Sie Culun Cintaku

Sie Culun Cintaku
Part 115 Pertemuan


__ADS_3

Kediaman rumah Susi sudah mulai ramai semua pasukan ZHASUS datang dan hari ini mereka akan menginap di rumah Susi, membantu mempersiapkan untuk acara besok silaturahim antar keluarga.


Susi sengaja menyuruh temannya untuk menginap, agar dia ada tidak kesepian menghadapi hari esok yang membuat dirinya gugup.


"Zah, aku beneran gugup nih," keluh Susi kemudian menggenggam tangan Zahwa.


"Tenang saja, rileks jangan terlalu dipikirkan, mudah-mudahan besok acaranya berjalan dengan lancar." Zahwa memberikan nasihat.


"Amin," jawab semua kompak.


"Kak Delon, besok ke sini jam berapa?" tanya Sinta.


"Katanya sih sekitar jam 10.00 sampai di sini," balas Susi.


"Kak Delon ganteng nggak Sus, tampan mana sama si Fathul?" Arin yang mulai penasaran dengan sosok Delon.


"Besok kamu liat aja sendiri!" saran Susi, karena dia tidak bisa memberikan jawaban pertanyaan Arin.


Karena waktu sudah larut malam mereka semua merebahkan tubuhnya di atas kasur menuju ke alam mimpi. Sinta dan Arin sudah terlelap, tapi tidak dengan Susi, dia hanya membolak-balikkan badannya. Zahwa yang belum tidur, melihat kearah Susi. "Kenapa belum tidur?" tanya Zahwa.


"Aku, nggak bisa tidur Zah," jawab Susi, entah kenapa pikirannya tidak tenang.


Zahwa bangun dari tidurnya, kemudian turun dari kasur dan duduk di sofa. Susi yang melihat Zahwa bangun, dia pun menghampiri Zahwa duduk di samping Zahwa.


"Jangan terlalu banyak pikiran, apa yang kamu khawatirkan?" Zahwa mulai membuka suara.


"Entahlah Zah, aku juga tak mengerti. Tapi mata ini sangat sulit untuk terpejam, padahal aku sudah berusaha untuk tidur," jelas Susi.


"Hati dan pikiran kamu tidak tenang, jadi otak kita bekerja terus sehingga susah untuk tidur."


"Apa seperti ini rasanya kalau mau ketemu antar keluarga?" tanya Susi.


"Tidak, juga tergantung kita yang mengahadapi." Zahwa dulu juga gugup tapi masih bisa tidur dengan nyenyak.


"Tidurlah, kalau kamu tidak tidur nanti kamu sakit, sedangkan besok kamu butuh tenaga yang lebih, masa besok kamu bertemu dengan berpenampilan mata panda gitu." Zahwa mulai merayu Susi agar dia mau tidur.


"Baiklah, aku akan tidur, kamu juga tidur Zah!" ujar Susi. Setelah obrolan singkat itu mereka kembali naik ke atas kasur dan merebahkan tubuhnya tak lama mereka berdua pun menyusul Sinta dan Arin ke alam mimpi.


***


Ke esokan harinya. Setelah subuh Zahwa dan yang lain keluar dari kamar menuju dapur membantu menyiapkan makanan, dan beberapa cemilan. Tiga jam urusan di lantai bawah selesai, semau sudah rapi. Zahwa dan yang lain kembali ke kamar Susi untuk membersihkan diri dan bersiap-siap.

__ADS_1


"Kamu kenapa belum ganti pakaian Susi oh Susi?" tanya Sinta.


"Nungguin kalian," jawab Susi.


"Ya sudah, sana cepetan ganti pakaian," omel Sinta.


"Iya." Susi langsung mengambil pakai yang kemarin dia beli di butik Mama Zahwa.


Satu jam semua sudah rapi, Susi dan yang lainnya. Sebentar lagi tamu akan datang, Susi semakin di buat jantungan.


"Hei, aku kenapa jadi makin gugup gini," ujar Susi.


"Tarik nafas yang panjang terus keluarkan pelan-pelan." intruksi dari Arin.


"Aku bukan mau lahiran Arin," omel Susi nggak tahu apa lagi dag dig dug begini berasa jantung mau copot.


"Hehe, biar nggak terlalu tegang Susi." Arin cengengesan.


Tak lama tamu yang di tunggu-tunggu datang.


"Non, tamunya sudah datang," ucap salah satu asisten di rumah.


"Iya, Mba, terima kasih."


Zahwa menuju dapur untuk melihat keadaan.


Arin dan Sinta menyusul ke lantai bawah lewat jalan tikus.


Delon datang bersama ke dua orang tuanya dan beberapa kerabatnya. Karena sudah kumpul semua orang tua Delon membuka suara.


Acara di mulai.


"Assalamualaikum," ucap Ayah Romi, beliau adalah Ayah Delon.


"Wa'alaikumussalam," Jawab yang berada di dalam ruangan.


"Sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk semuanya, terutama kepada tuan rumah saya ucapkan banyak-banyak terima kasih karena sudah berkenan menerima kehadiran kami disini. Pertama-tama, maksud dan tujuan kami kesini ingin menjalin tali silaturahmi dengan keluarga besar Bapak dan Ibu. Adapun niat kami Yang kedua, kami kesini ingin mengantarkan putra kami yang bernama Delon Pratama, yang mempunyai niat ingin mengkhitbah anak Bapak dan Ibu yang bernama Susi Nur Rahma," ucap Ayah Delon.


"Saya ucapkan terima kasih untuk Bapak dan Ibu karena sudah bersedia silaturahmi ke rumah kami, dan saya juga minta maaf jika jamuan kami kurang berkenan di hati, untuk pertanyaan Bapak saya serahkan jawabannya kepada anak saya," ucap Papa Susi.


"Nak, silahkan kamu jawab, apa kamu bersedia menerima lamaran Nak Delon?" tanya Papa Susi.

__ADS_1


Susi menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Alhamdulillah," ucap semua bersamaan.


Zahwa, Sinta, dan Arin, mereka langsung berpelukan saat Susi menerima lamaran Delon, mereka ikut bahagia karena akhirnya temannya mempunyai pasangan.


Acara pemasangan cincin.


Bunda Delon, berdiri dan menghampiri Susi yang sudah berdiri juga. Bunda memasang cincin di jari manis Susi, kemudian Bunda Delon memeluk Susi. "Terima kasih, sayang karena sudah bersedia menerima Delon, Bunda bahagia sekali kalian bisa bersama," lirih bunda Delon di telinga Susi.


"Iya, Bun," balas Susi. Bunda Susi melepaskan pelukannya, kemudian beralih ke Mama Susi.


"Saya tidak menyangka bakal besanan dengan kamu Mey," ucap Bunda Delon.


"Iya, Mba," sambung Mama Susi.


Setelah acara ini itu selesai, kini acara selanjutnya makan bersama.


"Ayo, silahkan semuanya untuk menikmati hidangan yang telah disediakan!" Papa Susi mempersilakan para tamu untuk makan.


Setelah acara makan-makan selesai para kerabat pulang terlebih dahulu, kini tinggallah orang tua Delon yang masih berada di rumah Susi. Melanjutkan obrolan yang tadi belum selesai, membicarakan tentang acara pernikahan mereka.


Ayah Romi memulai membuka suara. "Bagaimana untuk acara kedepannya nih Mas?" tanya Ayah Romi ke Papa Susi.


"Kalau saya, terserah anak-anak saja, lebih cepat lebih baik," jawab Papa Susi.


"Kamu, gimana sayang?" tanya Papanya ke Susi.


"Susi, ngikut Kak Delon saja Pa," jawab Susi.


"Baiklah, kalau begitu bagaimana kalau kita adakan acaranya bulan depan, untuk tanggalnya kita bicarakan nanti lagi, karena kita harus lihat jadwal dari kantor terlebih dahulu," jelas Ayah Romi.


"Saya, setuju sama Mas Romi," sambung Papa Susi, karena dia juga sama harus melihat jadwal pekerjaan terlebih dahulu.


Karena pembicaraan sudah selesai, dan waktu juga sudah menunjukkan sore hari, keluarga Delon berpamitan pulang.


... ****************...


Sampai ketemu di episode pernikahan antara Sinta dan Raka, atau Susi dan Delon, hayo pilih siapa yang lebih dulu nikah?


Jangan lupa datang ya, tapi kalau datang harus bawa angpao ya, hehe.

__ADS_1


Terima kasih buat kalian semua yang sudah setia membaca cerita aku 😘🥰🥰🥰🥰❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2