Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang

Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang
[Kisah 7.11] Butler Tanpa Tuan


__ADS_3

Sejak hari itu, Igor mulai memperhatikan segala hal yang terjadi di sekitarnya dengan lebih mendetail juga teliti.


Dan Igor saat ini, terlihat sedang memancing bersama dengan salah satu penduduk desa.


"Sabar Gor... Jangan banyak gerak-gerak..." nasihat pemancing.


Igor merileksasikan badannya. Memperhatikan pelampung yang ada di atas air.


{Plup. Plup.}


Pelampung tenggelam dua kali.


"Belum... Dikit lagi..."


{Plup.}


"Sekarang!"


Diperintahkan. Igor langsung menarik joran secepat mungkin. Membuat ikan langsung terkail. Tali pancing berlari ke sana ke mari.


"Dapat!" teriak Igor senang.


Igor belajar tentang kesabaran dan pentingnya timing dari para pemancing. Menunggu dengan sabar dan menyerang di saat yang paling tepat adalah pelajaran pertama yang Igor ambil untuk bela dirinya.


.


.


.


"Lihat itu..." bisik seorang pemuda kepada Igor.


"Rusa itukah?"


"Yang sedang sendirian."


"Oh....Yang itu..."


"Lihat ini Gor..." si pemuda mengeluarkan sebuah bambu yang sangat panjang lalu di masukkan ke dalam mulutnya.


Pemuda itu meminta Igor untuk memperhatikan apa yang hendak dilakukannya.


{Psu!}


Sebuah jarum meluncur dari selongsong bambu. Melesat mengenai tubuh Rusa.


{Kosrak! Drap Drap Drap Drap.}


Rusa itu berlari. Pergi menjauh bersama dengan teman-temannya.


"Yuk. Dia nggak akan lari jauh," ajak si pemuda dengan tenang kepada Igor.


Pemuda itu sangat percaya akan kemampuannya, sehingga dia hanya berjalan sambil mengikuti jejak yang ditinggalkan oleh rusa yang disumpitnya


"Ke sini Gor!" si pemuda menunjuk sebuah ranting kecil yang patah.


Igor berjalan mengikuti sambil mengambil beberapa kesimpulan.


Berburu mengajarkan Igor tentang cara untuk bersembunyi dan menghilangkan hawa keberadaan, memperhatikan pola kebiasaan dari target sasaran, juga tentang betapa pentingnya akurasi dari sebuah serangan.


"Itu dia!" Igor berlari mendekati Rusa yang tertidur. Igor melihat sebuah jarum menancap di leher si rusa.


"Oh... Berarti saat menyerang, sebisa mungkin aku harus menyerang titik vital lawan ya...?" simpul Igor begitu melihat kondisi si rusa yang cukup mengenaskan.


"Ya," jawab pemuda pemburu.


Igor tersenyum lebar.


'Benar kata Kakak. Dengan memperhatikan segala hal yang ada di sekitarku, aku sudah mendapatkan banyak ide tentang bagaimanakah beladiriku nanti,' Igor mengangguk-angguk di dalam hatinya.


.


.


.


Igor membungkuk memperhatikan tanaman di depannya.


"Ingat Gor... Bedanya cuman sedikit saja. Perhatikan dengan lebih mendetail bentuk dari setiap daun dan tangkai. Dan lihat juga tanda-tanda lain yang kuajarkan barusan," ujar Ibu ahli tanaman liar.


Igor mengangguk. Kakak Igor dulu adalah seorang ahli tanaman, sehingga Igor sudah hafal sebagian besar ilmu tentang tanaman liar.

__ADS_1


Tapi dari para ahli tanaman liar, Igor belajar tentang betapa pentingnya untuk melihat segala sesuatu dengan lebih mendetail. Karena melewati satu detail penting saja, akibatnya akan sangat fatal.


.


.


.


{Srak. Srak. Srak.}


Igor berlari dengan gesit bersama seekor kelinci.


Igor tertawa mengikuti gerakan kelici yang berlari ke sana ke mari.


{Srak. Srak. Srak.}


Terletak di dasar rantai makanan, seekor kelinci mampu bertahan hidup akibat kelincahannya dalam bergerak.


{Srak. Srak. Srak.}


Sehingga Igor yang penasaran, mulai mempelajari tata cara kelinci dalam berlari.


.


.


.


"Mau Bro?"


{A u!}


Di atas ranting pohon, Igor menyodorkan buah pada kera di sebelahnya. Kera itu dengan senang hati mengambil buah dari tangan Igor.


Igor saat ini sedang bergelantungan dengan beberapa ekor monyet. Igor ingin belajar dari para monyet, cara untuk dapat bergelantungan di ranting tipis tanpa harus mematahkannya.


{Krak! Gedubrak!}


{A! A! A! U! U! U!}


Igor yang terjatuh langsung ditertawakan oleh para monyet yang tengah berada di atas pohon.


.


.


.


"Eh! Ayam pelung ayam kate! Cakep!" seorang bibi mendadak latah karena dikejutkan oleh Igor.


Igor tertawa terbahak-bahak.


"Eh! Igor! Jago pisan kamu ngendap-ngendapnya..."


Igor nyengir kuda. Dia baru saja meniru cara ular saat bergerak diam-diam, agar tidak diketahui oleh warga desa yang rata-rata memiliki pendengaran yang tajam.


Igor saat ini telah belajar banyak hal dari hutan dan orang-orang di desa. Menangkap esensinya dan menjadikannya sebagai dasar untuk mengembangkan bela dirinya.


Tapi bertahun-tahun kemudian...


.


.


.


'Ah... Harus gimana lagi ya?' bisik Igor yang sedang duduk merenung di tepi sungai.


Saking banyaknya ilmu yang Igor terapkan, Dia jadi bingung sendiri karena semua hal tersebut memiliki keunggulan dan kekurangan yang bertolak belakang.


Igor harus menemukan satu buah benang merah yang dapat menghubungkan seluruh hal yang sudah dipelajarinya.


{Blebep. Jresh...}


Igor yang kehausan, merendamkan wadah minuman berbahan kulit ke dalam air sungai yang bening.


{Blubup Blubup Blubup!}


'Eh!' Igor memperhatikan wadah minumannya.


{Blebep. Jresh...}

__ADS_1


Igor lalu membuang kembali air dari dalam wadah minuman.


{Blubup Blubup Blubup!}


Igor merendamkan wadah minuman berbahan kulit ke dalam air sungai untuk kedua kalinya.


"Ini...?"


Igor celingukan. Dia melihat ke arah aliran sungai di antara bebatuan. Lalu Igor mendongak melihat air terjun yang berada di sebelah kirinya.


{Jresh...}


Igor lalu menumpahkan seluruh air yang dikumpulkannya pada sebuah batu yang sedikit cekung.


'Iya juga...!' Igor mendapatkan insight.


{Drap Drap Drap Drap.}


Igor berlari dengan sangat bersemangat.


{Kecipak!}


Langkah Igor berhenti di atas genangan air yang ada di dalam hutan. Lalu dia melihat aliran air yang kecil namun tenang tidak jauh dari genangan tersebut.


"Ya benar! Air! Formless! Inilah bela diriku. Inilah benang merah yang dapat menghubungkan semua hal yang sudah kupelajari...!"


Dengan mengadaptasi sifat dari air, maka seluruh ilmu yang dia dapatkan selama beberapa tahun ke belakang bisa diterapkan. Dalam artian, Igor akan membuat bela dirinya sangat fleksibel seperti air. Dapat beradaptasi dan digunakan dalam segala macam kondisi.


.


.


.


{Drap Drap Drap Drap.}


Bertahun-tahun kemudian, Igor tampak berlari dengan riang bersama para kelinci.


{Duesh. Sraaak...}


"Hayoh!" hardik Igor yang tiba-tiba berada di depan kelinci. Membuat para kelinci itu terkejut dan berbalik.


"Eits!"


{Siuuut...}


Igor lalu bergerak setengah lingkaran untuk memeluk semua kelinci yang berontak.


"Mau kemana kalian?" tanya Igor pada beberapa kelinci di pelukannya.


Untuk bisa menangkap kelinci, Igor pada awalnya akan berlari seperti kelinci, lalu melompat seperti serigala, dan akhirnya bergerak setengah memutar seperti ular phyton saat hendak menangkap mangsanya.


.


.


.


{Duagh!}


Igor berhasil menumbangkan beruang di hadapannya dengan sebuah pukulan sekuat batang pohon raksasa.


{Brugh!}


Beruang itu berdebam di atas tanah.


"Hehe... Aku menang! Kedudukan kita saat ini 1.321 untuk kemenanganku, dan 1.320 untuk kamu!"


{Puk. Puk.}


Igor menepuk pipi beruang dua kali. "Bener kan?"


{Hoarrrr...}


Beruang menjawab dengan malas.


Berbeda dengan saat hendak menangkap kelinci, saat berhadapan dengan seekor beruang yang kuat. Igor perlu bergerak lebih lincah. Bergerak ke sana ke mari. Dan menyerang dengan kuat di saat yang tepat.


Yup!


Di usianya yang ke 15 tahun, Igor akhirnya berhasil menyempurnakan sebuah aliran silat baru yang dia namai dengan nama belakangnya sendiri. Yang kemudian akan dikenal sebagai Aliran Silat Calabria. Sebuah aliran silat yang sangat fleksibel namun juga begitu efisien serta mematikan.

__ADS_1


...— Bersambumg —...


__ADS_2