Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang

Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang
[Kisah 8.8] Sang Penguasa Tunggal


__ADS_3

'Ah... Lagi-lagi Requital yang baru!' Otto tak lagi antusias saat tadi lagi dia telah mendapatkan Taman Pelajar.


[Tanah Tuan dapat memproduksi sumber daya pangan lebih banyak daripada tanah lainnya.]


[Seluruh produksi pangan di Tanah Tuan tidak mungkin terkena hama, penyakit, atapun gagal panen.]


[Setiap kali penduduk yang tinggal di tanah Tuan merasa kenyang setelah memakan hasil produksi pangan dari tanah Tuan, Tuan akan mendapatkan 10 juta Kilias.]


'Berarti kalau seseorang makan dua kali setiap hari, aku bisa dapat 20 juta per orang, setiap hari?' Otto merasa kalau sumber keuangan terbarunya ini sudah sangat berlebihan sekali.


[Betul Tuan.]


'Hmm...' Otto membisu sambil mengurut dagu.


Lagi-lagi dia langsung menemukan ide yang dapat memaksimalkan sumber pemasukan terbarunya tersebut.


'Sepertinya memang harus dicoba,' bisik Otto di dalam hati.


"Arika," Otto menegur harem tercantiknya tersebut.


"Ya Tuan?" jawab Arika dengan senyuman yang membuat dada Otto berdesir aneh.


"Apakah produksi pangan dari Blok A ini sudah bisa mencukupi kebutuhan seluruh penduduk di Vardon Hill?" Otto membentangkan tangannya sebagai isyarat.


"Untuk gabah sama ikan mah bisa Tuan. Bahkan bisa jadi lebih sedikit," jawab Arika yakin.


Mata Otto sedikit melotot. Kalau dari satu blok saja sudah bisa memenuhi kebutuhan dari ribuan orang, apalagi kalau seluruh distrik Aganaya sudah didirikan. Dan perhitungan Arika ini, masih belum dengan 'berkah' yang diberikan oleh 'mandiri pangan'.


"Tapi untuk daging merah dan putih masih belum," tambah Arika.


"Nggak papa... Itu udah cukup," jawab Otto yang merasa puas.


"Kenapa Tuan bertanya kayak gitu?" tanya Arika penasaran.


"Setelah melihat distrik ini, aku terpikir untuk menggratiskan seluruh hasil pangan yang kita produksi untuk dikomsumsi oleh penduduk Vardon Hill. Aku tidak ingin ada penduduk Vardon Hill yang merasa kelaparan. Kalau nanti ada lebihnya. Baru dijual ke luar," Otto mengungkapkan ide yang terpikirkan olehnya barusan.


Otto berharap, jika dengan digratiskan begini, maka penduduk Vardon Hill akan lebih memilih untuk mengkonsumsi hasil kerja mereka sendiri daripada membeli ke luar.


"Benarkah itu Tuan?" tanya Arika dengan mata berkaca-kaca.


"Benar!" jawab Otto dengan teguh.


"Tuan... Aku akan memberikan yang terbaik untuk Tuan nanti malam," ujar Arika yang merasa sangat bangga kepada Otto.


Dia bertekad akan memberikan pelayanan terbaik untuk Otto nanti malam. Lebih daripada malam-malam sebelumnya. Dia sudah membayangkan gerakan demi gerakan yang akan dilakukannya.


"Bukannya kebalik? Biasanya juga kalian yang keenakan sendiri," sindir Otto yang tentu saja lebih merasa percaya diri akibat memiliki Skill pemuas para Harem.

__ADS_1


Arika hanya bisa menjawab dengan menunduk sambil tersipu juga tertawa hambar. Dia tidak bisa membantah argumen Otto tentang siapakah yang sebenarnya dilayani oleh siapa di sini.


.


.


.


Selepas dari distrik Aganaya, kini Otto sedang berjalan berdampingan bersama Rere menulusuri area pembangunan Distrik Udobno Blok A.


"Banyak juga yang bantu?" bisik Otto pada Rere.


Tidak hanya mereka yang tiba-tiba berlatih bela diri di dekat mansion milik Otto, tapi pembangunan di Vardon Hill juga dibantu oleh para penduduk yang bersyukur karena hidup mereka sudah diberikan subsidi oleh Otto.


"Ya Tuan. Mereka melakukannya dengan sukarela."


"Baguslah," Otto tak menyangka kalau efek subsidi yang bertujuan untuk mengikat penduduk agar tidak pergi, ternyata sebesar ini.


"Dan mereka sangat mendukung proses relokasi yang akan kita lakukan," tambah Rere memberikan kabar gembira berikutnya.


Kalau dikasih rumah yang bagus dan di tempat yang strategis mah... Semua orang juga bakalan ngedukung proses relokasi.


Masalahnya, banyak sekali kerajaan-kerajaan yang ada di dunia ini, yang kalau merelokasi rakyatnya itu hanya menyediakan tempat yang seadanya dan juga tidak strategis. Sehingga proses relokasi seringkali diwarnai dengan bentrokan antara penguasa dengan rakyatnya.


"Apakah ada kendala Re?" tanya Otto sambil melihat berbagai mesin berat bergerak mengerjakan tugasnya.


"Ada sedikit," jawab Rere.


"Jadi... Para pemborong yang kita sewa, tidak memperhitungkan soal jalanan yang beberapa di antaranya masih buruk dan menanjak. Sehingga untuk mengantarkan bahan bangunan, mereka mengalami kesulitan."


"Ada solusi gak?"


Otto langsung menyergap Rere dengan tiga buah kata. Karena dibalik setiap masalah, pasti ada solusi.


Oleh karena itulah, kebiasaan orang-orang sukses itu, kalau sudah menemukan masalah, maka mereka akan sesegera mungkin kita mencari solusinya.


"Satu-satunya cara yang bisa kita lakukan adalah dengan membangun jalan darurat terlebih dahulu."


"Ya udah. Tinggal buat timeline yang baru saja."


"Tapi kalau begitu... Pekerjaan kita bakalan molornya panjang Tuan..."


"Ya sudah. Agar menghemat waktu. Tambah lagi jumlah pekerja. Tambah lagi alat berat. Aku akan memberikan bujet tambahan 15 Milyar. Jangan sampai hambatan seperti ini dibiarkan berlarut dan memberatkan para pekerja," jelas Otto pada Rere.


"Baik Tuan."


"Oh iya... Aku transfernya ke kamu ya... Biar uang saku harem aktif. Bisa?"

__ADS_1


"Bisa Tuan."


"Ya udah. Bangun aja yang bagus sekalian. Aku tambah lagi saja deh! 15 milyar buat kamu pake ngebangun. Aku ingin Udobno segera selesai, biar nantinya penduduk bisa segera pindah ke tempat yang lebih nyaman."


"Baik Tuan."


"Ingat aku ngasih-nya ke kamu ya," Otto menegaskan kembali.


"Tentu Tuan."


Otto nyengir kuda. Dengan memberikan uangnya kepada Rere terlebih dahulu, maka Otto bisa mendapatkan cashback dari sistem sebesar 500%.


"Pak! Sini sebentar!"


Saat Otto lagi cengar-cengir sendiri, Rere memanggil salah satu petugas proyek. Sepertinya dia adalah kepala proyek di sini.


Rere berbisik. Lalu Kepala proyek itu langsung terbelalak sambil melirik ke arah Otto.


[Selamat! Kondisi terpenuhi.]


[Tuan mendapatkan Bapak Pembangunan.]


[Pembangunan di Vardon Hill akan berlangsung lebih cepat dan efektif. Kualitas bangunan akan menjadi lebih baik dan nyaman.]


[Biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan sarana umum akan dikali jumlah penduduk yang akan merasakan manfaat dari hasil pembangunan tersebut.]


[20 milyar dikali 2.959 penduduk.]


Otto kaget. Lagi-lagi niat hati tidak sejalan dengan realita.


Niat Otto hanya untuk mengaktifkan uang saku harem yang mana uang itu akan dikalikan lima. Tapi realitanya malah dikalikan dengan dua ribu lebih.


Tapi Otto merasa heran. Tadi kan dia kasih 30 Milyar ke Rere, tapi kok jumlah yang diakui oleh Bapak Pembangunan hanya 20 Milyar?


[Rere pengen ngerasain sensasi korupsi Tuan.]


'Kalau aku tahu sih bukan korupsi namanya Re!'


[Selamat! Uang saku Harem aktif.]


[10 Milyar Kilias dikalikan lima orang Harem.]


[50 Milyar didapatkan.]


'Ya udah lah... Nggak masalah kamu korupsi berapapun juga... Aku tetap dapat uang ganti rugi dari Sistem.'


Otto tersenyum lebar sekali. Dalam satu hari, Otto berhasil mendapatkan tiga sumber penghasilan yang baru. Kecuali Taman Pelajar yang bikin skill Pemandu Bakat Legendaris menjadi Skill gratisan, semua pemasukan terbaru Otto dapat memberikan pemasukan yang sungguh luar biasa.

__ADS_1


Kalau begini sih, uang Otto akan semakin bertambah dengan kecepatan yang berada di luar nalar manusia.


...— Bersambung —...


__ADS_2