Sie Culun Cintaku

Sie Culun Cintaku
Part 98


__ADS_3

Zahwa dan Fathul kini sudah bersiap untuk pergi ke rumah Sinta.


"Ayo! Zah." Fathul sedari tadi nungguin Zahwa yang tak kunjung keluar kamar padahal tadi sudah siap untuk berangkat.


"Iya, Kak sebentar." Karena istrinya tak kunjung keluar, Fathul memilih menghampiri istrinya.


"Kamu ngapain sayang?" tanya Fathul.


"Pilih sepatu yang cocok sama gaunnya."


"Udah pakai itu saja cocok," ucap Fathul biar cepat selesai pilih sepatunya.


"Tapi ini agak sempit." Kaki Zahwa yang semakin besar apa sepatunya yang berubah jadi kecil entahlah.


"Apa kita harus beli terlebih dahulu?"


"Memangnya jam segini ada toko sepatu yang buka?"


"Tidak."


"Terus?"


"Kita belinya nanti setelah dari rumah Sinta, sekarang ayo, kita berangkat nanti terlambat!"


"Iya Kak." Zahwa pasrah mengikuti langkah suaminya keluar dari apartemen.


Satu jam mereka sampai di rumah Sinta, ternyata temannya sudah berada di sana.


Susi, Arin, dan Fathan, sudah rapi dengan baju seragam yang di berikan Sinta.


Zahwa menghampiri Susi, dan Arin. "Assalamualaikum," ucapnya.


"Wa'alaikumussalam."


"Kalian dari mana? kenapa lama sekali?"


Zahwa hanya cengengesan nggak mungkinkan dia jujur bilang ribet pilih sepatu.

__ADS_1


"Sinta dimana Sus?" Zahwa mengalihkan pembicaraan.


"Ada di dalam lagi dandan."


"Memangnya nanti acara di mulai jam berapa?"


"Jam sepuluh katanya."


"Kita kekamar Sinta yuk!" Zahwa mengajak Susi, dan Arin masuk ke dalam.


"Kak, Zah ke kamar Sinta dulu," pamit Zahwa.


"Iya."


Mereka bertiga masuk menuju kamar Sinta, tapi saat mau melangkah naik anak tangga Zahwa melihat Mami Sinta berada di dapur.


"Kalian duluan saja, nanti aku nyusul," ucap Zahwa kemudian menghampiri Mami.


"Mami." Zahwa menyapa orang tua Sinta dan menyalaminya.


"Anak Mami, kapan datang sayang?"


"Semuanya sudah beres sayang, kamu temenin Sinta aja pasti dia lagi nungguin kamu."


"Iya Mi, kalau gitu Zah ke kamar Sinta dulu ya."


"Iya sayang."


Mereka bersahabat tapi rasa sodara seperti keluarga.


Setelah berpamitan dengan Mami, Zahwa melangkahkan kakinya menuju kamar Sinta.


"Assalamualaikum," ucap Zahwa di depan pintu kamar Sinta.


"Wa'alaikumussalam, masuk Zah tidak di kunci."


Zahwa masuk kedalam kamar Sinta, terlihat Sinta yang sudah cantik dengan baju kebaya warna Nany dengan sedikit polesan di wajahnya membuatnya terlihat cantik dan anggun.

__ADS_1


"kamu kelihatan cantik, anggun, cewek banget, pasti Raka pangling liatnya." Karena biasanya Sinta itu cewek yang tomboy.


"Gue memang udah cantik dari dulu."


"Ist..."


"Rasanya gimana Sin?"


"Gue deg deg degan banget, nih tanganku sampai dingin begini." Sinta menggenggam tangan Zahwa.


"Kalau kamu dulu gimana Zah?"


"Apanya yang gimana?" tanya Zahwa.


"Perasaan kamu saat di lamar Fathul."


"Ya gitu deg degan, tapikan waktu itu aku nggak tau kalau dilamar, bilangnya cuma mau silaturahmi."


"Sayang tamunya sudah datang," ucap Maminya di depan pintu kamar.


"Iya Mi."


Sinta beranjak dari duduknya berjalan keluar kamar dengan bergandengan tangan, sebalah kanan Mamanya, dan kiri Zahwa, Susi dan Arin di belakang. Mereka menuruni anak tangga menuju ruang tamu.


Acaranya tidak mewah, hanya di hadiri sanak saudara saja itu juga nggak semuanya hanya yang dekat rumah saja, karena baru acara lamaran jadi mereka memilih acaranya sederhana saja.


"Itu beneran Sinta thul?" tanya Fathan.


"Ya iyalah masa orang lain kan nggak mungkin."


"Ya kali tukeran sama orang," ucap Fathan.


"Diam! berisik," omel Raka, dia deg degan sahabatnya malah berdebat nggak jelas.


Kedua sahabatnya langsung terdiam.


***************

__ADS_1


Jangan lupa datang ke acara lamaran Sinta dan Raka.🤭


Terima kasih buat kalian yang sudah selalu setia membaca cerita aku lope buat kalian.🥰🥰🥰🥰🥰❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2