Sie Culun Cintaku

Sie Culun Cintaku
Part 125 HA ke2


__ADS_3

Setelah Bunda dan Ayah disusul Fakhri bersama Lala, dan Ibu mertua serta Adik iparnya sampai di kediaman rumah orang tua Fakhri.


Semakin bertambah ramai kediaman Wijaya kedatangan para besannya. Kini para perempuan sibuk didapur menyiapkan semua.


Sedangkan para lelaki menghias taman menyulap agar indah.



Hari ini semua berkumpul di kediaman Wijaya untuk merayakan happy anniversary putri dan putra mereka yang ke-dua tahun.


Meskipun Zahwa dan Fathul orang kaya tapi mereka memilih untuk merayakannya cukup di rumah saja bersama keluarga dan para sahabat nya. Kebersamaan keluarga sudah lebih dari cukup.


Tak lupa Oma dan Opa pun datang ikut merayakan happy anniversary cucunya, mereka berdua berharap setelah ini ada kabar bahagia buatnya yaitu kehadiran penerus keluarga Wijaya.


Pukul 20.00.


Sinta, Raka, Arin, Susi, dan Radit sampai di kediaman Zahwa, mereka sengaja datang barengan. Setelah memarkirkan mobilnya mereka berjalan menuju halaman rumah.


Halaman rumah berada di depan rumah, sedangkan mobil parkir disamping rumah. Sultan ya jadi halaman rumahnya luas.


"Assalamualaikum," ucap mereka bersama saat sampai dihalaman rumah Zahwa dan menghampiri para keluarga Zahwa serta menyalami para orang tua yang berada disana.


"Wa'alaikumussalam," jawab mereka yang berada di halaman.


"Hai, selamat." Sinta, Arin, dan Susi langsung memeluk Zahwa. Kebahagiaan sahabat juga kebahagiaan mereka semua.


"Silakan duduk dulu!" Zahwa mempersilakan para sahabatnya untuk duduk di kursi yang tersedia.


Halaman rumah telah disulap seperti cafe yang penuh dengan lampu indah dimalam hari.



Anggap saja seperti itulah, hehe.



Makanan pembuka sebelum acara dimulai.


Pukul 21.30 acara bakar-bakar dimulai.


Para lelaki mulai membakar ada daging, ikan, ayam, sosis dll.


Sedangkan para perempuan mempersiapkan saus, sambal, dan minuman ada juga yang menata piring serta gelas di meja.

__ADS_1


Sambil menunggu makanan matang mereka para emak-emak temu kangen dengan besan, karena jarang sekali Mama Ara bertemu dengan besannya, kesibukan membuat jarang berada di rumah. Bunda Rita juga sibuk, Ibu Lala pun sama sekarang sibuk jaga toko kuenya.


Setelah satu bulan pernikahan Lala Fakhri membangun sebuah toko kue untuk mertuanya supaya tidak kesepian dirumah, karena Lala dan Fakhri memilih untuk tinggal sendiri dirumah yang diberikan oleh orang tuanya sebagai hadiah pernikahan.


*Zahwa dan para sahabatnya ngobrol bercanda bersama sesekali mereka tertawa entah apa yang mereka bicarakan hanya mereka yang tahu.


"Zah, ini sih keren banget lho," ucap Arin, karena meski acara dirumah tapi mewah sekali.


Sultan bebas ya.


Zahwa hanya tersenyum menanggapi ucapan sahabatnya, baginya bukan mewahnya acara tapi kebersamaan yang ia inginkan.


Pukul 23.00 acara bakar-bakar selesai Mama Ara, Bunda Rita, dan Ibu Lala mempersiapkan semua di meja makan. Setelah semua sudah tersedia di atas meja, acara makan-makan pun segera dimulai.


Papa Ari membuka acara.


"Assalamualaikum, selamat malam semua semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya untuk merayakan acara happy anniversary putri dan putra kami semoga Allah SWT selalu menjadikan keluarga mereka kelurga yang sakinah, mawadah, warahmah rumah tangga yang penuh dengan kebahagiaan, dan semoga secepatnya Allah titipkan malaikat kecil untuk mereka," ucap Papa Ari.


Semua yang hadir mengamini do'a Papa Ari untuk rumah tangga Zahwa dan Fathul.


"Sebelum kita makan ala alangkah baiknya kita membaca do'a terlebih dahulu, berdo'a dimulai." Papa Ari memimpin do'a.


Semua orang mengangkat kedua tangannya dan membaca do'a sebelum makan. Bukan hanya anak kecil yang kita suruh baca do'a sebelum makan kita pun wajib baca ya.


Pukul 00.30 acara makan bersama selesai.


Zahwa dan para sahabatnya menuju kamar untuk beristirahat. Semua tamu menginap di kediaman Wijaya.


Zahwa mengajak para sahabatnya tidur dikamar tamu, karena tidak mungkin kan dia mengajak para sahabatnya untuk tidur dikamar miliknya, kalau dulu sebelum menikah tak apa, tapi sekarang Zahwa sudah menikah jadi kamar itu privasi hanya Zahwa dan Fathul yang boleh masuk.


Mama Ara saja tidak berani masuk karena baginya itu privasi anaknya.


"Zah, kamu kalau mau kekamar tidak apa takut Fathul nungguin," ucap Arin.


"Bukan ngusir Zah, tapi kita takut Fathul nyariin," sambung Susi.


"Tidak, Kak Fathul sudah tahu aku disini tenang saja," balas Zahwa.


"Mudah-mudahan setelah ini kita dapat ponakan ya gaes," ujar Sinta.


"Amin, kita tunggu dua ponakan." Arin dan Susi dengan semangat menjawab aminnya.


"Dua ponakan dari mana?" Sinta menatap kearah Zahwa. Zahwa hanya mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban.

__ADS_1


"Iyalah dua, dari Zahwa dan kamu Sinta." Arin menjelaskan ucapannya yang tadi.


"Oh. Kalau kita hamil bareng gimana ya seru kali ya Zah, hehe." Sinta langsung treveling membayangkan dirinya dan Zahwa hamil bareng, ngidam bareng, punya anak bareng.


"Iya, hehe," balas Zahwa.


"Kalau kita berdua, gimana kalau nikahnya barengan satu gedung." Arin memberikan usul pada Susi.


"Wah, boleh juga tuh ide yang bagus." Susi pun antusias dengan ide Arin.


"Jangan woi, kalau kalian nikah bareng, aku kasih amplopnya satu bagi dua ya, haha," ucap Sinta.


"Lha tidak bisa begitu," protes Arin.


Sudah kalian ini lagian ada-ada saja yang dipikirkan lebih baik sekarang kita istirahat ini sudah hampir pagi lihat tuh. Mereka langsung menoleh kearah jam dinding dan benar saja jam sudah menunjukkan pukul 02.30.


"Lha itu jam kenapa cepat sekali berputarnya, perasaan tadi masih sore," ucap Susi.


"Eh, Maemunah mana ada jam di salahin," omel Sinta.


"Kalian ini sudah malam masih saja berantem ayolah kita tidur!" Arin mulai memejamkan matanya disusul dengan yang lain.


Setelah teman-temannya terlelap dalam tidurnya Zahwa melangkahkan kakinya keluar kamar tamu menuju kamarnya, untuk melihat apa suaminya sudah tidur atau masih berbincang-bincang bersama para orang tua.


Sampai di depan kamar Zahwa membuka pintu yang ternyata tidak dikunci dengan perlahan dia masuk kedalam, di lihatnya kasur masih kosong berarti suaminya masih setia di bawah bersama keluarga.


Zahwa mengganti pakaiannya terlebih dahulu sebelum tidur, setelah berganti piyama Zahwa mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya, saat baru ingin memejamkan mata tiba-tiba suaminya masuk kedalam.


"Belum tidur, Ay?" tanya Fathul.


"Baru mau tidur, Kakak masuk," jawab Zahwa.


"Kakak ganti baju dulu baru tidur, itu bajunya sudah Zah siapin di atas sofa," imbuhnya.


"Iya, sayang terima kasih." Fathul masuk kamar mandi untuk membersihkan wajah dan berganti baju tidur.


Setelah keluar dari kamar mandi Fathul menghampiri istrinya ikut merebahkan tubuhnya di samping sang istri, tak lama mereka pun terlelap dalam tidurnya.


... *************** ...


Good night semua semoga mimpi indah.


Jangan lupa untuk selalu like dan vote ya kakak.

__ADS_1


__ADS_2