
Pada malam hari setelah melakukan uji coba pada Bakiman.
Di sebuah ruangan di Mansion.
"Apakah Tuan yakin?" tanya Rere.
"Ya Re."
Jawab Otto yang sedang diikat di sebuah alat penyiksa zaman medieval kuno.
"Tapi ini akan sakit."
Alat yang diduduki Otto itu adalah sebuah alat yang akan membuat orang yang disiksa di atasnya mati akibat kehabisan darah.
"Lakukan saja Re!" titah Otto yang ingin melaksanakan rencananya segera.
"Aku mulai Tuan..."
{Gretek Gretek Gretek...}
Suara mengerikan dari alat itu terdengar.
"Sssst..." Otto mendesis akibat rasa sakit yang dideranya sekaligus.
.
.
.
"Hanya segini?" tanya Otto yang seluruh luka tusukan di tubuhnya telah sembuh.
"Ya Tuan," jawab Rere merujuk pada beberapa liter botol darah yang telah terkumpul.
Kalau saja Otto hanya manusia biasa, seharusnya Otto sudah mati kering akibat kehilangan darah sebanyak ini. Untung saja, kemampuan regenerasi Otto luar biasa. Membuat darah yang terkuras dengan cepat tergantikan dengan yang baru.
(Author's Note : Darah dalam tubuh manusia hanya berkisar antara 4,7 liter - 5,5 liter saja.)
.
.
.
{Currr...}
Darah yang telah dikumpulkan lalu dituangkan ke dalam cetakan melengkung bulat yang juga sudah disiapkan.
Selama beberapa menit, darah-darah itu Otto dan Rere biarkan hingga menggumpal dan menjadi marus.
{Glutuk Glutuk Glutuk.}
Setelah memisahkan sekantung kecil. Marus-marus bulat itu lalu dimasukkan ke dalam sebuah sebuah karung goni.
"Aktifkan Plant Creator."
[Plant Creator diaktifkan.]
[683 juta Kilias dikorbankan.]
.
.
.
__ADS_1
Sambil memandangi ketujuh Jenderal Calabria yang hampir selesai menanami Forbidden Fruit buatannya, Otto merasa bangga dengan ide jeniusnya tersebut.
[Kreatifitas Tuan mengerikan.]
'Aku sih nggak masalah kalau kamu sedang memujiku.'
"Aku akan menamai tempat ini sebagai Forbidden Garden," jelas Otto pada Igor.
"Nama yang bagus Tuan."
"Oh ya Gor... Kalau nanti sudah panen, distribusikan buah inisecara merata kepada seluruh penduduk Vardon Hill. Aku ingin orang-orang di sekitarnya tetap sehat dan terlihat muda semua."
"Baik."
Tidak sekedar muda dan sehat. Penduduk Vardon Hill kini sebenarnya telah memiliki penampilan yang cantik semuanya, dari atas sampai bawah. Seperti sebuah negeri dongeng tempat tinggal para bidadari.
Karena kemarin, dengan bantuan Priya dan juga Avni.
Otto mengumpulkan hampir seluruh penduduk. Vardon Hill yang masih belum memiliki penampilam sempurna, di salah satu aula konser yang terdapat di distrik Vermello.
Di dalam aula tersebut, Otto mengoperasi mereka semua agar memiliki penampilan yang menjadi lebih menarik dengan menggunakan Skill Muscle Bender.
Dengan juga menfaktifkan Skill Kemampuan Mematung Otto mencoba untuk menghasilkan karya seni indah di atas tubuh dengan daging dan darah.
Otto nggak nyangka kalau Skill Kemampuan Mematung sampahnya akan bermanfaat seperti kemaren.
Walaupun Otto bisa saja menghasilkan karya seni seperti Michelangelo, tapi dia juga berusaha rasional.
Otto tidak mau merubah terlalu jauh bentuk dasar dari masing-masing individu. Hanya membuat mereka menjadi lebih proporsional saja. Otto ingin warganya berpebampilan menarik, tapi dia juga tidak mau kalau seluruh warganya malah menjadi berwajah sama.
Yah... Kalau di dimensi lain, ini ibarat kata kalau kita make filter di aplikasi TikTok di dunia nyata.
.
.
.
Vardon Hill kini telah memasuki pembangunan tahap 2 yang juga sudah hampir selesai.
Kombinasi antara seluruh Requital yang dimiliki oleh Otto telah membuat kedalaman saldo keuangan Otto mulai sulit untuk dijabarkan.
Kita coba absen saja!
Yang pertama, ada Pleasure Conversion yang selalu memberikan Otto uang setiap kali dia memberikan pelayanan nikmat kepada para haremnya.
Lalu ada pula Pleasure Palace yang memberikan Otto uang setiap kali ada yang berhubungan semacam itu di tanah miliknya.
Keberadaan tempat pelacuran di distrik Vermello dan juga kecantikan para penghuni di Vardon Hill yang menggugah birahi para pasangan, membuat uang Otto mengalir deras secara otomatis.
Lalu...
Uang Saku Harem yang sebenarnya bukanlah sesuatu yang berguna saat ini. Karena seluruh kebutuhan para harem sudah terpenuhi. Tetap Otto aktivasi dengan rutin transfer setiap hari dalam jumlah yang luar biasa besar.
Requital sisanya juga tidak kalah luar biasa.
Ada Tuan Tanah yang memberikan 1 Juta setiap hari untuk setiap penduduk Vardon Hill yang merasa nyaman. Lalu ada Taman Siswa yang bikin aktivasi Skill Pemandu Bakat Legendaris menjadi gratis. Dan juga Mandiri Pangan yang memberikan 1 Juta setiap kali ada penduduk Vardon Hill yang merasa kenyang.
Pembangunan tiada henti yang Otto lakukan juga malah menambah penghasilan Otto dengan adanya Bapak pembangunan yang akan mengkalikan biaya pembangunan dengan jumlah penerima manfaat dari pembangunan yang dilakukan.
.
.
.
__ADS_1
{Trap Trap Trap.}
Otto berjalan berkeliling Vardon Hill bersama Arika yang berhalan di sebelahnya.
Sebenarnya ini hanya jalan pagi biasa. Namun seluruh penduduk Vardon Hill yang mereka temui memghormat memuja-muji Otto dan Arika bagaikan sang juru selamat.
Otto berhasil menjalankan rencananya untuk menjadikan Arika wajah dari Vardon Hill. Sehingga kini para penduduk mengira kalau seluruh yang ada di sini bukan berkat Sistem yang terkoneksi dengan Otto. Melainkan ada peran besar Arika di sana.
Otto bangga karena dia berhasil melakukan pergerakan bersama banyak orang. Membiarkan para bidak menjalankan seluruh rencana yang sudah disusunnya.
"Daddy... Kakek... Aku berhasil..."
Dengan ini, Otto merasa kalau dia telah berhasil mencapai cita-citanya untuk membangkitkan kembali Keluarga Bernardi yang sempat hancur.
Karena ini semua hanya tinggal menunggu waktu, sebelum akhirnya keberadaan Vardon Hill dan Keluarga Bernardi terdengar ke seantero Agronesia dan bahkan seluruh dunia.
Tapi...
.
.
.
Walaupun Otto dan kawan-kawan masih menahan diri dengan menjadikan Vardon Hill sebagai area pariwisata. Dan bukan sebagai sebuah pemerintahan kecil, tapi kemakmuran yang dimiliki oleh Vardon Hill membuat banyak penguasa ingin turut menguasai tempat tersebut.
Sehingga...
Pertempuran demi pertempuran tidak bisa dihindari lagi. Berawal dari hanya bertahan, akhirnya Otto mulai melakukan ekspansi.
Pergerakan Otto dan sumber daya tak terbatas yang dia miliki membuat wilayah Otto semakin meluas bagaikan Tsunami.
Padahal Otto tidak memiliki batasan waktu sama sekali. Keberadaan Forbiden Garden membuat seluruh penduduk Vardon Hill menjadi makhluk yang bisa dikatakan abadi selama mereka rutin mengkonsumsi buah tersebut.
Dan tentu saja... Sepeti yang kita duga...
Pada akhirnya Otto berhasil menjadi penguasa tunggal dari seluruh dunia dengan begitu mudahnya. Menumbangkan pemerintahan Agronesia dan juga Kekaisaran Imperia de Pofta.
.
.
.
Otto duduk di atas singgasana. Dikelilingi dan dipeluk oleh kelima haremnya yang luar biasa cantik jelita.
Di depannya ribuan orang bersujud memuja Otto akibat seluruh kesejahteraan dan kejayaan yang telah Otto berikan pada mereka semua.
Namun...
Wajah Otto. Sang penguasa tunggal. Kini terlihat...
HAMPA...
.
.
.
...— Tamat —...
...😢😢😢...
Makasih buat kalian yang udah ngikutin cerita ini dari awal sampai akhir. Mudah-mudahan cerita aku ini nggak ngebosenin buat kalian semuanya.
__ADS_1
Untuk temen-temen yang ingin mengikuti berbagai cerita aku selanjutnya, bisa follow IG aku di @novelringanindonesia.