
"Apa masih sakit sayang?" tanya Fathul.
"Sedikit."
Yasudah kamu istirahat saja dulu ya, biar saya saja yang memasukkan pakaian ke dalam koper. "Iya, Kak."
Setelah selesai masukkan baju, Fathul menghampiri Zahwa. "Mau pulang sekarang atau nanti siang?
"Sekarang saja Kak."
"Baiklah, ayo!"
Mereka berjalan keluar hotel. "Masuklah." ucap Fathul membukakan pintu mobil.
"Terima kasih, Kak."
"Mau kerumah bunda apa mau ke Apartemen?"
Kita ke apartemen saja, tidak mungkin zah pulang dengan keadaan seperti ini, bisa malu di ledekin."
30 menit mereka sampai di Apartemen.
Zahwa keluar dari mobil dan berjalan masuk lebih dulu ke apartemen, setelah masuk tempat pertama yang ia tuju adalah dapur.
Di dapur Zahwa memulai membuka kulkas melihat apakah ada makanan, ternyata kulkas kosong, roti pun tak ada. Karena tidak menemukan makanan ia menghampiri suaminya yang sedang merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil melihat acara televisi.
"Kak," panggil Zahwa.
"Iya." jawabnya kemudian ia bangun dari tidurnya. "Kenapa?
"Zah, lapar tapi di dapur tidak ada makanan," ucapnya.
"Tunggu sebentar lagi datang, tadi saya sudah pesan makanan buat kita sarapan. "Sini," Fathul menunjuk kearah samping agar Zahwa duduk di sebelahnya.
Zahwa pun duduk disebelah suaminya.
__ADS_1
Fathul langsung merebahkan tubuhnya lagi, tapi kini berbeda, ia menidurkan kepalanya diatas paha istrinya, dan melingkarkan tangannya di pinggang Zahwa.
"Kak, geli," keluh zahwa.
Tok
tok
tok
Permisi dari gofood.
"Iya, mas sebentar."
Fathul langsung bangun dari tidurnya menuju pintu.
"Ini pesanannya atas nama Fathul ya kak" ucap mas kurir
"Iya, Mas, terima kasih!"
Ayo! sayang makan dulu. "Iya, Kak, aku ambil sendok dulu.
Zahwa langsung mengambil dua kotak di atas meja lalu membukanya ternyata isinya bubur ayam, ia pun memberikannya satu untuk suaminya dan satu lagi buat dirinya.
Selesai makan Zahwa membereskan bekas makannya, kemudian kembali keruang tamu menikmati acara televisi bersama suaminya.
Kak," panggil Zahwa dengan mengusap lembut kepala suaminya.
"Apa yang membuat Kakak memilih aku?"
"Hmmm, karena kamu beda dari yang lain."
"Apa yang beda, aku sama mereka sama malah kemungkinan aku lebih buruk dari mereka."
"Tidak, buat aku adalah spesial sayang, kamu benar-benar beda, itulah yang membuat aku semakin jatuh cinta padamu," ucapnya lalu menciumi perut Zahwa. Karena posisi Fathul kepalanya di paha istrinya.
__ADS_1
"Hahaha, kakak geli jangan begini," keluh Zahwa.
"Kamu tahu tidak Za, waktu pertama kali kita ketemu di acara reuni Abang. Saat aku duduk disamping mu ada rasa yang berbeda, aku merasa nyaman disamping mu. Aku selalu menepis perasaan itu tapi sulit bagiku melupakan mu.
*Aku merasa jatuh cinta pada pandangan pertama dan terakhir, karena ku pikir kita tak akan mungkin berjumpa kembali.
Tapi berusaha menyakinkan diriku, jika jodoh pasti Allah akan pertemukan kembali.
*Dan benar saja Allah mengabulkan setiap doaku, saat aku mengantarkan kamu pulang, aku merasakan hal yang sama saat bertemu denganmu, setelah itu aku mulai mencari tahu siapa kamu sebenarnya. Sulit memang mencari jati diri kamu karena kamu benar-benar menutupi dari semua orang.
*Tapi Allah tidaklah tidur, Allah mengabulkan doaku lagi, saat aku mengantarkan kamu pulang tepat saat bang Fakhri pulang, disitu aku sedikit terkejut karena orang yang bersama bang Fakhri dulu ia tidak berkacamata, ia juga tidak mempunyai tompel. Aku semakin di buat penasaran, dalam hatiku bertanya-tanya apa kamu mempunyai sodara kembar.
* Tapi saat aku dirumah mu, aku melihat foto keluarga, tidak ada anak kembar dalam foto itu, lalu aku yakin kalau orang yang berpenampilan culun bin cupu itu adalah orang yang sama dengan orang yang pertama kali aku temui.
Orang yang membuat aku jatuh cinta pada pandangan pertama.
*Setelah ku perhatikan memang benar itu kamu. Tapi sampai sekarang aku selalu bertanya-tanya kenapa kamu harus memilih untuk berpenampilan culun.
*Aku juga merasa heran padamu, orang lain ingin memperlihatkan kecantikannya, kekayaannya tapi kamu malah kebalikan dari mereka.
*Saat aku tahu siapa kamu sebenarnya aku merasa malu pada diriku, aku juga merasa apa aku pantas untuk bersanding denganmu.
*Aku sudah berusaha untuk melupakan kamu zah, aku merasa tak pantas, tapi hatiku tak bisa jauh darimu, semakin aku menjauh semakin dalam rasa cinta ini.
*Aku sangat bersyukur, berterima kasih sekali karena kamu sudah mau menerima aku apa adanya sayang.
Eh... kenapa kamu menangis sayang?
Zah, sedih, bahagia dan terharu.
Cup
Fathul langsung menghujani ciuman di wajah Zahwa.
########
__ADS_1
jangan lupa like kakak
terimakasih 🥰🥰❤️❤️