
Walaupun pukulan itu hanya menyerempet, namun kekuatannya membuat tubuh Otto berputar bagaikan baling-baling.
[Speed Up diaktifkan.]
[100 Kilias digunakan.]
Otto kembali mengaktifkan Speed Up saat tubuhnya masih berputar tak terkendali.
'Sudah kuduga!'
Ketiga Tai yang lain sudah berjarak selangkah lagi dari Otto.
{Tap Tap Tap.}
Otto menggunakan tubuh ketiga Tai yang bergerak slow mo, sebagai pijakan agar bisa menyeimbangkan diri di udara.
{Drap Drap Drap Drap.}
Otto mendarat. Lalu sekuat tenaga dia melarikan diri.
[Gun Fu diaktifkan.]
Otto berbalik badan untuk menyerang.
'Apa?!'
Otto saat ini sedang mengaktifkan Skill Speed Up. Membuatnya bergerak sepuluh kali lebih cepat. Namun keempat Tai kini sudah berada di dekat Otto.
'Gila! Mereka mampu mengimbangi kecepatanku!'
{Dor! Dor! Dor! Dor!}
Empat buah tembakan Otto luncurkan dari jarak dekat.
Namun keempatnya tiba-tiba bergerak lebih cepat seakan-akan berteleportasi. Menghindari peluru yang melesat.
{Duesh!}
Otto melesat menjauh.
'Gawat!'
Otto lihat ujung kaki Taitu berhasil menyentuh permukaan tanah.
{Duash!}
Begitu menemukan tumpuan, tubuh Taitu langsung bergerak lebih cepat.
{Buagh!}
Sebuah tendangan berputar mendarat di tengkuk Otto.
[Speed Up dibatalkan karena terkena serangan yang sangat kuat.]
{Sraaaak...}
Otto tersungkur melukiskan sebuah garis panjang di atas tanah.
"Mati Kau!"
Otto belum bangkit dari posisinya. Keempat Tai sudah kembali menerjang ke arahnya.
Otto menyesal tidak mengikuti saran dari Sistem. Dia lupa kalau di setiap Dungeon pasti ada Boss yang sangat kuat.
'Aku belum boleh mati...' tekad Otto kuat.
[Dua buah Uzi telah dibeli.]
[Gun Fu diaktifkan.]
[Dua buah Uzi dikeluarkan dari gudang.]
{Ratatata... Ratatata...}
Keempat Kakak tidak siap dengan senjata otomatis yang tiba-tiba muncul di tangan Otto begitu saja.
"Mundur!"
Membuat keempat Tai terpaksa melompat. Berpencar dan menjauh.
'Kesempatan!'
{Duesh!}
Otto melesat ke arah Taipat
[Aliran Silat Bernardi diaktifkan.]
{Duesh Duesh Duesh Duesh!}
Otto kerahkan serangan beruntun. Tapi Taipat dapat menahan seluruh serangannya.
'Bagaimana dengan ini?!'
[Batu tambang 10 Ton dikeluarkan dari gudang.]
"Apa?!"
Taipat terkejut saat melihat sebuah batu besar tiba-tiba muncul di atas kepalanya.
{Boom!}
Taipat berhasil menghindari batu tersebut.
{Kleretrek.}
"Ini?!"
Taipat pucat pasi saat lima buah granat nanas menggelinding ke dekatnya.
{Boom! Boom! Boom! Boom! Boom!}
__ADS_1
{Duesh!}
Taipat harusnya sudah mati. Tapi Taidu melesat dan berhasil menyelamatkannya.
"Hati-hati Kak! Dia punya sihir penciptaan," Taipat kasih peringatan.
"Aku tahu."
[Gun Fu diaktifkan.]
"Hai!"
Otto mengarahkan bazooka kepada Taidu dan Taipat yang sedang melayang di udara.
{Boom!}
Taitu menghalangi. Mengerahkan benteng prana. Membuat serangan Otto berhasil dimentahkan.
'Jangan senang dulu!'
Sesaat sebelum mendarat, puluhan jebakan listrik sudah menunggu mereka di atas tanah.
{Bzzzzt...}
Ketiga Tai terkena sengatan listrik yang mematikan.
{Duagh!}
'Oh iya... Masih ada kamu!'
Taiga melancarkan serangan. Untung saja Otto tadi berhasil menahannya.
[Aliran Silat Bernardi diaktifkan.]
{Duagh. Duagh. Duagh. Duagh.}
Serangan beruntun Otto tujukan kepada Taiga.
{Duesh!}
Taiga membalas dengan sebuah tendangan bertenaga, tapi Otto berhasil melompat menghindarinya.
[100 pedang dibeli.]
[100 pedang dikeluarkan dari gudang.]
Pedang-pedang jatuh dari udara. Menghujani Taiga di bawahnya.
"Uakh!"
Salah satu pedang berhasil menusuk leher Taiga. Dia keluarkan penguatan prana, sehingga luka di lehernya tidak terlalu dalam.
{Drap.}
Otto mendarat.
Taitu dan Taidu menghampiri Taiga yang sedang memegangi lehernya yang berdarah.
Taiga melotot ke arah jebakan listrik yang barusan aktif. Di sana terlihat Taipat yang sudah hangus tak bernyawa.
Berbeda dengan Taitu dan Taidu, Taipat tidak sempat mengggunakan prana untuk bertahan.
{Drap Drap Drap Drap.}
Otto melarikan diri. Otto harus menggunakan otaknya.
"Semuanya! Habisi bocah itu! Balaskan dendam Taipat!" teriak Taiga pada seluruh anak buahnya yang masih tersisa.
"Uwooo...!"
Para Mafia berlari mengejar Otto yang masuk ke dalam gedung sekolah.
{Duesh Duesh Duesh.}
{Ratatata... Ratatata...}
Terdengar suara pertempuran dari dalam gedung sekolah.
Dengan tertatih ketiga Tai yang tersisa menyusul memasuki gedung sekolah.
'Hebat juga...' puji Taiga.
Dalam sekejap mereka lihat bila gedung sekolah kini telah dipenuhi oleh mayat bergelimpangan.
{Gredek gredek gredek.}
Suara mengerikan terdengar dari luar gedung sekolah.
Mereka pun menoleh.
'Asuw!' umpat Taiga saat dia lihat sebuah tank baja telah mengarahkan moncong tepat di depan wajahnya.
{Jelegur!}
Sekolah pun hancur membentuk kawah yang terbakar.
"A...Apa?!"
Otto tiba-tiba merasakan sebuah gempa bumi yang dahsyat. Otto melihat ke bawahnya. Di sana Taitu terlihat sedang berusaha mengangkat Tank baja yang tengah dinaiki oleh Otto.
"Pergi kau!"
{Bam!}
Taitu melempar tank baja hingga sejauh seratus meter.
{Hosh... Hosh... Hosh...}
Otto yang barusan sempat kabur dari Tank terlihat sangat kelelahan.
Taitu melihat Taipat yang sudah hangus terbakar. Dia lalu melihat Taiga dan Taidu yang sudah hancur berantakan.
__ADS_1
Taitu menggeram.
"Kurang ajar kau bocaaah..."
'Akh... Dasar monster!' Otto mendadak jadi malas bertarung.
{Buagh!}
Sebuah serangan telak berhasil mendarat. Otto meluncur tak terkendali. Melesat menabrak tembok sekolah hingga hancur berantakan.
{Gruduk! Gruduk!}
Otto bangkit berdiri di antara puing-puing tembok. Tubuhnya penuh luka.
[Peringatan!]
[Bahaya!]
[Luka terlalu parah. Darah Terkutuk tidak bisa mengimbangi.]
[Stamina sudah terkuras. Darah Terkutuk tidak bisa mengimbangi.]
[Tuan sudah mencapai batas.]
'Berisik!'
{Duesh!}
Otto melesat begitupun dengan Taitu.
{Duash! Duash! Duash!}
Taitu dan Otto melakukan jual beli serangan.
{Duesh! Duesh! Duesh!}
Mereka berdua belum ada yang mengalah. Tak ada satupun serangan yang berhasil mendarat dengan sempurna.
'Ada yang terasa berbeda...' bisik Otto dalam hati.
Berbeda dengan di awal pertempuran dimana Otto mengalami kesulitan saat harus bertukar serangan dengan keempat Tai. Kini Otto merasakan jurus-jurusnya menjadi semakin efektif dan efisien.
[Peringatan!]
[Bahaya!]
[Luka terlalu parah. Darah Terkutuk tidak bisa mengimbangi.]
[Stamina sudah terkuras. Darah Terkutuk tidak bisa mengimbangi.]
[Tuan sudah mencapai batas.]
{Tring!}
[Selamat! Skill Aliran Bela Diri Bernardi meningkat.]
[Aliran Bela Diri Bernardi mencapai Grade Master.]
{Duagh! Duagh! Duagh!}
Satu dari tiga buah serangan Kai akhirnya berhasil disarangkan. Membuat tubuh Taitu meluncur berguling-guling tak terkontrol di atas tanah.
"Matiii!"
Otto mengejar tubuh yang terpelanting tersebut. Lalu dia duduk di atas perut Taitu. Mengunci pergerakan lawannya tersebut.
{Duagh! Duagh! Duagh!}
Otto melancarkan serangan kombinasi membabi buta. Membuat wajah Taitu berubah menjadi rujak tumbuk.
Tring!
[Misi selesai!]
[Dungeon berhasil ditaklukkan.]
[Selamat! Tuan mendapatkan Skill Pemandu Bakat Legendaris.]
'Akh... Akhirnya selesai juga...'
{Brug!}
Otto jatuh tergeletak di sebelah jenazah Kakak Pertama.
'Hehe... Sistem. Aku berhasil.'
[Ya Tuan. Sistem tak menyangka Tuan akan menggunakan fitur Toko dan Gudang untuk bertarung.]
{Puk.}
Otto meletakkan tangannya di atas jenazah Taitu.
'Plundering!'
[Plundering...]
[Plundering selesai.]
Seluruh mayat, senjata dan bekas-bekas pertempuran menghilang. Menyisakan gedung sekolah yang terlihat seperti baru dihantam angin ribut.
[Buka daftar Harem.]
'Teleportasi ke Priya.'
{Zap.}
"Kyaaa...! Sayaaang! Kenapa kamu terluka begini?!"
Priya langsung memeluk Otto yang berbaring tanpa tenaga. Otto tersenyum pada Priya. Lalu dia pun kehilangan kesadarannya.
...— Selesai —...
__ADS_1