
Fakhri sudah rapi dengan baju kantornya.
"Maaf, ya Mas hari ini harus berangkat ke kantor," ucap Fakhri. Tadi tiba-tiba dia dapat telpon harus ke kantor hari ini, padahal dia sudah bilang akan cuti beberapa hari.
"Tidak apa Mas," balasnya dengan memasangkan dasi suaminya. Kemudian mereka keluar kamar, Lala mengantarkan Fakhri sampai di depan pintu.
"Saya berangkat dulu ya, assalamualaikum," pamit Fakhri.
"Iya, Mas." Lala mencium tangan suaminya, kemudian Fakhri mencium kening istrinya.
Setelah mobil Fakhri keluar dari pekarangan rumah, dan tak terlihat lagi, Lala kembali masuk kedalam rumah.
"Kamu, nggak sekolah dik?" Lala yang melihat Nara masih memakai piyama sambil nonton acara televisi kesayangannya Upin Ipin.
"Masuk siang Mba," jawab Nara.
"O, kamu ini sudah besar masih saja nontonnya seperti anak kecil," omel Lala.
"Biar nggak pusing Mba, kalau nonton sinetron isinya percintaan terus," ucap Nara.
"Iya, juga sih," imbuh Lala, kemudian dia pergi masuk kedalam kamar merapikan kamarnya sebelum sang suami pulang.
*
*
Di kantor.
__ADS_1
Setelah mobilnya terparkir Fakhri segera masuk kedalam menuju ruangannya.
"Pak Fakhri, hari ini makin kelihatan ganteng aja."
"Iya, tambah cinta gue."
"Oh, calon imamku."
"Jangan menghalu di pagi hari."
"Nggak apalah biar kita, tambah semangat kerjanya."
"Tapi, jangan terlalu tinggi menghalunya, nanti kalau jatuh sakit."
"Nanti bawahnya aku kasih kasur biar kalau jatuh nggak sakit."
"Terserah dah."
Bisik-bisik para karyawan cewek yang sedang menghalu, saat melihat Fakhri lewat di depannya. Andai mereka tahu pujaan hatinya sudah milik seseorang pasti akan patah hati berjamaah.
Fakhri masuk keruangan miliknya, dan langsung mendudukkan tubuhnya di kursi kebesarannya.
"Gue, sudah diruangan," ucapnya di sambungan telepon, menghubungi asistennya.
"Ok, gue kesana," balas Ozi asisten pribadi Fakhri. Ozi adalah teman Fakhri semasa kuliah.
Sepuluh menit Ozi sudah didepan ruangan Fakhri, dia masuk tanpa permisi.
__ADS_1
"Cie ... pengantin baru seger banget kayaknya," goda Ozi. Fakhri memang terlihat sedikit berbeda, mungkin aura pengantin baru begitu kali ya, hehe.
"Apaan sih lu, cepet! bawa sini berkas yang harus gue lihat." Fakhri menyuruh Ozi untuk menyerahkan beberapa berkas yang harus dia lihat dan tanda tangani.
"Sabar dong Pak Bos! nih." Ozi menyerahkan beberapa berkas yang ada di tangannya, dia taruh di atas meja.
"Banyak banget Zi?" tanya Fakhri melihat tumpukan berkas yang di berikan Ozi. Padahal cuti baru beberapa hari, gimana dia mau pergi hanymon kalau begini.
"Nikmatin saja, tenang nanti siang gue beliin makan siang buat Lu," ucap Ozi.
"Terserah dah," kesal Fakhri, harapan dia ingin berduaan dengan istrinya harus gagal. Kemarin setelah acara ijab kabul dia juga gagal karena lelah, mereka memilih untuk tidur lebih awal.
Fakhri mulai mengecek beberapa laporan keuangan dan perkembangan perusahaan.
"Ri, mau teh nggak?" Ozi menawarkan minuman, Fakhri tidak ngopi, dia lebih sering teh atau air putih.
"Iya, boleh." Fakhri menerima tawaran Ozi lumayan buat temen baca berkas.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan siang hari Fakhri bergegas merapikan berkas-berkas dan menutup layar laptopnya. Kemudian dia beranjak dari duduknya keluar ruangan.
"Lu, mau kemana RI?" tanya Ozi saat mereka berpapasan di depan pintu ruangan Fakhri.
"Pulang," jawabnya. Dia ingin merasakan makan siang bersama istrinya, bosen makan di kantor terus.
"kenapa pulang? gue makan sendirian lagi, bosen tau nggak," keluh Ozi. Biasanya mereka itu selalu makan siang bersama sebelum Fakhri nikah.
... ***************************...
__ADS_1
**Maaf ya gak bisa up banyak karena lagi ada kerjaan.
Jangan lupa like dan vote ya kakak**.