
Pukul 04.00 alarm berbunyi.
Zahwa pun langsung bangun dan masuk kamar mandi. 15 menit ia keluar kamar mandi berganti baju, kemudian ia keluar kamar menuju dapur.
"Pagi mama," sapa nya.
"pagi juga sayang," jawab Mamanya.
"Bahagia banget sepertinya hari ini."
"Adik, memang selalu bahagia setiap hari Ma.
"Tapi sepertinya hari ini beda."
"Sama saja Ma, hehehe," ucap Zahwa sambil memasukkan roti kedalam mulutnya.
Mama yang melihat putrinya hanya sarapan roti padahal hari ini upacara. " Sayang, kenapa sarapan roti bukan nasi, bukankah ini hari Senin, ada Upacara bendera? tanya Mamanya.
"Iya Ma, tapi roti dengan segelas susu juga sudah kenyang," jawabnya.
"Yasudah, terserah kamu saja."
Aku hari ini berangkat bareng Abang ya," ucap Zahwa.
"Tidak, adik bareng Radit saja."
Ah... Abang begitu, tega sama adiknya, ayo! dong bang, Abang aku yang paling ganteng, baik hati, tiada duanya," dengan memasang muka emes.
Mukanya tidak usah begitu, jadi pengen jitak."
"Abang ih... sakit," keluhnya karena keningnya di sentil Fakhri.
Sudah cepetan berangkat nanti terlambat," omel Mamanya.
"Iya, Ma, kita berangkat dulu."
"Assalamualaikum, ucap mereka berdua dengan menyalami tangan mama dan papanya.
"Waalaikumsalam, hati-hati sayang," jawabnya.
Setelah berpamitan dengan kedua orangtuanya mereka keluar rumah menuju garasi mengambil motor.
"Ayo! naik."
Zahwa, langsung naik ke atas motor, dan melingkarkan tangannya di perut Abangnya.
"Jangan ngebut-ngebut."
"Iya."
20 menit, mereka sampai di depan gerbang.
"Sudah sampai dek, turun."
"Iya, Zahwa pun turun dari motor, kemudian menyalami tangan abangnya sebelum ia masuk kedalam sekolah.
Sekolah yang pinter, jangan pacaran," wejangan Abangnya sambil mengusap kepala Zahwa.
"Iya, Abang." Kemudian ia berjalan memasuki gerbang sekolah menuju kelasnya.
Zahwa, teriak Susi.
Eh...Susi. Zahwa pun menghentikan langkahnya menunggu Susi.
__ADS_1
Kamu sendirian?" tanya Zahwa.
"Tidak, aku tadi bareng sama Sinta dan Airin, tapi mereka masih di parkiran.
"Kita kelas saja dulu yuk."
Mereka pun berjalan ke kelas lebih dulu.
"Dik," panggil Radit, saat mereka sama-sama ingin masuk kedalam kelas.
"Kakak, dari mana?" tanya Zahwa.
Biasa dari kantin," jawab Radit.
*
*
Diruang OSIS semua anggota OSIS bersiap siap
hari ini Fathul akan menyerahkan jabatannya ke ketua yang baru.
Upacara dimulai. Kini giliran acara pergantian jabatan ketua OSIS.
Jadi sedih.
Kenapa?
Sebentar lagi kak Fathul lulus.
Terus apa hubungannya sama Lo? markonah.
Berasa ada yang hilang dalam hidupku.
Suara ghaib para siswi.
*
Upacara selesai, semua siswa dan siswi masuk kedalam kelas masing-masing.
Pelajaran pertama di mulai.
Satu jam pelajaran selesai.
Akhirnya istirahat juga aku haus banget dari tadi. "Kita kekantin yuk!" ucap Arin.
"ayo!" balas teman-temannya.
Mereka berempat keluar dari kelas menuju kantin. Sampai di kantin. "Kalian mau pesan apa?" tanya Arin.
"Biasa," jawab temannya kompak.
Tak lama setelah pasukan ZHASUS duduk, trio Wek Wek datang dan langsung duduk bergabung. "Makanannya mana?" tanya Raka.
"Itu Arin baru pesan," jawab Susi.
"Arin sayang sekalian ya," teriak Raka.
"Semuanya saja Lo panggil sayang," celetuk Sinta.
"Apa kamu cemburu sayang, tenang hatiku selalu untukmu," goda Raka.
"Gombalan mu tidak bisa meluluhkan hatiku," balas Sinta.
__ADS_1
Hahaha, disambut tawa teman-temannya.
Tapi sesaat kemudian pandangan mereka beralih dengan Fathul yang sedari tadi hanya diam tidak seperti biasanya.
Mereka saling pandang-pandangan, Raka mengangkat bahunya sebagai Jawaban kalau dia juga tidak tahu.
"Apa Lo ada masalah?" tanya Fathan sambil menepuk bahu Fathul.
"Tidak, gue baik-baik saja kok," jawabnya.
Kemudian Zahwa menatap calon suaminya dengan tatapan bertanya.
Fathul menggeleng memberikan isyarat kalau ia tidak apa-apa.
Pesanan datang," ucap Bu kantin.
"Terima kasih Bu." 'Sama-sama neng.'
Mereka semua menikmati makanannya, tapi tidak dengan Fathul, dia hanya mengaduk-aduk makanannya.
'Lo kenapa sih thul, ditolak cewek atau putus cinta? sepertinya galau tingkat akut," ucap Raka.
"Mana ada cewek nolak, yang ada gue nolak cewek-cewek."
"Kenapa itu tidak dimakan-makanannya?" tanya Zahwa.
"Lagi tidak nafsu saja."
"Makan dulu nanti sakit," ucap Zahwa.
"Iya."
Takut calon istrinya akan ngomel lagi, ia pun memaksakan makanannya masuk kedalam mulut.
"Kenapa Lo jadi nurut sama di culun?" tanya Raka.
Teman-temannya yang lain juga menatap kearah Zahwa dan Fathul.
"Kenapa? pada ngelihatin begitu."
Seperti nya ada sesuatu yang disembunyikan dari kita," sindir Sinta, dianggukin teman-temannya.
"Tidak," tegas Zahwa.
"Tapi perasaan ku mengatakan ada Zah," ucap Sinta.
"Hanya perasaan kamu saja," ucap Zahwa dengan senyum canggung.
"Sudahlah, kita kembali ke kelas sebentar lagi bel masuk," ujar Fathul.
Mereka semua langsung beranjak dari duduknya menuju kelas.
#######
Terimakasih yang sudah baca cerita aku.
Maaf ya kalau kurang greget / gimana gitu
masih belajar kak.
Jangan lupa like dan vote nya ya kakak.
Terimakasih banyak. 🥰🥰😘❤️❤️❤️
__ADS_1