
Janganlah kalian memandang seseorang hanya dari luarnya saja tanpa melihat siapa dia sesungguhnya. Penampilan kadang hanya kebohongan semata tidak bisa di jadikan sebagai karakter orang tersebut.
Bercermin sebelum berkomentar. Berpikir sebelum berkata. Diam itu lebih baik dari pada berkata yang tidak berfaedah.
"Itu Noni. Zah aku nggak salah orang kan atau mimpi?" Sinta menepuk-nepuk pipinya.
"Kamu kenapa sih sayang?" Raka yang heran sama kelakuan istrinya tidak biasanya dia seperti itu.
"Iya, dia Noni teman kita," jawab Zahwa.
Mereka semua melongo melihat penampilan Noni yang jauh berbeda saat mereka lihat di kampus. Kini Noni tampil sangat cantik dengan gaun hitam selutut berlengan pendek dengan rambut yang di biarkan tergerai serta polesan make up natural yang semakin menambah aura kecantikannya terpancarkan.
Noni memberikan sambutan sebagai pemilik Cafe Lily. Setelah selesai Noni menghampiri Zahwa dan yang lain.
"Selamat malam, terima kasih kalian sudah bersedia." Noni menyalami para sahabatnya.
Fathan yang melihat kedatangan Noni seakan terhipnotis dengan kecantikan Noni. Dia memandang tanpa berkedip.
"Ehem, biasa saja kali lihatnya sampai tak berkedip gitu," sindir Sinta membuat para sahabatnya langsung menoleh kearahnya.
Fathan yang mendengar ucapan Sinta sontak saja jadi salah tingkah karena ketahuan memandangi wajah ayu Noni.
__ADS_1
"Siapa Sin?" tanya Arin.
Sinta hanya menjawab dengan kode mata mengarah ke Fathan.
Setelah menyalami para sahabatnya Noni ikut bergabung bersama mereka menikmati makan malam sambil ngobrol santai.
"Noni kamu cantik banget," kata Susi.
"Terima kasih kamu juga cantik Sus," balas Noni dengan tersenyum manis.
"Dulu Zahwa sekarang Noni," ujar Sinta.
"He'em." Mereka menjawab bersamaan.
Waktu berputar begitu cepat kini mereka berpamitan pulang karena sudah hampir larut malam.
"Kita berpisah di sini ya, bye." Mereka melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan sebelum masuk ke dalam mobil.
Fathul melanjutkan mobilnya menuju rumah.
Tak butuh waktu lama Zahwa sampai di rumah langsung menuju kamar membersikan make up kemudian baru merebahkan tubuhnya di atas kasur memejamkan mata yang sudah terasa ngantuk berat.
__ADS_1
Sedangkan Fathul harus melihat beberapa laporan yang dikirim dari asisten Ayahnya karena besok dia disuruh untuk kekantor menggantikan Ayahnya meeting.
Fathul duduk di sofa sambil menatap layar laptopnya mulai membaca satu persatu email yang masuk. Waktu terus berputar mata sudah mulai lelah karena seharian harus melek tanpa istirahat seakan tak sanggup lagi bertahan Fathul pun tertidur di sofa dengan laptop yang masih menyala.
Adan Subuh berkumandang Zahwa terbangun mematikan alarm kemudian beranjak dari kasur menuju kamar mandi tapi sesaat kemudian dia menghentikan langkahnya melihat Fathul tertidur di sofa Zahwa menghampiri Fathul dan mematikan laptop.
"Kak, bangun subuh." Zahwa menggoyangkan lengan Fathul.
"He'em." Fathul hanya membalas dengan deheman mungkin karena terlalu lelah sehingga matanya berat untuk melek.
"Ay, cepatlah bangun nanti keburu ayam kang Mamat bunyi," ucap Zahwa.
"Iya, sayang." Fathul membuka matanya kemudian bangun dari tidurnya.
"Zah, ngambil air wudhu dulu." Zahwa bangun dari duduknya melanjutkan perjalanan menuju kamar mandi. Tak lama Zahwa keluar Fathul langsung masuk kamar mandi membersikan diri tak lupa mengambil air wudhu.
_*****_*****_*******
Istirahat yang cukup selalu jaga kesehatan.
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan.
__ADS_1
Terima kasih jangan lupa like dan vote ya kakak.