
Di salah satu penjara yang ada di Gandasuli.
"Lihat monster itu!"
Salah seorang sipir terlihat berbisik pada sipir lain yang masih baru.
Sipir yang masih baru bertugas itu lalu melihat ke arah sumo bertinggi lebih dari 250 cm. Sumo itu sedang berjalan sendirian di kafetaria.
"Berhati-hatilah sama dia!" sipir senior memberikan peringatan.
"Loh... Itu kan mantan artis cilik yang bunuh kedua orang tuanya pas lagi live itu kan ya?"
"Iya."
"Emangnya harus ati-ati kenapa Pak?"
"Dia pemimpin di penjara ini."
"Padahal setahuku baru kemaren-kemaren dia masuk penjara."
"Lihat aja tubuh yang mengerikan itu! Mana ada orang yang berani berhadapan sama dia."
"Bener juga... Padahal dia baru 15 tahun. Tapi dia udah bisa jadi penguasa penjara untuk orang dewasa."
"Fenomenal banget kan?!"
"Ya. Kita sedang melihat monster dengan mata kepala kita sendiri."
{Gubrak!}
Sebuah meja kafetaria terbelah. Warga penjara langsung riuh ramai.
"Hei! Ada apa ribut-ribut?!"
"Reus lagi Pak!" teriak salah satu warga LP.
"Dia lagi! Panggil penjaga yang lain!" titah sipir senior pada juniornya.
"Baik Pak!"
Beberapa saat kemudian...
.
.
.
"Itu dia di sana!"
Belasan penjaga penjara terlihat memukuli Reus. Sementara Reus hanya diam menatap lantai. Tak mempedulikan ratusan pukulan yang diterimanya. Walaupun darah kini terlihat mulai mengair dari kepalanya.
"Makanan. Tumpah. Reus. Sedih," ujar Reus hampir menangis memandangi jatah makan siangnya.
Sementara di sebelahnya, seorang preman berotot tak sadarkan diri. Telapak tangan Reus tercetak jelas di tengkoraknya. Nasib preman pasar begitu tragis karena tanpa sengaja menabrak Reus barusan.
.
.
.
"Reus! Mana rokok kami?"
"Ini Kak..."
"Reus! Minuman kami sudah beli?"
"Sudah Kak!"
"Reus! Jangan lupa parkirkan mobil truk itu!"
"Baik Kak..."
"Reus!"
"Reus!"
"Reus!"
Di usia ke 16, Reus akhirnya bebas dari penjara. Gosip yang beredar tentang bagaimana Reus menjadi pemimpin di penjara orang dewasa. Membuat Taipat tertarik untuk merekrutnya.
Tapi setelah bergabung di Makotai, mereka baru tahu kalau Reus adalah non prana. Sehingga Reus hanya dijadikan supir truk barang selundupan sekaligus babu bersama. Mau bagaimana lagi! Dia adalah yang terlemah di antara semuanya.
Sampai akhirnya setelah sebulan bergabung. Reus mendapatkan misi pertama yang katanya berbahaya. Di situlah dia melihat kalau Makotai yang dia pikir sangat kuat ini. Diacak-acak oleh seorang pemuda yang kemungkinan seusia dengan dirinya.
.
.
__ADS_1
.
"Reus. Latihan. Selesai. Harus!"
Oleh karena itulah Reus bertekad akan menyelesaikan latihan yang berat ini dan menjadi anggota keluarga Bernardi.
Hanya Otto yang menganggapnya manusia dan bukan monster besar mengerikan ataupun makhluk sirkus yang dipertontonkan.
Cuman Otto yang bersedia melatihnya dari pagi buta sampai malam dan tidak merendahkannya seperti di Makotai.
Apalagi Reus melihat kalau Otto yang sedang mengangkat beban 90 Ton itu sangatlah kuat. Dia tidak akan bisa macam-macam dengan Otto.
Selain membuat Reus merasa nyaman dan bahagia, di sisi lain Otto juga membuat Reus sangat segan padanya.
.
.
.
Ratusan hari kemudian, Otto baru selesai mandi di sungai.
"Reus! Dimana kamu?!" Otto berteriak setelah seleai berpakaian.
"Tuan. Mandi. Selesai?" suara Reus menggema dari dalam hutan.
"Ya... Kita lanjut pulang."
"Baik Tuan."
Reus keluar dari hutan.
Reus kini telah berotot dan tidak berlemak lagi. Dia sedang menggendong seekor beruang. Otto dapat melihat prana yang terpancar dari tubuh Reus.
Latihan ala Otto plus Skill Pemandu Bakat Legendaris berhasil menciptakan monster yang mengerikan.
"Apa ini?" tanya Otto menunjuk beruang.
{Brug!}
Reus memasukkan beruang ke dalam pedatinya. Lalu menariknya. Mengikuti Otto yang sudah menarik pedati duluan.
"Makan," Reus menjawab.
"Kamu makan beruang? Apa enaknya?"
"Enak Tuan."
"Baik Tuan."
"Reus. Sudah berapa lama kamu tidak dari keluar hutan ini?"
"Enam bulan?"
"Bukan Reus. Sudah sembilan bulan."
"Sembilan?" Reus lalu tunjukkan lima jari kanan dan tiga jari kiri. Otto bantu Reus mengangkat satu jari lagi.
"Sembilan!" kata Otto sambil menggoyang tangan Reus.
"Sembilan!" Reus nyengir melihat ke sembilan jarinya.
"Masa-masa latihan intensifmu sudah selesai. Keluarlah dari hutan!"
"Tuan no no Reus?" Reus tampak sedih.
Otto tepok jidat. Reus menyangka kalau Otto akan membuangnya.
"Kamu datang aja ke rumah ini... Aku ada kejutan buat kamu!" ujar Otto sambil memberikan sebuah peta yang ditulis tangan pada Reus.
"Kejutan! Benarkah?"
"Ya!"
{Zap!}
Otto langsung menghilang. Dia telah berteleportasi ke sisi Rere.
.
.
.
"Kejutan dari Tuan! Kejutan dari Tuan!" Reus berjalan riang.
Keberadaan Reus langsung membuat heboh Desa Blatervile. Anak-anak kecil mengikuti Reus sambil takut-takut penasaran.
"Reus dari Kejutan! Reus dari Tuan!"
__ADS_1
"Eh!"
{Grusak!}
Reus berhenti mendadak. Membuat anak-anak yang mengikuti ikut berhenti. Beberapa di antaranya sampai terjatuh.
"Kejutan dari Tuan! Kejutan dari Tuan!"
Reus berjalan kembali.
"Kakek! Reus. Peta. Bertanya," Reus serahkan peta yang diberikan Otto pada seorang Kakek.
Kakek itu membacanya.
Peta itu hanya berisikan garis mengular yang menghubungkan antara gambar hutan dan gambar rumah.
Tapi ada tulisan di bawahnya.
[Tolong antarkan ogre ini ke rumah Rere Bernardi.]
"Oh... Rumah Nona Rere ya... Ikuti aku!"
Tak lama kemudian, sampailah Reus di tempat tinggal Otto dan Rere.
"Terima kasih Kakek!" Reus melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar.
"Ya. Anak baik! Ceritamu barusan menarik sekali! Bum bum cas cas bum!" Kakek turut melambaikan tangannya.
"Sini Reus!" panggil Otto yang menunggu di pekarangan rumah.
"Kejutan Tuan! Mana?!"
"Berlututlah di hadapanku."
{Brug!}
Reus menuruti.
{Sret!}
Otto menggenggam belati lalu membelah tangannya.
"Tuan?!"
"Kamu baru lihat pembaptisan Keluarga Mafia?"
Reus mengangguk.
"Eh! Baptis?!" Reus terkejut ketika selesai mencerna kalimat Otto.
"Ya Reus. Aku akan membaptismu."
'Ternyata selama ini Reus tidak pernah benar-benar diakui oleh Keluarga Makotai,' bisik Otto sambil mengepalkan tangannya lebih kuat agar semakin banyak darah yang keluar.
"Dongakkan kepalamu dan julurkan lidahmu!"
Otto meneteskan darahnya ke mulut Reus.
"Baiklah. Selesai. Mulai saat ini namamu adalah Reus Osman Bernardi."
"Te... Terima kasih Tuan!"
"Eits! Ingat!" Otto mencegah Reus melakukan sujud brutal.
"Terima kasih Tuan..." Reus bersujud tanpa membenturkan kepalanya.
"Naikkan kepalamu!"
"Baik Tuan!"
[Fitur Knight telah terbuka.]
[Para Ksatria akan selalu mengabdi dan melindungi Tuan.]
[Para Ksatria tidak akan pernah membantah Tuan.]
[Para Ksatria akan setia pada Tuan.]
[Para Ksatria akan mengetahui bila Tuan berada dalam bahaya.]
[Tuan dapat mengetahui dimana Ksatria berada. Dan apa yang sedang dilakukan.]
[Tuan bisa beteleportasi ke lokasi Ksatria.]
[Para Ksatria bisa mentrigger sebuah Quest.]
'Ah... Banyak sekali notifikasinya. Mirip dengan fitur Harem.'
Akhirnya Otto memiliki anggota keluarga lelaki pertamanya. Otto percaya kalau Reus masih bisa lebih kuat lagi. Karena Reus telah membuktikan kualitas dirinya dengan pantang menyerah selama 266 hari ini.
__ADS_1
Dengan ini, Keluarga Bernardi telah memiliki tiga Harem dan satu Ksatria. Dan dengan ini pula, Keluarga Bernardi yang dipimpin oleh Otto sudah siap untuk unjuk gigi.
...— Selesai —...