Sie Culun Cintaku

Sie Culun Cintaku
Part 124 Happy Anniversary


__ADS_3

Pernikahan adalah impian semua orang untuk menyempurnakan ibadah dan melengkapi kehidupannya.


Dua tahun sudah pernikahan Zahwa dan Fathul.


Meski sudah dua tahun menjalani bahtera rumah tangga, tapi sampai saat ini mereka masih menikmati massa pacarannya karena belum ada tanda-tanda Fathul junior.


Bukan menunda kehamilan, tapi memang belum diberikan kepercayaan oleh Allah, mereka tetap bersyukur meski belum ada hadirnya sang buah hati disamping mereka.


Saat ini Zahwa juga masih sibuk dengan kuliah.


Fathul pun sama masih sibuk dengan pendidikan dan bekerja di perusahaan Ayahnya.


Kedua orang tua mereka juga tidak pernah mempermasalahkan hadirnya Fathul junior yang terpenting bagi mereka adalah rumah tangga putra putrinya langgeng bahagia selalu.


Orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik buat anaknya.


* Hari ini Zahwa dan Fathul berada dirumah orang tua Zahwa.


Setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah Mbok Rumi, Mama Ara dan Zahwa berangkat ke pasar untuk membeli keperluan acara nanti malam. Tak butuh waktu lama mereka telah sampai di pasar, setelah mobil terparkir Zahwa, Mama, dan Mbok Rumi keluar dari mobil. Mereka berjalan masuk kedalam pasar membeli semua kebutuhan masak ada daging, ikan, ayam, semua bumbu buat sambal, bumbu ungkep, dll.


Dua jam berlalu para wanita keluar dari pasar, menuju tempat parkiran mobil mereka Zahwa ,memasukan semua belanjaan ke bagasi mobil. Kali ini Zahwa yang menyetir.


"Dik, kita mampir di abang penjual beli bubur ayam yang di perempatan depan," ucap Mama Ara.


"Iya, Ma." Zahwa menghentikan mobilnya di depan penjual bubur ayam langganan keluarga wijaya. Zahwa turun membeli bubur.


"Kang, bubur tujuh bungkus ya," ucap Zahwa.


"Iya, neng Zah siap," balas Kang Jaja penjual bubur.


Setelah menunggu sekitar lima belas menit pesanan Zahwa sudah selesai.


"Ini neng Zah, pesanannya." Kang Jaja memberikan 3 bungkus plastik.


"Terima kasih, Kang." Zahwa memberikan uang seratus ribuan.


"Kembalinya Neng," ucap Mang Jaja.


"Buat Ani saja Kang," balas Zahwa. Ani adalah Kang Jaja. Kemudian Zahwa masuk ke dalam mobil melanjutkan perjalanannya menuju kerumah.


Lima belas menit mereka sampai di rumah, langsung disambut suami tercinta. Fathul yang melihat mobil istrinya datang dia langsung berjalan kearah garasi menghampiri sang istri, membukakan pintu untuk mertua dan istrinya serta Mbok rumi.


"Silakan, Mbok," ucap Fathul setelah membukakan pintu mobil untuk Artnya.

__ADS_1


"Terima kasih den Fathul," ujar Mbok Rumi.


"Sama-sama Mbok." kemudian Fathul membuka garasi mengambil belanjaan dan membawanya kedalam dapur karena banyaknya kantong belanjaan Fathul di bantu Mang Joko.


Suami idaman, mantu idaman, dan majikan idaman ya ... hehe.


Zahwa dan Mama Ara menyiapkan bubur ayam yang tadi ia beli di atas meja untuk dirinya, Mama, Papa dan Fathul, tiga bungkus lagi Zahwa berikan pada Mbok Rumi supaya dibagikan pada satpam dan sopir pribadi.


Setelah sarapan Zahwa dan Mama Ara membantu Mbok rumi membersihkan daging, ikan, dan belanjaan yang tadi mereka beli.


Setelah beres semua mereka beristirahat terlebih dahulu, nanti sore baru bertempur di dapur lagi.


*


*


** sore hari.


Bunda Rita dan Ayah Ali sampai di rumah besannya.


"Assalamualaikum," ucap merek di depan pintu.


"Wa'alaikumussalam," balas Mama Ara kemudian membukakan pintu untuk tamunya.


"Gimana kabarnya?" tanya Mama Ara pada besannya.


"Alhamdulillah kita baik," jawab Bunda Rita.


"Saya tinggal sebentar ya Rit," pamit Mama Ara.


"Iya," balas Bunda Rita.


Setelah berpamitan dengan besannya Mama Ara berjalan menuju ruang kerja suaminya dan ke kamar Zahwa.


Mama Ara menaiki anak tangga pertama yang ia tuju adalah ruang kerja suaminya, saat sudah sampai ia pun mulai mengetok pintunya. "Assalamualaikum, Pa ini Mama," ucapnya.


"Wa'alaikumussalam, masuk Ma pintunya tidak dikunci,"balas Papa Ari. Mama Ara pun membuka pintu berjalan masuk kedalam. "Pa, ada Rita dan Mas Ali dibawah." Mama ara memberitahu suaminya kalau besannya sudah datang.


"Baiklah, Papa akan turun menemui mereka," ujarnya kemudian menutup layar laptop si depannya, kemudian dia berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar ruang kerja bersama istrinya. Setelah keluar dari ruangan Papa Ari berjalan kedepan arah tangga menuju lantai bawah, sedangkan Mama Ara berjalan kebelakang. Papa Ari yang melihat dia dan istrinya beda arah dia pun bertanya. "Mama mau kemana?"


"Mama ingin kekamar Zahwa," jawab Mama Ara.


"Oh ... ya sudah, Papa kebawah duluan," ujar Papa Ari.

__ADS_1


Mama Ara mengangguk sebagai jawaban. Setelah itu dia melanjutkan langkahnya menuju kamar putrinya.


"Assalamualaikum, sayang ini Mama," ucap Mama Ara di depan pintu kamar Zahwa.


"Wa'alaikumussalam. Iya, Ma." Zahwa membukakan pintu untuk Mamanya.


"Sayang, mertua kamu sudah datang," ujar Mama Ara.


"Iya, Ma, Adik akan turun tunggu Kak Fathul selesai mandi," balas Zahwa.


"kalau begitu Mama turun dulu ya," pamit Mama Ara, kemudian dia berjalan menuruni anak tangga menuju ruang tamu.


"Iya, Ma." Zahwa kembali masuk kedalam kamar setelah kepergian Mamanya.


"Siapa, Ay?" tanya Fathul pada istrinya.


Tadi saat keluar dari kamar mandi Fathul melihat istrinya berbicara dengan seseorang didepan pintu.


"Mama memberitahu kalau bunda dan Ayah sudah datang," balas Zahwa.


"Ya sudah, kita turun sekarang!" Fathul menggandeng tangan Zahwa berjalan keluar kamar menuju ruang tamu.


Setelah menuruni beberapa anak tangga mereka berdua sampai di ruang tamu, mereka langsung menghampiri Bunda dan Ayah menyalami orang tuanya. Kemudian mereka duduk bergabung. Zahwa duduk disamping Bunda Rita, sedangkan Fathul duduk di sebelah istrinya.


"Bunda dan Ayah apa kabar?" tanya Zahwa.


"Alhamdulillah seperti yang kamu lihat kita baik-baik saja sayang," jawab Bunda Rita.


"Bunda kangen sekali sama kamu sayang." Bunda menciumi wajah menantunya.


"Zah, juga kangen sama Bunda," balas Zahwa. Sudah beberapa bulan Zahwa tidak berkunjung kerumah mertuanya karena padatnya jadwal kuliah dan sekarang dia harus mengambil alih kerjaan suaminya mengurus beberapa restoran yang didirikan Fathul karena Fathul harus membantu di perusahaan Ayahnya.


Setelah temu kangen mereka pun asyik ngobrol bareng, ada saja topik yang mereka obrolkan membuat mereka tertawa bersama.


Adem ya kalau melihat para keluarga kumpul bersama ada kebahagiaan tersendiri. Melihat para orang tua dalam keadaan sehat, selalu berada di samping kita meskipun kita sudah berkeluarga sendiri, tapi tetap posisi orang tua tidak dapat tergantikan oleh siapapun. Keberadaannya selalu menjadi penghangat bagi kita anaknya.


*****************


Kalian pati juga ingin ya memiliki keluarga yang utuh seperti mereka, keluarga yang hangat, penuh dengan kasih sayang.


Tetap sayangi keluarga kalian apa pun keadaannya.


love you all. Jangan lupa untuk terus bahagia.

__ADS_1


😘❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️ ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2