Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang

Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang
[Kisah 8.10] Sang Penguasa Tunggal


__ADS_3

"Seriusan ini Tuan?!" salah seorang Jenderal Calabria memastikan apa yang dilihatnya kepada Otto.


Mereka melihat Igor yang sudah berusia kepala tujuh, kini tampak seperti masih berusia empat puluh tahunan.


"Ya. Kalau rutin dikonsumsi setiap hari. Kalian semua akan menjadi muda kembali secara bertahap. Memang akan sangat sakit kalau sudah tua dan punya banyak penyakt. Tapi hasilnya akan sepadan."


"Bolehkah kami mencobanya juga Tuan?"


"Ambillah. Masing-masing satu!"


Otto tidak bisa kasih mereka dengan dosis yang sama. Karena Otto ragu akan kemampuan ketujuh orang itu dalam menahan sakit akibat mengkonsumsi Forbidden Fruit.


{Arrgh...!}


Benar saja!


Tiga detik setelah menelan Forbidden Fruit, ketujuh murid Igor itu langsung kesakitan dan mengerang melebihi dengan erangan sakit yang dilakukan oleh Igor sebelumnya.


Padahal rasa sakit yang mereka rasakan, hanya satu per tiga puluh dari rasa sakit yang dirasakan oleh guru mereka.


{Hosh... Hosh... Hosh...}


Beberapa detik kemudian, mereka bertujuh langsung merasa kalau tubuh mereka menjadi jauh lebih sehat. Berbagai luka luar dan luka dalam yang mereka miliki telah sembuh sebagian besarnya.


"Mandilah!" Otto mengeluarkan sebuah kamar mandi portabel dari Toko Sistem.


"Wah... Dari kantong ajaib lagi Tuan?" tanya salah satu Jenderal Calabria.


Otto nggak kesinggung disama-samain dengan Doraemon. Karena hanya itulah penjelasan yang mudah diterima oleh orang-orang saat membahas Toko Sistem dan juga Gudang Sistem.


Yang pasti, saat ini Otto tidak tahan dengan bau badan mereka yang diakibatkan oleh berbagai racun tak sehat yang keluar dari tubuh mereka.


Setelah mandi, ketujuh Jenderal Calabria mulai menggali lubang dan menanam satu per satu Forbidden Fruit di dalam gua tersebut.


Otto pun tersenyum. Dengan ini, salah satu permasalahan peliknya sudah selesai.


Dan sebenarnya...


Buah yang ditanam itu bukanlah buah mistik seperti yang ada di Film Sun Go Kong. Buah itu baru saja Otto temukan beberapa pekan yang lalu...


.


.


Otto sedang melamun di dalam kantornya setelah berjam-jam berpikir keras. Vardon Hill benar-benar telah menguras hampir seluruh waktunya.


'Mereka lagi ngapain?'


Otto tanpa sengaja melihat Bakiman, Tujuh Jenderal Calabria, dan Igor yang sedang tersebar berkegiatan di pekarangan Mansion.


"Mereka memang sudah tua ya...' komentar Otto dalam hati.


Lalu Otto melihat ke arah belakang dimana di sana terdapat Priya yang sedang memijat Avni yang sering merasakan pusing akibat pekerjaannya yang menumpuk.


Berpikir keras memang bukan kegiatan yang menyenangkan buat Avni. Tapi dengan dia tidak mengeluh dan tetap menjalankan tugas-tugasnya saja sudah merupakan sebuah indeks prestasi yang luar biasa di mata Otto.


'Mereka berdua...'

__ADS_1


Otto tersadar kalau Priya memang terlihat seperti seusia dengan Avni. Bahkan banyak di antara orang-orang yang mengira kalau mereka bukan sekedar adik kakak. Melainkan sepasang saudari kembar.


'Rere...' tanya Otto di dalam hatinya.


[Ya Tuan?]


'Apakah sekarang Priya juga sudah benar-benar sehat seperti bayi?'


[Akibat seringkali terkena cairan ekskresi dari tubuh Tuan, seluruh Harem Tuan memiliki jaringan sel, organ, dan tulang yang sehat tanpa satupun penyakit.]


'Sesuai dugaanku. Jadi benar kalau mereka tidak akan mati karena penyakit?'


[Benar Tuan, mereka saat ini memiliki sel yang baru berusia beberapa jam saja.]


'Bukankah seharusnya mereka sudah jadi bayi lagi?'


[Mereka berada di usia tubuh yang paling kuat. Yakni usia dewasa muda, namun sel-sel mereka tidak ada sedikitpun yang rusak.]


(Author's Note : Setiap kali manusia tertidur, maka akan terjadi regenerasi sel rusak secara besar-besaran. Akan tetapi, tetap saja tidak semua sel di dalam tubuh manusia akan diregenerasi secara sempurna. Oleh karena itulah manusia mengalami penuaan. Semakin tua, manusia menjadi semakin ringkih karena sudah terlalu banyak sel-sel dalam tubuhnya yang tidak dapat teregerasi seutuhnya. Karena pembahasan ini bakalan panjang, mending tanya ChatGPT aja ya... 😁)


'Akh... Kasian juga mereka...'


Otto bersimpati lalu berpikir bagaimana caranya agar orang-orang tua yang tidak pernah mendapatkan berbagai jenis cairan tubuhnya tersebut dapat menjadi muda dan sehat kembali seperti halnya dengan para Harem Otto.


'Akh... Aku harus menemukan caranya segera!'


Bila Otto gemar beradu anggar, ini adalah hal yang mudah. Tapi Otto bukanlah orang yang seperti itu.


.


.


.


{Srek!}


Otto diam-diam menggunakan pisau untuk membelah tangannya. Lalu dia memeras darahnya dan memasukkannya ke dalam sebuah gelas.


"Bakiman!"


Melihat Bakiman yang sedang berada di belakang Arika, Otto terpikirkan untuk mencoba sesuatu.


"Ya Tuan?"


"Cobalah minum ini!"


"Apa ini Tuan?"


"Obat Cina. Katanya bagus untuk orang tua seperti kamu," jelas Otto asal sambil memberikan segelas darahnya tersebut kepada Bakiman.


Bakiman yang menerimanya tampak sedikit ragu. Bakiman bukan takut diracuni. Tapi dia sedang mencari tahu alasan apa yang membuat Otto memberikan obat cina tersebut.


"Kudengar. Kamu sudah mulai kesulitan mengimbangi Duo Kilau," lanjut Otto berbohong.


{Glek Glek Glek.}


Bakiman yang malu karena alasan Otto tepat sasaran. Langsung menenggak habis darah Otto.

__ADS_1


"Hegh... Argh...!"


Bakiman langsung kesakitan seperti halnya yang terjadi pada Igor dan ketujuh muridnya sebelum flashback.


"Tuan! Bakiman kenapa?!"


"Tenang saja... Dia tidak apa-apa kok..." jawab Otto.


Padahal dalam hati Otto begitu was-was dengan apa yang terjadi pada Bakiman.


[Tenang Tuan. Bakiman tidak apa-apa. Dia kesakitan karena saat ini sangat banyak sel rentanya yang sedang beregenerasi.]


'Syukurlah...' dalam hati Otto merasa lega.


{Hosh Hosh Hosh.}


Bakiman yang terduduk berkeringat hebat.


"Bakiman! Kamu?!" Arika terkejut melotot pada Bakiman.


Sepertinya Arika langsung sadar kalau Bakiman saat ini sudah tampak lebih muda sekitar 5 sampai 10 tahunan.


"Kenapa Nona?" tanya Bakiman.


"Kamu bau!" Arika menutup hidungnya.


Gubrak! Ternyata Arika nggak sadar perubahan pada diri Bakiman.


Berbeda dengan Arika. Otto dapat melihat perubahan besar dalam diri Bakiman.


'Loh... Efeknya lebih dahsyat dari hasil ekskresi ku ya?' tanya Otto pada Rere di dalam hatinya.


[Ya Tuan. Itu karena yang Tuan berikan adalah darah murni Tuan, belum mengalami pengolahan tubuh seperti keringat dan cairan kejantanan Tuan.]


'Wah... Darahku sedahsyat itu ya...?'


Otto memuji Skill Darah Terkutuk yang dimiliki olehnya.


"Nona... Aku merada badanku lebih sehat," ujar Bakiman sambil memutar-mutarkan tangannya.


Membuat sebagikan keringat bau Bakiman nyiprat ke wajah Arika.


"Kyaaaa! Bakiman joroook! Mandiii!" teriak Arika panik.


{Huegh.}


Priya menahan mual karena bau keringat Bakiman.


Saat itulah Otto menyesal telah melakukan percobaan ini saat sedang makan. Karena selera makan semua orang di sana kini telah menghilang.


{Drap Drap Drap Drap.}


"Maaf Nona-Nona semuanya!" teriak Bakiman sambil berlari pergi saat dia sadar kalau keberadaannya di sana telah merusak suasana.


Di tengah kehebohan yang terjadi, Otto membuka tabel Skill miliknya.


'Ini dia!'

__ADS_1


Otto langsung senyum-senyum sendiri setelah melihat deretan skill miliknya. Otto senang karena dia sudah punya solusi dari masalah betapa rentanya orang-orang kepercayaan di sekitarnya.


...— Bersambung —...


__ADS_2