
Liburan adalah hal paling terindah untuk menyegarkan pikiran. Saat mood mulai jelek bisa kita jadikan liburan sebagai obatnya.
Setelah menempuh perjalanan sepuluh jam mereka sampai di kota tujuan. Kota Lasem kali ini jadi pilihan liburan mereka, kota yang penuh dengan sejarah, budaya, dan tempat wisata.
Mereka beristirahat di penginapan terdekat karena masih menunjukkan pukul 03.00 pagi. Ke esokan harinya, tempat wisata pilihan pertama mereka adalah Pantai Caruban Beach yang terletak di Ds.Gedong Mulyo, Kec. Lasem, Kab. Rembang, Jawa Tengah.
Tempatnya sangat indah dan bersih membuat kita para pengunjung sangat betah sekali berlama-lama disana, duduk di pinggir pantai sambil memakan rujak buah, gorengan, dan es kelapa asli. Setelah menikmati makanan mereka mulai berjalan kearah pantai mengambil beberapa foto.
Tak berasa waktu berputar begitu cepat tiga jam sudah mereka berada di sana, setelah puas menikmati suasana pantai mereka pulang ke penginapan.
"Kita langsung pulang atau gimana nih?" tanya Raka.
"Kita pulang sajalah perut kenyang pengen tidur ," jawab Arin.
"Baiklah." Raka melajukan mobilnya menuju hotel tempat mereka menginap. Tak butuh waktu lama mereka sampai di penginapan setelah mobil terparkir para wanita keluar mobil dan langsung masuk kedalam kamar masing-masing.
"Pantainya indah sekali ya Kak," ucap Zahwa sambil melihat foto di ponselnya.
"Iya, besok kita kemana lagi?" tanya Fathul, kini mereka sudah berada didalam kamar merebahkan tubuhnya yang masih terasa lelah menjadikan paha istrinya sebagai bantal.
"Besok kita ke pantai Karang Jahe Beach," jawab Zahwa.
"Di sebelah mana itu?" tanya Fathul.
__ADS_1
"Tidak jauh dari tempat tadi Kak," balas Zahwa.
"Oh ... Ay," panggil Fathul.
"Apa?" Zahwa melihat ke arah suaminya.
"Mau minum," ujar Fathul.
"Kakak bangun dulu, Zah ambilkan minum," sambung istrinya. Fathul bangun dari tidurnya duduk di atas kasur dengan bersandar di kepala ranjang sambil menonton acara televisi.
Zahwa beranjak dari kasur mengambilkan minum untuk suaminya.
"Ini Kak." Zahwa memberikan segelas air putih.
"Sama-sama." Zahwa kembali naik ke atas kasur duduk di sebelah Fathul melihat acara televisi botak kembar.
"Seru kali ya kalau punya anak kembar gitu lucu sekali," ujar Fathul dengan tersenyum manis di hadapan istrinya.
"Ngapain senyum-senyum." Zahwa yang mulai mengerti maksud suaminya, dia kembali melihat ke arah televisi.
"Ayo, Ay!" bujuk Fathul.
Zahwa pura-pura tidak mendengar. "Ay." Fathul terus saja merengek dan mulai mendekati istrinya.
__ADS_1
"Kak, ini siang bolong, mendingan kita tidur siang biar nanti sore badan kembali fit," ucap Zahwa.
"Habis itu kita tidur, kan sama saja Ay." Fathul masih terus berusaha agar istrinya mau memberikan jatah hari ini.
"Bedalah tidur habis olahraga sama tidur lelah perjalanan," ujar Zahwa.
"Apa bedanya?" tanya Fathul. Mau minta saja banyak sekali alasannya.
"Pokoknya beda." Zahwa fokus ke televisi mencari drama kesukaannya. Zahwa suka sekali menggoda Fathul membiarkan Fathul terus saja ngoceh di sebelahnya.
Fathul tak ke habisan ide dia kembali merebahkan tubuhnya dan menjadikan paha istrinya sebagai bantal kemudian dia melingkarkan tangannya di perut Zahwa, menempelkan wajahnya dan menciumi perut istrinya.
"Kakak jangan begini geli, haha," keluh Zahwa. Dia berusaha melepaskan tangan Fathul, tapi apalah daya Fathul semakin mengeratkan pelukannya. Zahwa semakin tertawa kegelian.
"Iya, iya, ampun." Zahwa mulai menyerah dan pasrah dengan kemauan suaminya.
Akhirnya perang di kasur di menangkan sang suami, dengan senang hati Fathul langsung memulai aksinya olahraga di siang menjelang sore.
... **************************...
Mohon maaf tidak bisa menceritakan hal seperti itu, bisa di bayangkan sendiri.
TERIMA KASIH yang masih setia dengan cerita saya.
__ADS_1