Sie Culun Cintaku

Sie Culun Cintaku
Part 88


__ADS_3

Arin menoleh menatap ke arah Radit, dengan tatapan bertanya bagaimana ini?.


Radit yang melihat tatapan itu, ia tersenyum dan mengedipkan matanya, memberikan isyarat semua akan baik-baik saja.


"Kalian sejak kapan pacaran?" tanya Zahwa.


"Kita tidak pacaran Zah."


"Terus?" Zahwa bingung, tidak pacaran tapi berduaan.


"Iya dik, dia bukan pacar kakak, tapi calon istri Kakak." jawaban Radit membuat Arin melongo, ia tidak menyangka Radit akan bicara seperti itu.


Jangan di tanya wajah Arin sekarang, pipinya yang berkulit putih kini sudah berubah menjadi merah, seperti tomat.


"Itu pipi kenapa Rin, jadi seperti tomat begitu," sindir Zahwa.


Sontak ucapan Zahwa, membuat Arin semakin malu, gugup, dan salah tingkah. "Apaan sih Zah?!" elaknya dengan mencubit tangan Zahwa.


"Tak perlu malu Rin, sebentar lagi kita akan jadi sodara, aku tidak menyangka, tapi aku bahagia kamu jadi sodara aku," tutur Zahwa dengan tersenyum.


"Sudah dik, jangan godain calon kakak sepupu kamu," ucap Radit.


"Iya sayang, lebih baik kita makan saja dulu!" sahut Fathul.

__ADS_1


Zahwa mengangguk sebagai jawaban, ia sebenarnya ingin mendengar penjelasan dari Arin, dan masih banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan, tapi suaminya sudah memberikan isyarat agar berhenti bertanya.


Selesai makan Fathul langsung mengajak Zahwa pulang, ia tak mau mengganggu temannya yang sedang kasmaran, dia juga kan pernah merasakan seperti itu, pasti tidak nyaman kalau ada orang lain, meskipun itu teman kita sendiri, tetap saja kurang nyaman.


"Kita pamit dulu ya," ucap Fathul beranjak dari duduknya, di ikuti sang istri di sebelahnya.


"Kenapa, adik ipar buru-buru?" tanya Radit.


"Ist... jangan panggil gue seperti itu," keluh Fathul, masa di tempat umum manggil seperti itu bikin malu.


Radit tertawa, ternyata adik sepupu iparnya plus temannya itu bisa kesal juga, padahal Radit tahu betul Fathul itu orang yang pendiam, cuek, tapi kalau lagi ngambek lucu juga.


"Jangan tertawa tidak ada yang lucu," kesalnya kemudian meninggalkan meja dua insan yang lagi di mabuk asmara, karena baru berjumpa setelah beberapa bulan harus LDR.


Fathul dan Zahwa sudah berada didalam mobil.


"Kita mau kemana lagi sayang?" Fathul membuka suara saat mobilnya sudah keluar dari Cafe.


"Kita pulang saja ya Kak, aku lagi ingin dirumah saja."


"Baiklah, apa ada mau dibeli?"


"Tidak "

__ADS_1


Fathul melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, menuju apartemen mereka.


Tak lama mereka sampai di apartemen, Fathul memarkirkan mobilnya, setelah itu ia bersama sang istri masuk kedalam kamarnya.


Zahwa langsung masuk kamar terlebih dahulu, untuk mengganti pakaian rumahan, Fathul memilih merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil menonton acara televisi.


Tak lama Zahwa keluar kamar menuju dapur membuat minum es jeruk untuk dirinya dan suami, kemudian ia menghampiri suaminya dengan membawa dua gelas minum dan cemilan. "Diminum kak," ucapnya kemudian ia duduk disebelah suaminya.


"Terima kasih sayang." Fathul mengambil segelas es jeruk dan meminumnya.


"Kakak, Minggu besok kita kerumah Mama ya, aku kangen sama Mama," ucap Zahwa.


"Iya."


Zahwa sibuk dengan ponselnya, menonton drakor kesayangannya, sedangkan Fathul kini sibuk di depan laptopnya, mengecek laporan dari karyawannya.


... *************************...


Maaf ya alurnya ngalur ngidul, lagi buntu nih karena sibuk dengan urusan dunia.


Terima kasih semua yang masih setia dengan cerita receh ku.


Minta like dan vote ya kakak.😘🥰🥰😘

__ADS_1


__ADS_2