathul pergi meninggalkan mereka tanpa sepatah kata.
"Mau ke kelas," jawab Fathul tanpa menoleh kearah Raka.
"Apa dia cemburu melihat si culun sama Radit?" tanya Raka ke Fathan.
"iya, kali." jawab Fathan.
"Kak jangan begini malu dilihat orang." ucap Zahwa. Sedikit menjauhkan kepala dari Radit, karena Radit memegang kepala Zahwa.
"Kenapa, harus malu?" jawab Radit.
"Kita kan bukan muhrim" ucap Zahwa.
"Kata siapa kita bukan muhrim, aku halal bagimu Zah apa kamu lupa." ujar Radit.
Sontak membuat teman-temannya yang lagi makan tersendak semua.
Uhuk uhukk uhuk
Zahwa pun langsung memberikan minuman kepada mereka.
__ADS_1
Setelah mereka minum, mereka langsung menatap Zahwa. dengan tatapan meminta penjelasan.
Zahwa yang melihat tatapan tajam temannya langsung menundukkan kepalanya.
saat mereka kembali kekelas
Radit sengaja menarik tangan Zahwa, memberikan isyarat agar Zahwa diam.
Radit membawa Zahwa kebelakang sekolah.
Kak Radit kenapa ngajakin aku kesini kak? tanya Zahwa dengan badan yang sudah gemetaran.
duduk dulu, gak perlu takut aku tidak akan memakanmu, ujar Radit.
kemudian Zahwa duduk disamping Radit.
liat aku Zah, ucap Radit. kerena Zahwa masih menunduk, akhirnya Radit memegang kedua pipi Zahwa dan mengangkatnya agar Zahwa menghadapnya.
Liat aku baik, baik zah apa kamu melupakan seseorang yang selalu ada di hatimu, ucap Radit dengan tersenyum.
Zahwa pun mengamati wajah tampan Radit dengan serius. tak lama zahwa mulai mengenali Radit.
kakak, ucap Zahwa.
benarkah ini kamu kak? tanya Zahwa. sudah meneteskan air matanya, dia tak menyangka kalau Radit akan kembali lagi.
iya ini aku, ucap Radit. kemudian memeluk Zahwa.
kakak jahat sekali tidak pernah memberiku kabar, keluh Zahwa sambil memukul punggung Radit karena posisi mereka masih berpelukkan.
sudah yuk kita kembali ke kelas sebentar lagi bel masuk.
nanti kita lanjutkan dirumah.
ucap Radit .
Kemudian mereka melangkahkan kakinya menuju kelas, baru mau sampai pintu bel masuk berbunyi.
itu dia si Zahwa, kenapa dia bisa bareng Radit ya. ucap teman-temannya.
*********************************
Zahwa : Thor kak Fathul cemburu gak sih kalau aku dekat dengan kak Radit?
author : cemburu, dia Ampe nangis nangis marah marah ke aku.
Zahwa : kenapa dia harus cemburu?
author : Lo tanya saja sendiri orangnya.
jangan lupa like dan vote nya ya kakak
terimakasih 😘😘😘😘😘
__ADS_1
part 33 & 34 sya revisi lagi