Sie Culun Cintaku

Sie Culun Cintaku
part 79


__ADS_3

Kita mau lanjut nonton apa pulang nih, eh...tapi masa pulang jangan dong kita kan sudah lama tidak berjumpa," ucap Sinta.


Aku sih terserah, ikut saja kemana juga boleh," balas Fathan.


Kalau ke hatimu boleh gak than?" goda Susi.


Balas dong than," celetuk Sinta.


Apaan sih," keluh Fathan.


Baru juga di gombalin Susi, langsung salting begitu, hahaha.


"Sinta, lo bisa diam enggak," kesal Fathan langsung melempar tisu ke arah Sinta.


"Kalian ini bikin malu saja, tuh dilihatin banyak orang," omel Fathul.


"Eh...iya, hehehe."


"Sudahlah, kita pulang saja, apa kalian mau main ketempat aku? tanya Zahwa.


"Ide yang bagus tuh Zah," jawab Sinta.


Kemudian mereka beranjak dari duduknya, keluar dari Cafe.


"Raka nasibnya gimana dong?" tanya Sinta.


Cie...yang khawatir dengan babang Raka," celetuk Susi.


"Ist...buka begitu maksudnya," kesal Sinta.


Sudahlah biarkan saja dia nanti biar nyusul," jelas Fathul.


Mereka berjalan keluar Mall, menuju parkiran dimana mobil mereka terparkir.

__ADS_1


*


*


*


Kamu tinggal di sini Zah? tanya sinta setelah mereka sampai di apartemen Fathul.


"Iya, ayo! silahkan masuk," ucap Zahwa membuka pintu dan mempersilahkan temannya masuk ke dalam.


Zahwa langsung menuju dapur membuatkan minuman. "Apa perlu bantuan?" tanya Fathul.


Kakak mengagetkannya saja, ini kakak bawa ke depan, nampan berisi minuman, sedangkan Zahwa membawa nampan berisi cemilan.


"Ayo! silahkan di minum, makan, maaf cuma ada ini."


"Tidak apa-apa zah," balas mereka kompak.


*


*


Raka di buat kesal karena di tinggal teman-temannya, niat hati ingin bantuin Fathul, malah dia di tinggal sendirian di Mall.


Setelah Raka mengajak Rika berkeliling Mall, ia menyuruh Rika pulang, dan ia kembali ke cafe tadi, ternyata saat masuk kedalam cafe ia tidak menemukan sosok yang ia cari.


Kemudian ia mengambil ponselnya, saat membuka layar ponselnya, sudah ada notifikasi pesan masuk dari Fathan.


Ah...dasar teman durhakim, masa gue di tinggal sendirian, mobil si bawa Fathan, lengkap sudah penderitaannya, nasib-nasib kata pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula. gerutu Raka dalam hati.


Tadi ia harus merogoh dompetnya untuk membelikan tas buat Rika. Kini di tinggal temannya, akhirnya ia ke apartemen Fathul naik Taksi.


*

__ADS_1


*


Kalian benar-benar tega sekali sama gue, masa gue di tinggal sendiran," omel Raka setelah sampai di apartemen Fathul.


"Tenang dulu, duduk dulu sini jangan marah-marah begitu, Lo sudah seperti emak-emak berdaster," Ucap Fathan.


"Si**an Lo," kesel Raka langsung mengambil tissue dan melempar ke arah Fathan.


"Minum dulu sayang," Sinta memberikan segelas air kepada Raka.


"Terima kasih sayang," balas Raka.


"Sama-sama."


Kalian ngapain ngeliatin begitu, gue cuma nenangin dia biar tidak marah, jangan salah faham," jelas Sinta.


Oh... ucap semua kompak dengan mengangguk-anggukan kepalanya sebagai jawaban mengerti.


"Kenapa kalian ninggalin gue?" tanyanya dengan memasukkan makanan kedalam mulutnya.


"Ceritanya gini, bukannya kita mau ninggalin Lo, tadi kita nungguin, karena lama jadi ya sudah kita duluan saja," jelas Fathan.


"Sudahlah yang terpenting sekarang Lo sampai disini dengan keadaan baik-baik saja," sahut Fathul.


"Iya, benar tuh kata Fathul," celetuk Sinta.


"Iya." balas Raka.


#########


Terima kasih kakak semua yang sudah mau membaca cerita aku semoga menghibur kalian, lope lope buat kalian. ❤️🖤💚💛💙💜🤎🖤🤍


Jangan lupa like dan vote ya kakak.

__ADS_1


__ADS_2