
Malam pertama dengan personel harem lengkap sudah terlewati. Arika kini sudah paham maksud dari seluruh perkataan Otto saat berada di ruang tengah.
{Drap Drap Drap Drap.}
{Gretek Gretek Gretek.}
Otto dan Reus terlihat sedang berlari sambil menarik pedati kawan mereka. Mereka berlari melewati hutan belantara dan berbagai area terjal yang ada di sekitar mansion. Mereka memanfaatkan medan yang mirip dengan hutan lindung Aranya itu sebagai lokasi latihan mereka.
"Apakah kamu masih kuat Reus?" tanya Otto kepada Reus yang sedang berlari di sebelahnya.
"Tentu Tuan!" jawab Reus dengan bersemangat.
Semenjak melatih Reus, Otto merasa kalau Reus sebenarnya adalah seorang petarung yang sangat berbakat. Tapi Otto pun tidak memastikan apakah ini karena skill yang Otto miliki, ataukah memang karena bakat alami yang dimiliki oleh Reus.
'Akh... Jadi kepikiran...' karena terus mengulang kata 'berbakat', Otto tiba-tiba teringat akan kata-kata Arika tadi pagi. Pasca mereka semua selesai begituan.
.
.
.
"Tuan..." panggil Arika yang sedang mendekap lengan kanan Otto. Kepalanya bersandar di bahu Otto.
"Ya...?" jawab Otto yang sedang membiarkan Avni menjadikan pahanya sebagai bantalan kepala.
"Aku memang sekarang hanyalah seorang budak yang tidak bisa protes," Arika membuka percakapan dengan kalimat yang tidak Otto sukai.
"Arika... Jangan kayak gitu... Sejak kalian semua bergabung denganku. Status kalian sebagai budak sudah tak ada lagi," jawab Otto.
"Hmh hmh!" Arika menggeleng-gelengkan kepalanya menggemaskan. Dia tetap ingin memposisikan Otto sebagai Tuannya.
"Maksudku... Walaupun pada dasarnya aku tidak akan protes dengan apapun yang Tuan lakukan. Tapi para bangsawan diajarkan untuk tidak pernah mempermasalahkan poligami."
"Maksudmu?" Otto yang di dalam keluarganya tidak pernah ada pernikahan, jelas tidak mengerti.
"Iya... Aku tak akan pernah mempermasalahkan bila Tuan memiliki banyak pasangan," Otto baru ngeuh kalau yang dimaksud oleh Arika dengan poligami itu adalah poliamori.
"Terus?" pancing Otto sambil membelai lembut rambut halus Arika.
"Tapi..." lanjut Arika.
"Tapi apa?"
"Tapi kebebasan itu hanya berlaku pada seorang Raja yang superior."
"Superior bagaimana?"
"Ya superior aja! Baik di bidang militer, politik, ataupun perdagangan. Lebih mantep lagi kalau superior di seluruh bidang."
"Emang ada yang superior di seluruh bidang?"
"Ya... Kalau yang superior di ketiganya, belum pernah sih..." jawab Arika sambil setengah berpikir.
__ADS_1
"Kalau begitu, aku sekarang sudah menjadi orang yang superior dong..." tanya Otto jumawa.
"Tuan itu berbakat untuk menjadi superior."
"Berarti di matamu aku belum bisa dikategorikan sebagai seseorang yang superior?"
"Maaf Tuan. Tapi memang belum," jawab Arika tegas.
Otto emang tersinggung. Tapi di sisi lain diapun bersyukur karena Arika bersedia untuk jujur.
Bencana sesungguhnya bagi orang-orang yang hebat seperti Otto adalah saat dirinya dikelilingi oleh ular-ular penjilat berlidah dua. Yang akan membuatnya melambung tinggi oleh pujian. Lalu lupa bagaimana caranya untuk terus berkembang.
"Menurutku Tuan memang lebih kuat dari Bakiman, tapi Bakiman bukanlah orang terkuat yang ada di muka bumi ini."
"Kau benar. Kalau Bakiman cukup kuat, tentu Aganaya tak akan hancur."
Arika langsung tercekat diam. Begitu pula dengan Otto.
Mereka teringat bagaimana dulu mereka menganggap kalau dinasti keluarga mereka adalah dinasti yang kuat. Tapi anggapan itu sirna saat dinasti yang telah dibangun selama bergenerasi-generasi, harus hancur dalam satu malam.
"Lalu... Tuan juga tidak lebih kaya dari Aganaya," lanjut Arika.
"Kau benar," Otto mengakui.
Kekayaan Otto secara individu mungkin lebih tinggi dari kebanyakan orang. Tapi bila dibandingkan dengan perusahaan raksasa atupun kerajaan, kekayaan Otto tentu tidak ada apa-apanya.
"Lalu yang paling penting. Tuan sepertinya belum menggeluti dunia politik."
'Ah... Benar... Dunia yang dihindari oleh Keluarga Bernardi selama bergenerasi-generasi adalah dunia politik. Dunia yang bergantung pada kepercayaan publik. Dunia yang menjadikan pencitraan dan kebohongan sebagai senjata terbaik mereka. Dunia yang penuh dengan kepalsuan,' bisik Otto yang merasa geli sendiri.
"Ah! Tapi setidaknya aku berbakat kan?" Otto menghibur dirinya sendiri sambil mencium pipi Arika gemas.
"Benar Tuan. Tuan itu sangat berbakat," jawab Arika.
.
.
.
{Drap Drap Drap Drap.}
{Gretek Gretek Gretek.}
"Kakek Tua! Apakah kamu masih sanggup?!" tanya Otto pada Bakiman yang sedang berlari menarik pedati yang mirip dengan yang ditarik oleh Otto dan Reus.
"Hosh... Hosh... Hosh... Ini bagus Tuan! Otot-otot manjaku menjerit karena selama dua tahun terus bermalas-malasan!" jawab Bakiman dengan bersemangat.
Sebagai seorang Jenderal Legendaris, latihan berat Otto dan Reus membuat Bakiman terkagum. Karena ini adalah latihan yang mirip dengan apa yang selama ini biasa Bakiman lakukan.
Sayangnya sejak tertangkap dan menjadi budak. Dia hanya sempat melatih prananya, tapi tidak dengan otot-ototnya.
{Srak! Srak! Srak!}
__ADS_1
"Haaah..." Otto menghembuskan nafas pasrah saat dia melihat Duo Kilau yang merupakan mantan assasin, tengah melompat dari pohon ke pohon sambil mengendong ransel yang berisi pemberat.
'Kenapa mereka berdua harus ikut juga sih?!' keluh Otto dalam hati.
"Hei! Pantene! Emeron! Gunakan pranamu agar ranting pohon itu tidak patah karena beban yang kau bawa!" Otto memberikan instruksi.
"Baik Tuan!" jawab keduanya kompak.
Tapi perkara Duo Kilau ini sih masih mending!
"Tuan! Reus balik. CMYK!"
Otto lebih ngerasa heran dengan Reus yang juga memaksa CMYK yang sama sekali belum terlatih buat ikut latihan.
Alhasil. Sekarang Reus harus bolak balik menjemput CMYK yang entah sudah berapa kali ketinggalan.
Tadi pagi sebelum latihan dimulai...
.
.
.
"Kenapa mereka ada di sini juga?" tanya Otto pada Reus menunjuk CMYK yang berdiri di dekat gerbang mansion.
"Reus. Sayang CMYK. Tuan. Sayang Reus."
"Kata Tuan Reus... Ini adalah bentuk kasih sayang Tuan Reus pada kami semua. Tuan Reus hanya melakukan seperti yang Tuan Otto ajarkan. Tuan Reus percaya kalau memberikan latihan yang berat adalah bentuk dari kasih sayang yang paling tinggi," Cantika menjelaskan.
"Ya Cantika... Aku paham yang Reus katakan," ujar Otto sambil mengurut keningnya yang tiba-tiba terasa pening.
"Hahaha...! Reus! Kau berhasil menginspirasiku!" sahut Bakiman yang juga datang bersama Duo Kilau.
"Keringat. Sayang," jawab Reus sambil tertawa keras.
"Benar kawan! Membuat mereka berkeringat siang dan malam adalah bentuk dari kasih sayang tertinggi yang bisa kita berikan!" sahut Bakiman sambil merangkul bahu Reus.
Reus dan Bakiman terbahak bersama-sama.
'Akh... Kepalaku...' Otto memijat kepalanya lebih kuat. Otto menangkap kalimat yang diucapkan oleh mereka berdua tersebut, dengan makna yang sedikit berbeda.
.
.
.
{Drap Drap Drap Drap.}
{Gretek Gretek Gretek.}
Pada akhirnya dengan terpaksa Otto saat ini harus menggunakan Skill Pemandu Bakat Legendaris untuk delapan orang. Sehingga uang yang Otto keluarkan adalah delapan juta per jam.
__ADS_1
Untungnya uang yang Otto dapatkan dari Pleasure Conversion, Pleasure Palace dan Uang Saku Harem sangatlah besar. Sehingga Otto tetap bisa mendapatkan profit setiap harinya.
...— Bersambung —...