Sie Culun Cintaku

Sie Culun Cintaku
Part 111


__ADS_3

Alarm berbunyi Zahwa segera bangun dari tidurnya, mematikan jam alarmnya kemudian dia segera turun dari atas kasurnya menuju kamar mandi.


Lima belas menit, Zahwa keluar dari kamar mandi. Di lihatnya suaminya masih tidur dengan nyenyak, ia segera menghampirinya. "Kak, bangun sudah subuh," ucapnya.


"Hem, iya Ay," balas Fathul, kemudian dia segera turun dari kasur berjalan menuju kamar mandi mengambil air wudhu.


"Ay, sebentar kita sholat berjamaah!" ucapnya sebelum masuk kedalam kamar mandi.


"Iya." Zahwa menyiapkan baju Koko dan sarung untuk suaminya.


Selesai sholat subuh, Zahwa langsung menuju ke dapur, mengambil sayuran dalam kulkas yang akan dia jadikan masakan hari ini. Zahwa memilih sayur sawi dan tempe.


Dua puluh menit bergelut di dapur, akhirnya selesai juga masakan untuk sarapan pagi ini, dengan menu oseng sawi dan tempe krispi. Dia sajikan di meja makan dan menyiapkan dua piring serta tak lupa minum.


"Wangi sekali baunya, Kamu masak apa Ay?" tanya Fathul yang baru keluar kamar, karena mencium bau aroma masakan membuat perutnya demo ingin segera di isi.


"Ayo! kita sarapan Kak! Zah, sudah masak oseng sawi sama tempe krispi, kakak doyan kan?" tanyanya.


"Apapun yang kamu masak pasti saya makan." jawab suaminya, Fathul memang tidak ribet soal masakan, dia apa saja doyan, apalagi yang masak sang istri tercinta.


Fathul menarik kursi untuknya duduk. Zahwa langsung mengambil piring dan mengambilkan makanan buat suaminya.

__ADS_1


"Assalamualaikum," ucap seseorang di depan pintu apartemen mereka.


"Wassalamu'alaikum," balas Zahwa. Dia mengurungkan niatnya untuk duduk. Zahwa berjalan membuka pintu.


"Hai, Zah," sapa seseorang dari luar dengan tersenyum tanpa dosa pagi-pagi sudah bertamu di rumah orang.


"Masuk Kak!" Zahwa mempersiapkan tamunya untuk masuk kedalam.


"Terima kasih, Zah." Orang itu masuk dan duduk di sofa.


"Siapa Ay?" teriak Fathul dari dapur.


"Lu, ngapain? pagi-pagi sudah kesini?" Fathul yang merasa tidak asing lagi dengan suara tamunya.


"Memangnya tidak boleh?" bukannya menjawab itu tamu malah balik nanya.


"Nggak," sahut Fathul, dengan memasukkan nasi kedalam mulutnya.


"Kak Fathan, ayo! ikut sarapan sekalian," ajak Zahwa, kemudian dia mengambilkan satu piring lagi untuk Fathan.


"Terima kasih, Zah." Fathan langsung beranjak dari sofa dan menuju ke dapur, dengan senang hati dia menerima tawaran Zahwa, dia memang belum sarapan dari rumah, karena Mamanya harus ikut ke kantor Papanya.

__ADS_1


Fathan langsung menarik kursi duduk disebelah Fathul, kemudian dia mengambil makanan untuknya.


Zahwa mengambilkan segelas air putih untuk Fathan. "Maaf, ya Kak hanya ada ini menunya," ujar Zahwa.


"Tidak apa Zah, ini juga sudah alhamdulillah, yang penting kenyang," balas Fathan.


"Iya, paling penting gratisan," cibir Fathul.


"Haha, lu tahu saja Thul," sambung Fathan.


Kemudian Mereka makan dengan tenang tanpa ada suara yang ada hanya suara sendok dan garpu yang terdengar.


Setelah selesai sarapan Fathul dan Fathan beranjak dari duduknya menuju ruang tamu, sedangkan Zahwa merapikan meja makan, dan mencuci piring bekas makan.


Paling nggak enak ya istri, sebelum masak harus masak dulu baru makan, setelah makan harus nyuci piring dulu, cuci perabotan bekas masak, merapikan meja makan. Tapi itu adalah adalah tugas mulia, semoga menjadi ladang pahala bagi semua para istri-istri.


... *******************"...


**Semangat buat para ibu-ibu.


Jangan lupa selalu kasih like dan vote ya kakak lope lope buat kalian semua. 🥰🥰🥰🥰🥰❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️**

__ADS_1


__ADS_2