Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang

Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang
[Kisah 6.1] Sang Putri Salju


__ADS_3

Roda mobil Ford-NH F-Max berwarna biru berputar menyusuri jalanan yang sepi. Seulas senyuman merekah di wajah Reus yang tengah berada di balik kemudi.


"Reus... Truk baru..." gumam Reus bersama dengan kebahagiaan yang terpancar di wajahnya.


.


.


.


Kemarin di pekarangan rumah bilik milik Otto...


"Jadi, kamu memang belum pernah dibaptis kayak tadi?" tanya Otto kepada Reus.


Reus menggelengkan kepala.


"Berapa lama kamu gabung di Makotai?" tanya Otto kembali.


"Satu bulan," jawab Reus.


Otto meragukan konsep waktu yang dimiliki oleh Reus. Dia kemudian melirik ke arah Rere.


Rere lalu mengacungkan tiga buah jarinya.


"Tiga bulan ya...?" simpul Otto.


"Kamu selama di penjara belajar apa saja?" tanya Otto kembali.


"Smash. Smash!" jawab Reus sambil melancarkan hook kiri dan kanan.


Saking besarnya kekuatan yang dimiliki oleh Reus, hook tersebut dapat menciptakan gelombang angin yang sangat dahsyat.


"Bum. Bum!"


Lalu Reus melancarkan kombinasi uppercut yang tidak kalah bertenaga dengan hook yang sebelumnya dilancarkan.


"Oooh... Tinju... Terus kamu selama di Makotai ditugasin apa aja?" cecar Otto penasaran.


"Kopi. Rokok. Maksi," jawab Reus singkat.


"Bukan Reus! Selain tugasmu menjadi babu."


"Truk. Selundup."


"Jadi selama di sana kamu ditugasin buat selundupin barang pakai truk?" tanya Otto konfirmasi kepada Reus.


Reus mengangguk.


"Apa yang kalian selundupkan?" tanya Otto penasaran.


"Abizard," jawab Reus singkat.


"Oh... Pantas saja mereka terkoneksi dengan Tuasu. Ternyata memang selama ini mereka suka nyelundupin barang hasil tambang toh," setelah mencoba menghubungkan berbagai petunjuk yang dia temukan. Otto menyimpulkan sambil memegang dagu.


Memang benar kalau hampir semua barang boleh diperjualbelikan di dunia ini. Akan tetapi penyelundupan tetap sering dilakukan untuk menghindari beban pajak yang berlaku.


"Jadi kamu bisa bawa truk?" tanya Otto memastikan.


"Tidak. Reus no bawa!" jawab Reus sambil menyilangkan tangannya.


"Loh... Kok bisa? Katanya kamu suka selundupin hasil tambang?"


"Reus. Nyupir. No bawa."


{Bletak!}


Otto menjitak kepala Reus. Membuat Reus menangis tak tahu salah dia apa.


"Ya sudah. Kalau begitu kamu ikutin aja jalan ini. Lari terus sampai kamu ketemu jalan besar," Otto menunjuk ke arah timur.


"Baik Tuan," Reus langsung nurut tanpa ragu.


"Eits. Jangan lupa pedatimu!"

__ADS_1


{Zap!}


Otto keluarkan 'Pedati Kawan Reus' dari dalam Gudang Sistem.


"Siap Tuan."


[Pemandu Bakat Legendaris diaktifkan.]


"Reus pergi. Tuan."


"Ya. Hati-hati di jalan."


{Drap Drap Drap Drap.}


{Gretek Gretek Gretek.}


Memang benar jalan yang ditunjukkan oleh Otto akan mengarahkan Reus menuju jalan besar. Tapi ada satu hal yang Otto tidak beritahukan kepada Reus.


Bahwa perlu waktu lebih dari sepuluh jam untuk dapat sampai ke jalan besar dengan cara berlari.


"Re... Cari uang yuk..." ucap Otto kepada Rere setelah Reus menghilang dari pandangan.


"Dengan senang hati Tuan..."


Dikarenakan mereka memiliki waktu yang sangat panjang. Rere dan Otto masuk ke dalam rumah bilik untuk menghasilkan uang dengan cara khas mereka.


.


.


.


Sebelas jam kemudian Reus terlihat berbaring kelelahan di sisi jalan.


"Hosh... Hosh... Hosh..."


Nafasnya terengah tidak beraturan.


{Zap!}


"Ah... Ternyata benar... Aku bisa membawa siapapun yang kupegang untuk berteleportasi bersama," simpul Otto pada hasil uji coba kekuatannya.


"Reus! Nice!" puji Otto kepada Reus yang telah memberikannya sebuah jalan pintas.


"Noooish..." Reus angkat jempolnya sambil gemetaran hebat.


'Buka Toko Sistem,' ujar Otto pada Rere di dalam hatinya.


[Toko Sistem Terbuka.]


Akibat tubuh Reus yang besar. Otto berpikir untuk membelikan Reus mobil yang juga berukuran besar. Dan sebuah truk super akan sangat cocok untuk Reus. Apalagi setelah Otto tahu kalau Reus ternyata memiliki kemampuan mengemudi truk, berkat tugasnya saat berada di Makotai.


[Truk Ford-NH F-Max sudah dibeli.]


[Truk sudah dimasukkan ke gudang sistem.]


'Keluarkan truk dari gudang.'


{Zap!}


Super truk berwarna biru yang sangat gagah langsung muncul di sisi jalan besar.


"Reus... Truk ini buat kamu," ujar Otto sambil menepuk-nepuk bodi truk.


"Benarkah?!" Reus langsung bangkit duduk dengan mata yang berbinar-binar.


"Benarkah Tuan?!" tanya Reus kembali setengah tak percaya.


"Beneran!" jawaban Otto membuat Reus yang pada awalnya sangat kelelahan, menjadi sangat bersemangat.


Reus langsung berlari lalu memasuki truk barunya.


'Re...'

__ADS_1


[Ya Tuan?]


'Apakah kamu punya peti kemas yang sudah dimodifikasi jadi mirip sebuah kamar hotel yang nyaman?'


[Silahkan dipilih Tuan. Ini adalah yang terbaik dari yang terbaik.]


Setelah melihat satu per satu spesifikasi trailer yang mungkin cocok untuknya. Akhirnya Otto memutuskan untuk membeli yang paling mahal di antara semuanya.


'Aku ingin yang ini saja.'


[Peti kemas yang sudah dimodifikasi telah dibeli.]


[Peti kemas masuk ke dalam gudang Sistem.]


'Tolong langsung pasangkan ke Truk milik Reus.'


{Zap!}


[Peti kemas sudah terpasang.]


Demi dapat memaksimalkan kemampuan Reus dalam mengemudi Truk, peti kemas yang sudah dimodifikasi ini adalah solusi terbaik yang dapat Otto pikirkan.


Dengan begini, Otto tetap bisa menghasilkan uang saat sedang melakukan perjalanan jauh.


.


.


Di dalam peti kemas yang sedang ditarik oleh truk yang bergerak cepat. Otto benar-benar memanfaatkan waktu yang dimiliki olehnya.


Berdua dengan Rere, Otto sedang melakukan berbagai gerakan senam ranjang. Semua ini Otto lakukan demi sejumlah uang dari Pleasure Conversion yang jumlahnya sangat besar.


Dimana berkat Pleasure Conversion inilah Otto tidak pernah lagi mengkhawatirkan masalah uang.


'Sayang sekali hasil uangnya nggak bisa terlalu maksimal karena saat ini aku nggak bisa pakai Skill Harem Link Up,' keluh Otto dalam hati.


Dengan menggunakan fitur antarmuka Harem, Otto kemudian mencoba untuk mengintip apa yang tengah dilakukan oleh Avni dan juga Priya.


Melalui layar hologran yang tergelar di hadapannya, Otto dapat melihat bagaimana Priya dan Avni kini sedang duduk tegang di sebuah aula besar.


Hari ini Avni akan melakukan wisuda. Menyelesaikan statusnya sebagai seorang siswi SMA.


Kurang lebih dua bulan yang lalu...


.


.


.


{Zap!}


Otto muncul di kamar Priya. Hari ini adalah jatah Priya untuk mendapatkan pelayanan langsung dari Otto.


"Akhirnya kamu datang juga Say," sambut Priya yang tengah mengenakan baju dinas andalannya.


Reus saat ini sudah semakin jago dalam bela diri. Sehingga barusan Reus membuat Otto terlalu enjoy saat melakukan sesi sparing. Alhasil, Otto jadi lupa waktu dan menghabiskan beberapa jam lebih lama dari biasanya.


"Aku agak buru-buru Mah... Sekarang sudah mau jam 12. Kita cuman punya waktu satu jam lagi," Otto berkata sambil mencoba untuk membuka t-shirt polosnya.


{Sret.}


"Nggak usah dibuka Say..."


Priya memeluk Otto untuk mencegah Otto membuka pakaiannya.


"Loh... Kenapa Mah?"


"Nggak papa... Sini dulu... Kamu ikut aku..." ajak Priya kepada Otto.


Priya menarik Otto keluar dari dalam kamarnya. Lalu dia membawa Otto yang kebingungan ke ruang tengah yang saat ini sedang gelap gulita.


{Ctrek. Dor. Dor. Dor.}

__ADS_1


Otto memegangi dada sebelah kirinya.


...— Bersambung —...


__ADS_2