
{Bragh!}
Pintu ruang bawah tanah berhasil tertutup. Reus dan Bakiman berhasil mengamankan para harem dan CMYK di ruang shelter.
Reus dan Bakiman berdiri membelakangi pintu shelter. Ditemani oleh duo kilau, Pantene dan Emeron.
Di hadapan mereka berdiri ratusan bandit yang sudah mulai tampak frustasi dan ketakutan.
"Reus? Kau siap?" tanya Bakiman pada Reus.
"Tentu!" jawab Reus.
"Ayang-ayangku?" tanya Bakiman pada Duo Kilau.
"Kami siap Tuan!"
"Kalau kalian? Apakah kalian siap mati?" tanya Bakiman mengejek lawan-lawannya.
"Kurang ajar!"
{Duesh!}
Merasa terhina, salah satu bandit melesat tuk menyerang.
{Uwooo!}
Para bandit yang lain turut terlecut semangatnya lalu menerjang.
{Duagh! Duagh! Duagh!}
Reus dan Bakiman bergerak menghadapi mereka semua. Menghabisi para bandit satu per satu.
{Drap Drap Drap Drap.}
{Ziiiing...}
Duo kilau berlari merayapi dinding, melesat menebas kepala demi kepala dengan bunyi tebasan yang terdengar bagaikan suara suling.
.
.
.
{Duagh! Duagh! Duagh!}
{Hosh... Hosh... Hosh...}
Otto mulai kelelahan. Ribuan orang melawan belasan orang. Perbedaan jumlah jiwa yang sungguh tak masuk akal.
{Duagh! Duagh! Duagh!}
Apalagi semua bandit yang ada di sini adalah ahli silat yang cukup mumpuni. Berbeda dengan ratusan bandit gunung kelas rendahan yang dihadapi oleh Reus saat di gunung kemaren.
{Duagh! Duagh! Duagh!}
{Hosh... Hosh... Hosh...}
"Tuan Otto... Tampaknya ini akan segera berakhir," Igor memberitahukan Otto yang mulai kelelahan.
"Ya. Aku tahu..."
{Duagh! Duagh! Duagh!}
{Hosh... Hosh... Hosh...}
{Duagh! Duagh! Duagh!}
[Speed Up diaktifkan.]
[100 Kilias digunakan.]
__ADS_1
Otto bergerak dengan begitu lincah. Menerobos barisan musuh yang tiba-tiba bergerak melambat.
{Duagh! Duagh! Duagh!}
Sambil bergerak, Otto menghabisi satu per satu musuh.
'Eh! Igor?!' Otto melihat Igor meliuk bagaikan ular mengelilingi dirinya yang sedang dipercepat oleh Speed Up.
Igor dengan mudahnya dapat mengimbangi kecepatan Otto.
{Duagh! Duagh! Duagh!}
Otto dan Igor terus bekerjasama. Mereka menciptakan kombinasi yang begitu luar biasa.
{Duagh! Duagh! Duagh!}
Dengan menggunakan Aliran Silat Calabria yang dimilikinya. Igor dapat menyesuaikan diri dengan semua jurus yang dimiliki oleh Otto.
.
.
.
"Monster! Tolooong!" teriak ratusan orang yang berlari berhamburan dari arah Villa Otto. Mereka baru saja melihat mimpi buruk terbesar di dalam hidup mereka.
"Begini doang kualitas Kalian?" celetuk Otto sambil menendang satu kepala yang sudah terlepas dari badan.
[Misi Selesai]
[Skill Muscle Bender didapatkan.]
[Dapat merubah rangkaian otot dan tulang yang dimiliki oleh makhluk hidup.]
[Butuh pengorbanan 1 juta Kilias.]
'Skill yang menarik,' gumam Kai di dalan hatinya.
"Kenapa Aliran Silatmu bisa mengadaptasi jurusku?" tanya Otto tiba-tiba pada Igor.
"By the way... Apakah itu kata-kata dari Bruce Lee?" tanya Otto sambil menyipitkan matanya.
{Ehem!}
Igor memilih untuk diam tak menjawab. Dia cukup terkejut karena Otto bisa mengetahui sumber dari quotes barusan.
Igor melihat sekeliling, lalu bergumam pada murid-muridnya, "Sekarang masalahnya bagaimana cara kita membereskan ini semua?"
Mereka bertujuh tertunduk di antara ribuan mayat. Mereka seketika menjadi stress karena kini mereka harus begadang semalaman untuk membereskan ini semua.
"Tenang saja!" ujar Otto.
Otto memegang genangan darah di bawahnya.
"Plundering."
[Plundering dilakukan.]
[Plundering selesai.]
{Zap!}
Seluruh mayat dan darah langsung menghilang. Membuat Igor dan murid-muridnya terkejut.
"Ke... Kemanakah?" tanya salah satu murid Igor.
"Aku punya sebuah alat dari NASA yang bisa menyimpan barang apapun, sebanyak apapun," Otto membual.
Beberapa menit kemudian di dalam mansion yang kini sudah menjadi bersih dari mayat dan genangan darah.
{Trap Trap Trap Trap Trap.}
__ADS_1
Otto dan Igor berkeliling mansion. Mereka tengah memperkirakan perbaikan apa saja yang harus mereka lakukan.
"Jadi apakah kami harus menginap di tempat lain untuk sementara?" tanya Otto pada Igor.
"Kerusakan di dalam mansion hanya sekitar 10%, dan sepertinya bisa diperbaiki dalam sehari. Tapi kalau pekarangan mansion, kerusakannya sekitar 80%, mungkin butuh sebulan untuk perbaikannya. Itupun kalau semua bahan baku bisa disediakan segera," jawab Igor.
"Maksudmu begini?"
{Zap!}
Otto memunculkan sebuah batu bata dari ketiadaan.
"Aku bisa menyediakannya sekarang juga kalau kamu mau," jawab Otto.
"Oh... Betul juga!" Igor jadi teringat kejadian saat pertarungan barusan, yaitu di saat Otto mengeluarkan palu gada berujung bulat untuk Reus, sehingga Igor berusaha untuk tetap tenang dan tidak terheran-heran.
"Baiklah kalau begitu..." Igor mengangguk. "Tolong data seluruh kebutuhan bahan bangunan dalam 15 menit," ujar Igor pada salah satu muridnya.
"Baik guru!" murid itu langsung berbalik arah dan melakukan tugas yang diberikan padanya.
"Kamu coba cari tukang bangunan kenalan kita yang bisa sampai di sini dan langsung bekerja dalam satu jam," Igor bicara pada murid satunya lagi.
"Siap Guru!" murid Igor langsung mengangkat hp-nya dan pergi meninggalkan rombongan.
"Kami akan memperbaiki ruangan-ruangan yang paling penting terlebih dahulu, sehingga setidaknya nanti malam kalian semua bisa langsung berkatifitas di rumah ini kembali," jelas Igor pada Otto, merujuk pada Otto dan juga seluruh haremnya.
"Sejujurnya, aku tak menyangka bila kau dan ketujuh muridmu sekuat ini. Kemampuan kalian dalam menyembunyikan prana sangat luar biasa. Aku sama sekali tidak bisa mendeteksi sedikitpun prana dari dalam diri kalian," Otto membuka topik pembicaraan yang lain.
"Pengalamanku mengatakan, kalau kekuatan bukanlah segalanya. Selama tiga bulan ini aku sudah memperhatikan Tuan," Igor menjawab dengan setengah berkelit.
"Aku dan para muridku sepakat kalau Tuan adalah anak muda berbakat juga pekerja keras," tutup Igor, balik menyanjung Otto.
"Aku yakin kalau kau dan Reus suatu saat nanti, akan menjadi lebih kuat dari aku dan murid-muridku," tambah Igor.
Disebut kuat oleh yang jauh lebih kuat, Otto malah jadi tersinggung. Otto menundukkan kepalanya, wajahnya memerah.
{Brug!}
'Eh?!'
Otto terkejut saat Igor tiba-tiba bersujud di hadapannya.
"Aku Igor, bersumpah setia kepada Otto Bernardi!"
{Brug!}
Apa yang dilakukan oleh Igor, langsung diikuti oleh kelima Jenderal Calabria yang masih ada di sana, "Tuan dari Guru kami adalah Tuan kami."
"Berdirilah!" Otto nggak mengerti kenapa orang sekuat Igor dapat menyatakan kesetiaan pada yang lebih lemah.
{Srek.}
Setelah Igor dan murid-muridnya berdiri, Otto pun bertanya, "Kenapa Kau rela menyatakan kesetiaanmu padaku?"
Igor lalu menceritakan semua apa yang dia alami. Mulai dari masa kecilnya, hingga kejadian di Mansion Keluarga Bernardi satu tahun yang lalu.
Igor menganggap, walaupun Otto memiliki Bernardi yang berbeda dengan yang ingin dia abdi. Tapi Igor merasa kalau Otto memiliki kualitas yang sangat baik sebagai seorang pemimpin.
"Apakah kamu benar-benar siap berkembang bersama Bernardi yang palsu ini?" tanya Otto.
"Iya."
{Srek.}
Igor kembali berlutut.
Otto lalu mengeluarkan pisau. Membelah tangannya, dan membaptis Igor untuk menjadi anggota keluarganya.
[Igor Calabria Bernardi telah menjadi Knight.]
[Igor Calabria Bernardi telah menjadi anggota keluarga.]
__ADS_1
Otto merasa, bila hal-hal semacam ini terus terjadi, dia yakin pasti akan dapat mewujudkan impiannya. Dan juga impian Arika yang sudah dititipkan padanya.
...— Selesai —...