Sie Culun Cintaku

Sie Culun Cintaku
part 78


__ADS_3

Kakak mau pakai baju yang mana?" tanya Zahwa.


Terserah, yang menurut kamu bagus saja.


Zahwa mengambil kaos warna abu-abu, senada dengan baju yang ia pakai.


Kakak kalau ganti baju sana di kamar mandi jangan disini. Memang nya kenapa sih sayang apa kamu mau lagi," goda Fathul.


"Bukan begitu, ah... aku keluar duluan," ucapnya kemudian berjalan keluar kamar.


Tak lama Fathul menyusul istrinya menuju ruang tamu. "Ayo!" ucapnya.


"Iya, Zahwa beranjak dari duduknya."


Apa anak-anak sudah kumpul semua?" tanya Fathul.


Sepertinya belum kak, Sinta juga baru mau jalan katanya."


Hari ini mereka pergi ke cafe yang berada didalam Mall terdekat, untuk menemui teman-temannya.


Sampai di Mall, Fathul memarkirkan mobilnya, kemudian membukakan pintu untuk istrinya.


Setelah itu mereka masuk kedalam Mall langsung naik lift menuju lantai tiga tempat cafe itu berada.


Dimana mereka kak?" tanya Zahwa.


Aku juga tidak tahu, kita masuk saja dulu sambil menunggu yang lain.


Tak lama Sinta, Airin, dan Susi datang, mereka mencari keberadaan Zahwa, karena tadi sudah kirim pesan kalau Zahwa sudah berada di Cafe.


Zahwa yang melihat temannya langsung melambaikan tangannya, Sinta yang melihat lambaian tangan Zahwa langsung menghampirinya. "Maaf, lama menunggu," ucapnya.


"Tidak, kita juga baru datang."


Mau pesan makanan sekarang?" tanya Fathul.


"Nanti saja nunggu Raka dan Fathan."


"Assalamualaikum," ucap Raka dan Fathan yang baru datang.


"Waalaikumsalam," jawab mereka kompak.


Panjang umur dia, baru juga di omongin udah nongol orangnya.


"Siapa yang di omongin?" tanya Raka.


"Tidak, ada," jawab Sinta.


"Sudah pesan makanan dulu," ucap Sinta.


Baru juga mau duduk," keluh Raka.


"Nah itu mumpung kamu belum duduk sekalian."


Disambut tawa yang lain. Raka akhirnya mengalah dan berjalan menuju depan memesan makanan.


"Zah, gimana waktu itu di pakai tidak?"


Zahwa, yang mendengar ucapan Sinta langsung melotot ke arah Sinta, pipinya sudah memerah.


"Itu mata biasa saja Zah, tidak perlu melotot begitu, nanti keluar tuh mata."


Sinta, apaan sih," ucap Zahwa.


"Lagian ditanya bukannya di jawab, gimana?"

__ADS_1


"Apa yang gimana?


Kalian ngomongin apaan sih?" tanya Fathan di ikuti tatapan mata temannya yang lain, seakan ikut bertanya-tanya.


Melihat tatapan temannya Zahwa seakan terpojokkan, "Kalian ngapain jadi ngeliatin aku begitu?"


Makanya buruan jawab Zah," omel Sinta.


"Sudah aku pakai," lirih Zahwa dengan muka menunduk karena malu, pasti habis ini temannya akan bertanya yang aneh-aneh.


"Beneran Zah, terus gimana rasanya? tanya Sinta.


"Itu Rahasia, sudah jangan nanya begituan malu."


"Apaan sih sin? tanya Airin.


"Itu Rin, paper bag yang kita kasih sudah di pakai."


"Beneran Zah? tanya Airin.


Zahwa hanya mengangguk sebagai jawaban.


Wah, berarti Lo sudah bobol gawang dong thul, mantap benar," celetuk Fathan.


"Jangan bahas begituan," omel Fathul.


Sudah ayo kita makan dulu," ucap Raka yang baru datang dengan seorang pelayan cafe yang membawa pesanan mereka.


"Silahkan di nikmati kak."


"Terima kasih mba."


Kalian pada ngomongin apaan sih kayaknya seru banget," tanya Raka penasaran.


"Tidak apa-apa, sudahlah kita makan saja," ucap Fathul.


Saat sedang menikmati makan tiba-tiba ada seorang perempuan yang datang menghampiri mereka. "Fathul kan?" tanyanya.


Fathul yang merasa namanya dipanggil, langsung menghadap ke depan.


"Rika," ucap Raka dan Fathan.


"Kalian, lama kita tak berjumpa," balas Rika.


Tanpa permisi Rika menarik bangku meja sebelah dan langsung duduk disebelah Fathul.


Fathul, lo tambah ganteng saja, gimana kabar Lo? tanya Rika


Seperti yang Lo lihat," jawab Fathul.


Karena merasa dengan posisi tidak aman, Fathul meminta bertukar tempat dengan istrinya, ia tidak mau kalau istrinya salah paham.


Jadi sekarang posisinya, Rika di sebelah Zahwa. Tadi Zahwa sempat menolak tapi sesat ia berpikir, akhirnya ia setuju.


Rika yang melihat Fathul pindah tempat duduk, ia merasa kesal. "Sayang, kenapa kamu berpindah tempat?" tanyanya sambil meraih tangan Fathul, tapi dengan cepat Fathul menurunkan tangannya dari meja.


Teman-temannya yang melihat jadi bingung harus bagaimana. Mereka hanya diam melihat pemandangan di depannya, dengan tatapan bertanya-tanya.


Rika, Lo ngapain ada disini? tanya Raka.


"Tadi gue, mau beli baju tapi tidak sengaja melihat kalian," jawabnya.


"Sayang, temenin aku memilih baju," ucap Rika dengan nada manja.


Ayo, gue temanin," ajak Raka.

__ADS_1


"Tidak mau kalau sama Lo, Gue maunya sama Fathul."


Oiya, gue belum kenalan. Kenalin gue Rika, pacarnya Fathul," ucapnya dengan percaya diri.


Zahwa lagi minum mendengar ucapan Rika, langsung batuk-batuk.


Fathul dengan cepat mengelus punggung Zahwa. "Pelan-pelan minumnya," ucapnya.


Zahwa merasa sudah tidak tahan lagi, air matanya juga sudah tidak bisa ia tahan, tapi tidak mungkin ia menangis di depan teman-temannya, akhirnya ia memilih pamit ke toilet, tapi baru mau berdiri tangannya sudah di cekal suaminya. "Mau kemana?" tanyanya.


Zah, mau ke toilet.


"Biar aku antar," ucap Fathul.


"Tidak perlu."


"Jangan menolak."


Fathul langsung menggandeng tangan istrinya menuju ke toilet.


Sayang, kamu mau kemana? teriak Rika.


Tapi Fathul seakan tuli dengan suara itu, dia tidak berniat untuk menjawabnya.


Sampai di depan toilet, saat Zahwa mau masuk kedalam, tangannya lebih dulu ditarik dalam pelukan suaminya. "Jangan menangis," ucap Fathul.


Dia bukanlah siapa-siapa, dia hanya teman waktu aku SMP, dia perempuan yang selalu mengharapkan aku, tapi aku tidak menyukainya percayalah.


Zahwa hanya mengangguk sebagai jawaban.


Kemudian Fathul melepaskan pelukannya, lalu menangkupkan kedua tangannya di pipi istrinya.


Aku tidak akan pernah berpaling darimu, aku mencintaimu sayang, kemudian ia mencium kening istrinya.


Senyum dong, apa mau di cium dulu," goda Fathul.


Kakak, ih...mesum," keluh Zahwa.


"Gitu dong kan cantik," ucap Fathul dengan mencubit hidungnya dengan gemas.


"Sakit..." keluh Zahwa.


Jadi masuk ke kamar mandi tidak?" tanya Fathul.


"Jadi, aku mau cuci muka dulu."


Kemudian Zahwa berjalan masuk kedalam kamar mandi, mencuci mukanya. Sedangkan Fathul dengan setia menunggu istrinya di depan toilet.


Tak lama Zahwa keluar dengan muka yang lebih segar.


Setelah Zahwa keluar, mereka berdua berjalan menuju tempat duduknya. Ternyata disana sudah tidak ada Rika.


Flashback


Raka menyetujui, dan langsung membujuk Rika, agar mau jalan-jalan bersamanya.


Bukan Raka namanya kalau tidak bisa menaklukkan hati wanita.


play boy cap gajah.


##############


Jangan lupa like dan vote nya ya kakak.


Terima kasih ,❤️❤️❤️❤️❤️😘🥰*

__ADS_1


__ADS_2