Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang

Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang
[Kisah 1.1] Sistem Cantik Jelita


__ADS_3

[Tutorial selesai.]


Sebuah suara menggema di dalam kepala Otto.


Otto menunduk melihat setelan jas mahal berlumuran darah yang sedang dia kenakan.


Otto merabai seluruh permukaan tubuhnya yang gagah dan juga berotot.


'Jadi Kau benar-benar sudah menyembuhkan seluruh lukaku?' tanya Otto kepada Sistem.


[Ya Tuan.]


'Apakah kamu tidak salah memilih inang? Bukankah Sistem seharusnya terkoneksi dengan orang yang baik hati doang?'


[Tidak Tuan. Sistem tidak salah memilih inang.]


'Tapi kamu tahu kan kalau aku adalah Otto Bernardi. Calon penerus dari Keluarga Mafia terkejam yang ada di Agronesia?'


[Sistem tahu itu Tuan.]


'Apakah kamu adalah Dark System?' tanya Otto sambil melangkahkan kakinya menyusuri jalanan.


[Sepertinya Tuan terlalu banyak membaca Novel Ringan.]


'Ah... Kayaknya kamu benar.'


Sistem ini mengenalkan dirinya sebagai Requital System. Sebuah Sistem yang akan memberikan Otto uang kompensasi atas berbagai aksi yang dia lakukan.


Sayangnya untuk saat ini, Otto masih belum tahu, aksi apa saja yang dapat memberikan Otto sejumlah uang.


Selain keunggulan tersebut, Requital Sytem tidak memiliki fitur level dan juga status seperti yang ada di cerita-cerita fantasi.


Tapi Requital System masih tetap memiliki fitur skill. Yaitu sebuah daftar kemampuan yang dapat Otto kembangkan hingga berada di luar batasan nalar.


Dan dari penilaian Sistem pada kemampuan yang Otto miliki sebelum menjadi inang, Otto diberikan lima buah skill sebagai bonus.


Yaitu Aliran Silat Bernardi, Gun-Fu, Kemampuan Bersepeda, Kemampuan Bermotor, Kemampuan Mengemudi, dan Kemampuan Berjimak.


Selain Kemampuan Berjimak yang memiliki Grade Master, Skill Otto yang lain memiliki Grade Advance.


Disamping fitur-fitur tersebut, Requital System juga memiliki fitur Bank, Gudang, dan juga Toko yang akan mempermudah Otto dalam menjalankan kesehariannya.


[Tuan...]


Tegur Sistem pada Otto.


'Ya?'


[Sebagai hadiah karena sudah menyelesaikan Tutorial. Tuan bisa mengajukan satu buah permintaan apapun. Mulai dari kekuatan tanpa batas, hingga saldo Bank yang tak akan pernah habis.]


{Srek.}


Langkah kaki Otto langsung terhenti begitu mendengar penawaran menggiurkan yang diberikan oleh Sistem.


'Setelah kamu kasih aku banyak sekali keunggulan, kenapa kamu pikir kalau aku masih butuh kekuatan yang absurd kayak gitu?'


[Hadiah yang akan Sistem berikan dapat mempermudah Tuan dalam menyelesaikan Quest dari Sistem.]


Quest sendiri adalah semacam misi yang diberikan oleh Sistem. Dimana Quest ada dua jenis.


Main Quest yang akan memberikan Otto penalti berupa kematian jika dia gagal untuk menyelesaikannya.


Dan Sub Quest yang dapat berjalan beriringan bersama dengan Main Quest. Berbeda dengan Main Quest, Sub Quest tidak memiliki penalti apapun.


'Apakah setelah mendapatkan hadiah darimu, aku akan dapat menyelesaikan misi-misiku tanpa kesulitan yang berarti?'


[Tentu Tuan.]


'Kalau begitu aku nggak mau.'


[Kenapa Tuan?]


'Untuk apa aku hidup kalau nggak ada geregetnya.'


[Tapi Tuan diharuskan untuk mengucapkan satu buah permintaan agar Sistem dapat berfungsi.]


'Lalu apa yang terjadi jika kamu tidak berfungsi?'

__ADS_1


[Sistem akan pergi.]


'Lalu?'


[Tuan akan mati.]


'Ah... Ya... Benar...'


Otto tiba-tiba teringat kalau dia sebenarnya sudah mati. Requital System lah yang dapat membuatnya tetap hidup saat ini.


.


.


.


Tadi pagi di Mansion Keluarga Bernardi yang sedang terbakar.


"Itu mereka...!" teriak sekelompok orang yang sedang membawa senjata otomatis sambil menunjuk ke arah Otto yang berada satu lantai di atas mereka.


"Menunduk!" perintah ayahnya Otto yang bernama Araldo.


{Brug!}


Otto dan Araldo langsung menunduk bersembunyi di balik tembok tebal.


{Ratatata...}


Orang-orang itu langsung memberondong mereka dengan sangat membabi buta.


{Ratatata... Ratatata...}


{Itu mereka! Mereka lagi menembaki Tuan Araldo!}


Terdengar suara beberapa anggota Keluarga Bernardi yang posisinya tak jauh dari posisi musuh yang kini sedang memberondong Otto dan Araldo.


{Selamatkan Tuan Araldo!}


{Ratatata... Ratatata...}


Beberapa saat kemudian, Araldo mengintip ke arah asal tembakan barusan. Dia melihat para anggota keluarga Bernardi sudah memenangkan pertarungan di bawah sana.


{Dor! Dor! Dor!}


{Bajingan tengik! Ternyata ini semua ulahmu!}


{Dor! Dor! Dor!}


{Aaaakh...}


Enam buah suara tembakan terdengar dari salah satu sisi Mansion bersamaan dengan teriakan kakeknya Otto yang begitu lantang.


"Otto! Ikuti aku!"


Araldo berlari cepat menembus kobaran api yang membakar dinding-dinding Mansion. Otto pun ikut berlari. Berusaha sekuat tenaga mengejar Araldo.


Sesampainya di pintu salah satu kamar yang terbuka, Otto melihat sebuah pemandangan yang cukup mengenaskan.


"Daddy! Kakek!" teriak Otto saat melihat Araldo tengah memeluk seorang Kakek yang tergolek lemas.


"Ini adalah pengkhianatan Ar..." bisik Kakek yang bernama Alfredo itu sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


"Aku tahu Yah... Aku tahu..." bisik Araldo sambil menutup mata Alfredo dengan lembut.


{Grep.}


Araldo memeluk jenazah Alfredo seakan tak ingin melepaskannya. Araldo tersedu menumpahkan kesedihan yang dirasakannya.


{Srek.}


Beberapa saat kemudian, Araldo bangkit berdiri sambil menggendong jenazah Alfredo.


{Blrrrr... Krecek. Krecek.}


Api berkobar semakin besar membakar kamar tempat kakek, ayah, dan anak ini berada.


{Srek.}

__ADS_1


Dengan lembut Araldo membaringkan tubuh Alfredo di atas permukaan ranjang yang sedang dilahap oleh api. Terlihat seperti sebuah ritual kremasi yang agung.


"Beristirahatlah Ayah..." bisik Araldo perlahan.


Otto yang juga berdiri di sana. Hanya diam mati rasa. Tidak mengerti apa yang tengah dirasakan olehnya.


"Otto! Ikuti aku sekarang!" titah Araldo sambil melangkahkan kaki keluar dari dalam kamar. Otto kembali mengikuti Araldo yang melangkah dengan cepat.


.


.


.


Di dalam salah satu garasi yang ada mansion ini.


"Naiklah motor itu!" Araldo menunjuk salah satu motor trail favoritnya.


Otto yang tampak seperti orang linglung, mengikuti perintah Ayahnya tanpa membantah.


{Zreeek... Grep. Grep. Grep.}


Araldo kemudian mengambil berbagai senjata yang sengaja dia sembunyikan di dalam garasi tersebut.


"Otto... Dengar! Hari ini Keluarga Bernardi telah hancur. Hiduplah! Dan bangunlah keluargamu sendiri!"


"Mak... Maksud Daddy?!"


"Pergilah To! Tolong pergi! Jangan banyak bicara lagi!"


{Tit. Jekiiiit...}


Araldo memunggungi Otto sambil menekan tombol yang membuka pintu garasi secara otomatis.


{Duesh!}


Begitu garasi terbuka, Araldo langsung melesat mengerahkan Aliran Silat Bernardi tingkat tinggi. Membuat pasukan musuh seketika kocar kacir dibuatnya.


{Ratatata... Ratatata...}


"Otto! Sekarang!" teriak Araldo yang tengah mengeluarkan kemampuan Gun-Fu. Memporak porandakan barisan lawan. Membentuk jalan agar bisa dilalui oleh Otto.


{Vrooom...}


Otto langsung memacu motor trail untuk menerobos barisan musuh yang telah terbelah.


{Ratatata... Ratatata...}


{Dor Dor Dor.}


Otto diberondong oleh banyak sekali tembakan.


'Hegh...'


Tiga buah tembakan berhasil bersarang di tubuh Otto. Menghasilkan luka yang sangat dalam.


{Vrooom...}


Darah yang mengalir serta sakit yang dirasakan, tidak lagi Otto pedulikan. Otto terus memacu motor trailnya untuk meninggalkan Mansion yang berkobar.


{Vrooom...}


Satu jam Otto memacu motor dalam kecepatan tinggi. Pandangan Otto perlahan menjadi buram. Darah yang mengalir tiada henti mengantarkan Otto pada batas kesadaran.


{Ckiiit... Bruak!}


Di tengah hutan belantara Otto terjatuh. Berguling belasan kali sebelum detak jantungnya berhenti.


.


.


.


[Jadi apakah keinginan Tuan?]


Otto mengerjap saat mendengar pertanyaan dari Sistem di dalam kepalanya. Menyadarkannya dari sebuah lamunan yang panjang.

__ADS_1


...— Bersambung —...


__ADS_2