Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang

Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang
[Kisah 8.6] Sang Penguasa Tunggal


__ADS_3

"Bakiman akan bertugas khusus untuk menjaga keamanan Arika yang nantinya akan banyak tampil di depan publik!"


{Zreg!}


"Siap!" jawab Bakiman sambil bangkit berdiri bagaikan tentara. Membuat Reus menyilangkan telunjuknya di jidat, sambil menunjuk ke arah Bakiman.


Igor menanggapi reaksi dari Reus dengan tersenyum ramah.


{Ngaca Us...}


Jawab Igor pada Reus menggunakan isyarat bibir.


{Udah. Minum.}


Reus menjawab dengan isyarat bibir juga.


Reus menyangka kalau Igor bertanya, 'Gak haus?'


Otto yang tanpa sengaja melihat kejadian itu, menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.


"Lalu..." Otto melanjutkan bicaranya lalu jeda sejenak untuk menunggu forum kembali tenang.


"Reus akan aku angkat jadi kepala keamanan di Vardon Hill. Badannya yang mencolok membuatnya pantas untuk menyandang tugas ini."


"Reus senang!" senyum merekah di wajah Reus.


"Tapi Igor..." Otto tidak mempedulikan Reus, dia langsung memanggil Igor.


"Ya Tuan?"


"Walaupun Reus yang akan kita angkat ke permukaan sebagai Kepala Keamanan, tapi kamu lah yang akan menjadi kepala keamanan yang sesungguhnya."


Otto menatap tajam ke arah Igor.


Lalu Otto melanjutkan penjelasannya, "Bisa dikatakan kalau Kamu adalah dalang dari Reus. Aku membutuhkanmu untuk membuat berbagai kebijakan seputar keamanan. Terutama mengenai aturan yang akan diterapkan pada para penduduk dan hukuman bila melanggar."


Mungkin terdengar kejam. Karena Otto berniat untuk membuat aturan-aturan di Vardon Hill beserta dengan berbagai hukumannya. Akan tetapi hal ini sangat perlu untuk dilakukan agar sebuah lingkungan dapat menjadi lebih aman dan tertata.


"Kenapa aku Tuan?" Igor hanya bertanya. Bukan mempertanyakan.


"Aku cuman nggak kebayang kalau Reus yang pegang kebijakan keamanan," satu kalimat dari Otto yang dapat menjelaskan semuanya.


Mendengar jawaban dari Otto, semua orang yang ada di sana mendadak merinding disko. Mereka semua sedang memvisualisasikan apa yang akan terjadi jika Reus diberikan kewenangan penuh.


"Ya. Kami semua sepakat," semua peserta rapat kompak satu suara.


"Baiklah kalau begitu Tuan," Igor sudah tidak memiliki pertanyaan lagi.

__ADS_1


Sedangkan Reus yang tak mengerti, cuman cengar cengir aja di atas kursinya. Dia merasa senang karena telah dipercaya Otto untuk menjadi Kepala Keamanan. Walaupun dia tidak terlalu paham seperti apakah tugas-tugasnya nanti, tapi Reus tahu kalau ini adalah posisi yang sangat penting.


"Oh ya! Apakah kalian berpikir kalau kita perlu tambahan pasukan baru untuk menambah keamanan?" tanya Otto pada Bakiman dan Igor.


"Tentu saja Tuan," jawab Bakiman.


"Kira-kira butuh berapa pasukan?"


"Untuk tahap awal, 100 pasukan per jenderal untuk adalah jumlah yang pas," usul Igor.


"Ya. Kupikir juga begitu. Karena bagaimanapun juga, kami perlu melatih pasukan kami terlebih dahulu," Bakiman sepakat dengan Igor.


"Dan setelah itu, barulah kita bisa menambah jumlah pasukan setahap demi setahap," Igor melengkapi kalimat Bakiman.


Mungkin istilah pasukan keamanan kurang tepat bila disandingkan dengan apa yang ada di dalam kepala Igor dan juga Bakiman.


Karena saat ini yang sedang mereka pikirkan adalah bagaimana caranya untuk membentuk sebuah pasukan yang berkualitas dan juga kuat. Mungkin akan lebih cocok bila disebut sebagai kekuatan militer.


"Ya sudah kalau begitu. Kalian santai saja. Biar nanti aku yang akan carikan pasukan untuk kalian semua," Otto mengajukan dirinya.


Melihat Otto yang mengajukan diri untuk membantu mereka, Bakiman dan juga Igor menjasi tidak enak hati. Namun apa daya! Karena ini sepertinya sudah menjadi keputusan bulat dari Otto. Tuan mereka berdua.


"Terima kasih Tuan," hanya tiga kata itulah yang bisa meluncur dari mulut Igor dan juga Bakiman.


"Berarti... 200 pasukan di bawah Duo Kilau, 700 pasukan di bawah Jenderal Calabria, dan 400 pasukan di bawah CMYK. Betul kan?" Otto mengkonfirmasi.


Walaupun kesannya cuman meminta 100 orang saja. Tapi berhubung ada 13 orang Jendral yang saat ini berada di bawah bendera Bakiman, Igor, dan Reus. Maka Otto harus merekrut 1.300 orang pasukan untuk mereka bertiga.


'Re... Setelah rapat ini, tolong berikan aku daftar rekomendasi para ahli bela diri terbaik di dunia ini ya...' Otto berbicara dengan Rere di dalam hatinya.


[Dengan senang hati Tuan.]


Pasca berbicara sesaat dengan Rere, Otto kembali berbicara di muka rapat.


"Baiklah... Maaf kalau kelamaan ambil alih forumnya," Otto berbicara pada Rere.


"Santuy Tuan..."


"Sekarang forumnya Aku balikin lagi ke kamu ya Re..."


"Siap Tuan," jawab Rere sebelum melanjutkan kembali presentasinya yang sempat terjeda sejenak.


Rere lanjut menyampaikan presentasinya. Sehingga semua peserta rapat, akhirnya tahu kalau Rere sudah merancang semuanya dari tahap satu hingga tahap terakhir.


Semua orang berdecak kagum dari menit ke menit saat Rere menjelaskan pembagian distrik yang sangat fungsional, lengkap dengan tata kota yang juga sangat indah.


Rere pun sudah benar-benar memperhitungkan perihal saluran air kotor, jalur listrik, sampai dengan area serapan air.

__ADS_1


Lalu salah satu hal yang paling unik adalah bagaimana Rere membagi wilayah dengan memperhitungkan urusan keamanannya.


Jadi...


Dengan alasan keamanan, berbeda dengan Distrik Glavni dan Distrik Vermello, Distrik Udobno dan Distrik Aganaya dibuat nggak akan terpusat di satu tempat saja. Tapi posisinya dibuat saling berselang seling.


Sehingga kedua distrik ini nantinya akan memiliki banyak Blok, dimana antara satu blok dengan yang lainnya akan memiliki jarak yang cukup jauh.


Di akhir presentasi, pada akhirnya para peserta rapat bisa melihat bagaimana Vardon Hill nantinya akan mirip seperti kumpulan urban farm yang tertata rapi dan juga indah.


"Bagaimana? Apakah ada masukan?" Rere bertanya kepada forum.


Walaupun Rere adalah perwujudan dari Sistem. Sebuah entitas terkuat yang ada di alam semesta.


Walaupun Rere tahu kalau desainnya adalah desain yang sempurna. Tapi Rere tetap saja dengan begitu sopan-nya meminta masukan.


"Maaf..." Bakiman mengangkat tangannya.


"Ya Bakiman?"


"Aku mengakui kalau desain kota yang dibuat oleh Nona Rere sangatlah indah."


"Lalu?"


"Bisakah aku usul sesuatu agar pertahanan keamanannya bisa lebih baik lagi?"


"Maksud kamu?" Rere heran


Rere merasa kalau desainnya sudah dibuat dengan memperhitungkan segala hal dengan sangat sempurna. Sehingga dia tidak mengerti dengan maksud 'lebih baik lagi' yang diucapkan oleh Bakiman.


{Zreeeg...}


"Maaf."


Bakiman mencoba untuk tetap sopan saat dia maju ke depan untuk menunjuk langsung layar dengan tangannya.


"Vardon Hill di dalam desain ini kupikir terlalu terbuka dan rawan terhadap serangan dari luar. Sehingga, bagaimana kalau ditambahkan benteng yang tinggi dengan empat buah gerbang masuk di sini, ke sini, lalu ke sini?"


"Iya... Aku juga sepakat dengan yang usulan Bakiman," Igor memperkuat pendapat dari Bakiman.


Rere menghela nafasnya panjang. Sebenarnya Rere bisa membantah masukan yang diberikan oleh Bakiman juga Igor dengan membacakan dua ribu lebih halaman hasil penelitian. Tapi Rere memilih untuk mengalah dan tidak melakukannya.


'Ikuti saja,' Otto yang mengerti jalan pikiran Rere, memintanya untuk mengalah.


[Baiklah.]


"Baik, aku akan sedikit mengubah desainnya agar Vardon Hill tetap aman dari tahap demi tahap pembangunannya," jawab Rere dengan seutas senyuman.

__ADS_1


...— Bersambung —...


__ADS_2