Sie Culun Cintaku

Sie Culun Cintaku
part 86


__ADS_3

Kejujuran Raka dan Sinta.


Satu bulan berlalu Raka dan Sinta menjalin hubungan, tapi mereka masih enggan memberitahu teman-temannya, meskipun temannya selalu menaruh curiga padanya, saat melihat Raka perhatian kepadanya.


Saat ini mereka sedang makan bersama, biasa nongkrong di Cafe.


Aku boleh bertanya sesuatu? Arin membuka obrolan.


"Boleh silahkan mau tanya sama siapa?" jawab Fathan.


"Sinta dan Raka, apa kalian menyembunyikan sesuatu dari kita semua?"


Mendengar ucapan Arin, Sinta yang sedang minum langsung tersendak.


Refleks, Raka langsung menepuk pelan pundak Sinta. "Pelan-pelan minumnya." tanpa ia sadari perlakuan mendapatkan tatapan tajam dari teman-temannya.


Mereka yang melihat interaksi dua insan itu, semakin dibuat penasaran.


"Jujur dengan kita semua sebenarnya kalian ada hubungan apa? apa kalian? itu tidak mungkin." Arin menggantungkan ucapnya dan langsung menggeleng-gelengkan kepalanya, ini pasti tidak mungkin, hanya pikiran ku saja.


Sinta dan Raka saling berhadapan, kemudian Raka menganggukkan kepalanya, sebagai kode kalau sudah saatnya teman-temannya mengetahui hubungan mereka.


Sinta yang sudah mendapat persetujuan dari Raka, mungkin memang sudah saatnya temannya mengetahui hubungan mereka.


Setelah terdiam mendengar pertanyaan Arin.


Akhirnya Sinta menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Sontak saja jawaban Sinta membuat mereka terkejut. "What, kalian tidak sedang bercanda kan?"

__ADS_1


"Tidak," lirih Sinta dengan menundukkan kepalanya. Sinta yang sekarang sangat berbeda dengan yang dulu, ia sekarang sedikit diam dsn kalem sedangkan dulu ia orang yang sangat bawel.


"Benar-benar dunia itu sempit." Celetuk Fathan.


"Kalian benar-benar membuat kita mempunyai penyakit jantung dadakan," ucap Susi.


"Memangnya kenapa ada yang salah?" tanya Sinta bingung dengan ucapan Susi.


"Gimana, kita tidak jantungan, mendengar kabar kalian pacaran, Miss bawel yang selalu bertengkar dengan Mr. play boy, tapi kini ia luluh dengan sang play boy," jelas Susi dengan tertawa, ia tidak menyangka bahwa Raka dan Sinta akan berjodoh.


"Sudah berapa lama kalian menyandang gelar sebagai pasangan kekasih?" kini Zahwa yang angkat bicara.


"Satu bulan," jawab Raka.


"Jahat sekali kalian tidak memberi tahu kami," sahut Arin.


"Sudahlah, yang penting sekarang mereka sudah jujur," jelas Zahwa.


"Amin," jawab mereka kompak.


"Tinggal kita berdua dong Sus yang masih jomblo," ujar Arin dengan muka lesu.


"Iya, tak apalah perjalanan masih panjang," balas Susi.


"Hmmm, eh...tapi sepertinya bukan kita berdua, noh masih ada satu lagi yang jomblo," Arin mengarahkan matanya ke arah Fathan.


"Oiya." setelah itu mereka berdua tertawa, tapi yang mereka tertawakan tidak merasa.


"Kalian kenapa tertawa seperti itu?" Zahwa rang bingung dengan tingkah kedua temannya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa," jawab mereka berdua kompak.


"Jomblo bahagia," sindir Fathan.


"Sama Lo juga," balas Arin dan Susi.


*


*


**************************


Itulah jodoh, kita tak pernah tahu siapa dia dimana dia berada.


Tanpa kita sadari ternyata jodoh kita ada di depan mata.


Tak perlu dicari, dia akan datang dengan sendiri.


Allah sudah takdirkan kita berpasang-pasangan.


Jadi tak perlu khawatir dengan namanya pasangan, dia akan datang pada saatnya.


Pilihlah pasangan kalian dengan sungguh-sungguh, jangan ada penyesalan di akhir nanti.


Jangan pernah menyalahkan takdir, karena takdir tidak pernah salah.


*


Terima kasih semua yang selalu setia membaca cerita saya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote ya kakak biar tambah semangat nih up-nya.


__ADS_2