Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang

Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang
[Kisah 8.5] Sang Penguasa Tunggal


__ADS_3

Tapi...


Walaupun mereka berdua tidak menyangka dengan keputusan yang Otto berikan, Priya dan Avni tersenyum senang.


Diberikan tanggung jawab atas sebuah wilayah yang sangat indah. Ini bagaikan mimpi di siang bolong bagi mereka berdua.


Lagian...


Siapa sih yang bakalan mengira kalau pengalaman mereka dalam memberikan para pria kesenangan duniawi, akan dinilai setinggi ini oleh Otto.


"Tapi ingat..." Rere berkata seperti yang tidak suka saat melihat Ibu dan anak ini cengengesan sendiri.


"Seperti yang kalian berdua tahu. Selain hutan, pemukiman warga, dan juga agrikultur, di Vardon Hill berdiri banyak sekali Villa. Karena bagaimanapun juga, Vardon Hill adalah lokasi pariwisata yang seksi untuk para pecinta sunyi."


Penjelasan Rere dijawab Avni dan Priya dengan anggukan tanda paham.


"Terus?" tanya Avni.


"Tapi aku bilang ke Rere kalau hal pertama yang ingin aku lakukan adalah seluruh Villa yang ada di Vardon Hill harus diratakan," Otto lagi-lagi menjawab untuk mewakili Rere.


"Kenapa?" Priya yang berpikir kalau keberadaan Villa adalah hal yang bagus, gagal paham dengan jalan pikiran dari Otto.


"Karena aku nggak suka saat melihat ada bangunan yang megah, tapi hanya dipakai sesekali saja. Mubazir aja gitu!"


"Dan setelah ngobrol dengan ahli tata ruang, karena letak Distrik Vermello nantinya tidak akan sedalam Kilias Road, maka keberadaan bangunan yang terlalu banyak di atasnya akan cukup membahayakan," jelas Rere menambahkan.


"Oh iya... Nanti bisa amblas ya?" Avni menyimpulkan.


"Betul. Jadi bobot yang ada di atas distrik Vermello harus benar-benar dihitung dengan sangat teliti," tutup Rere.


"Oh gitu ya?" Otto pun baru ngeuh tentang betapa sulitnya membuat ruang bawah tanah. Seketika Otto merasa kalau keinginannya membuat distrik Vermello di bawah tanah, adalah perkara yang sangat merepotkan bagi ahli teknik sipil.


[Baru sadar ya Tuan.]


Rere berkata di dalam kepala Otto.


"Ya Tuan," jawab Rere singkat.


Rere mengatakan dua hal yang berbeda antara yang disampaikan di dalam kepala Otto, dengan apa yang dia ucapkan. Membuat Otto sedikit merinding saat melihat Rere tersenyum lembut.


"Jadi nantinya... Hotel, Apartemen, Villa, dan sebagainya. Akan didirikan di bawah tanah. Sehingga bagi mereka yang ingin menginap di Vardon Hill. Akan diarahkan untuk menginap di Distrik Vermello," Rere menunjuk beberapa gambar gedung yang memiliki fungsi ganda sekaligus sebagai pilar penyangga gua.


'Wah... Benar-benar ide brilian!' Otto terkagum di dalam hatinya.


[Sebagai Sistem, aku juga menilai kalau para ahli sipil yang Tuan sewa memang sangat luar biasa.]


'Pantas saja harganya mahal," simpul Otto di dalam hatinya.


"Jadi nantinya, kalian tidak hanya akan dipusingkan dengan urusan hiburan malam saja," tutup Rere.

__ADS_1


Mendengar tanggung jawab mereka yang tidak hanya berkutat seputar dunia malam, membuat Priya dan Avni kembali saling pandang.


Mereka sedikit ragu apakah mereka dapat melakukannya.


"Mamah sama Teteh siap?" Otto bertanya untuk menegaskan kesiapan Avni dan Priya yang terlihat ragu.


"Tentu saja kami siap..." ujar keduanya nyaris bersamaan.


Ada istilah yang mengatakan, kalau kita mau hidup kita terus maju dan berkembang, sanggup nggak sanggup ya SANGGUPIN. Siap nggak siap ya SIAPIN.


"Lalu berikutnya..." Rere menunjuk bagian lain dari peta topografi yang juga telah ditandai.


"Area ini akan menjadi residensial penduduk. Karena Tuan Otto ingin pemukiman yang hijau, asri dan nyaman, jumlah rumah akan dibatasi," jelas Rere sambil sekilas memandang ke arah Otto.


"Kita hanya akan menyediakan lima ribuan unit rumah di seluruh Vardon Hill. Dengan luas tanah per rumah kurang lebih hanya 200 meter persegian."


"Lumayan gede dong ya..." celetuk Priya saat mengingat rumahnya saat di Kapitalia memiliki luas 300 meter persegian.


"Aku ingin mereka semua merasa nyaman," tambah Otto menjelaskan alasannya pada semua.


Sebenarnya, kalau bisa, Otto mungkin akan memberikan setiap penduduk satu buah mansion. Sayangnya kalau Otto melakukan itu, Vardon Hill akan terlihat jelek dan sempit.


Selain itu. Hal ini tidak akan efisien juga. Karena demi bisa dapat memaksimalkan Tuan Tanah, akan lebih baik mendirikan 5.000 buah rumah, daripada 500 komplek mansion.


"Dan untuk tahap pertama, hanya akan didirikan rumah untuk KK yang sekarang sudah tinggal di Vardon Hill saja dulu."


"Nama distrik ini adalah Distrik Udobno," jawab Rere.


"Dan Aku akan menugaskan Igor untuk me-manage distrik ini," tambah Otto sambil memandang ke arah Igor.


"Terima kasih Tuan," jawab Igor kepada Otto.


"Dan terakhir..." Otto memberikan jeda yang diikuti dengan diamnya semua orang yang ada di sana.


"Seingatku... Aganaya adalah kerajaan yang unggul di bidang pertanian. Apakah benar begitu?" Otto memandang Arika dan Bakiman bergantian.


"Benar Tuan," jawab Bakiman.


"Baiklah... Kalau begitu, Arika kamu akan mengurus lokasi ini," Otto menunjuk wilayah yang terluas yang ada di layar.


"Wilayah ini akan kujadikan sebagai wilayah pertanian dan perkebunan. Namanya adalah Distrik Sri..."


{Brak!}


"Bisakah namanya Aganaya?!" potong Arika sambil bangkit dari kursi dan sedikit menggebrak meja.


Bantahan Arika membuat suasana ruangan menjadi hening sesaat.


Otto tersenyum pada Arika, lalu kembali berbicara, "Bisa. Nama distrik ini adalah Distrik Aganaya."

__ADS_1


"Te....Terima kasih..." Arika berkaca-kaca.


"Dan kamu juga akan kujadikan sebagai wajah dari dari Vardon Hill. Kamu aku angkat menjadi Penanggung Jawab utama dari Vardon Hill," ujar Otto pada Arika.


"A... Aku?" tanya Arika gugup.


"Sebenarnya kamu hanya aku jadikan orang yang akan tampil di depan publik saja. Untuk kebijakan, biar aku yang urus."


"Semacam Presiden Boneka?" tanya Igor memastikan.


"Ya. Semacam itu. Bagaimana? Apakah ada yang keberatan?" tanya Otto kepada forum.


{Zreg!}


"Tentu saja tidak!" Bakiman menjawab sambil berdiri dari kursinya, lalu membungkuk hormat.


"Saya melihat Nona Arika adalah sosok yang pantas untuk menjadi wajah dari Vardon Hill," Igor sepakat dengan Otto.


"Aman!" Reus sebenernya dari tadi nggak ngerti apa yang sedang dibicarain.


"Selama jatah malamku aman. Apapun keputusanmu kuterima," celetuk Avni yang langsung dibalas lirikan sinis para peserta rapat. Kecuali Otto yang tesenyum memaklumi.


"Jadi... Karena semuanya sepakat. Mulai hari ini aku akan mengangkatmu menjadi wajah dari Vardon Hill. Kamu bebas akan menyebut dirimu Puteri, Ratu, Kades, atau Bu RW. Bebas!"


"Bagiku panggilan Puteri paling pas," jelas saja Bakiman akan berpendapat demikian.


Tapi yang lain pun mengangguk tanda setuju pada usulan dari Bakiman.


{Zreeek...}


"Baik kalau begitu... Kehendak Tuan adalah titah Hamba," jawab Arika sambil memberikan salam hormat ala Puteri Kerajaan.


"Duduklah..." titah Otto yang langsung dituruti oleh Arika.


"Sekarang... Untuk Reus, Bakiman, dan Igor..." Otto menyebutkan tiga nama sekaligus.


"Siap!"


Bakiman yang sudah begitu berapi-api akibat berbagai kabar gembira yang telah dia dengar, menjawab ala seorang tentara.


"Untuk urusan keamanan Vardon Hill, akan kuserahkan pada kalian," Otto berkata sambil memandangi ketiganya.


"Siap!" jawab Bakiman kembali.


{Bakiman... Udah...}


Arika sedikit berbisik karena merasa Bakiman sudah agak norak dan berlebihan.


...— Bersambung —...

__ADS_1


__ADS_2