Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang

Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang
[Kisah 3.5] Keluarga Plus Plus


__ADS_3

"Aliran Silat Hulk Cigondewah!"


{Duagh!}


Hupal memukul Otto dengan telak. Membuat Otto tersungkur ke atas tanah.


"Hiyaaa..."


Hupal belum selesai. Dia mengangkat badan Otto, lalu melemparkannya ke udara.


"Aliran Silat Lidi Bergerigi!"


Dengan jarinya Budi langsung mengerahkan beberapa tusukan ke tubuh Otto yang sedang melayang di udara.


{Jos jos jos!}


"Ukh..."


Otto mengerang. Tusukan jemari Budi begitu tajam bagaikan tusukan pisau.


{Debam!}


Hanya dalam dua detik, kombinasi serangan Hupal dan Budi, dapat membuat Otto terkulai lemas di atas tanah.


"Hiyaaat..." teriak Putra.


{Drap Drap Drap Drap.}


{Bledag!}


Tak puas dengan Otto yang sudah tergeletak tak berdaya. Putra berlari kencang, lalu menendang belakang kepala Otto.


{Duesh! Drap.}


Putra melompat tinggi, lalu berdiri tegak bagaikan seorang prajurit.


"Siuuu!" teriak Putra yang berselebrasi meniru Christiano Ronaldo.


"Otto...!" Avni berteriak histeris namun Hupal menahannya.


"Lepaskaaan!" teriak Avni saat Hupal menarik paksa dirinya untuk naik ke dalam mobil Lexus LM 350 milik Putra.


{Vrooom...}


Mobil itupun pergi meninggalkan Otto yang sedang tergolek lemas di atas tanah.


.


.


.


Di salah satu rumah kosong yang terpencil...


{Brug!}


Avni dihempaskan ke atas matras yang suka dipake buat kop roll kalau lagi di sekolah.


"Nyesel nggak nyuekin aku?" tanya Putra sambil menggenggam dagu Avni dengan kasar. Avni menatap Putra tajam tanpa menjawab.


"Berhentilah membenciku karena adik angkatmu itu sudah mati!"


"Siapa yang mati?" suara Otto terdengar.


Mereka berempat kaget bukan main. Otto berjalan santai melewati ketiga pria yang ada di sana. Dia lalu memeriksa kondisi Tetehnya yang ternyata masih baik-baik saja.


"Hmm? Bentaaar..."


Setelah memeriksa kondisi Tetehnya, Otto kembali lagi ke hadapan Hupal.


{Brek. Brek.}


Otto sobek kaos yang dikenakan oleh Hupal.


"Pinjem dulu yak! Nggak baik kalau kita biarin cewek liat kekerasan."


{Sret Sret!}


Otto mengikat kaos Hupal di kepala Avni, untuk menutupi mata Kakak angkatnya tersebut.


"Ba... Bagaimana bisa?!" Budi gelagapan melihat Otto yang masih bisa bergerak dengan entengnya.


"Serangan kayak gitu bisa melukaiku?"


Otto lalu mengangkat kaos yang dikenakannya.


{Currr...}

__ADS_1


Lubang-lubang di badan Otto mengucurkan darah seperti keran.


"Oh iya. Ternyata serangan itu bisa melukaiku."


{Gubrak!}


Ketiga pemuda itu terjengkang akibat ke absurd-an yang ditunjukkan oleh Otto.


"Tapi maaf ya... Aku pernah terluka lebih parah daripada ini."


[Speed Up diaktifkan.]


[100 Kilias digunakan.]


[Aliran Silat Bernardi diaktifkan.]


'Akan kuselesaikan ini dengan cepat!'


{Duagh Duagh Duahh!}


Otto mengeluarkan pukulan kombinasi ke arah Hupal. Bola mata Hupal langsung memutih seluruhnya.


{Duesh!}


Sebelum Hupal jatuh, Otto tendang kepala Hupal agar lebih cepat membentur tanah.


"Eits!"


{Greb.}


Otto tarik tangan Budi si Bujur Lidi. Dia kalungkan tubuh kurus itu di lehernya.


{Duesh!}


Otto melompat tinggi ke udara.


{Jedug!}


Otto banting Budi ke arah samping. Membuat kepala Budi mendarat terlebih dahulu.


{Duesh!}


{Drap Drap Drap Drap.}


Otto berlari ke arah Putra.


{Duag! Grusak!}


[Speed Up dinonaktifkan.]


Otto mendekati Putra yang masih setengah sadar.


"Aku nggak mungkin bisa dikalahkan oleh non prana macam kalian."


Non prana adalah sebuah istilah untuk seseorang yang nggak punya prana atau tenaga dalam.


"Aku barusan mengalah karena butuh tempat yang aman. Nggak mungkin lah aku habisi kalian semua di tempat umum."


{Srek Srek.}


Otto memasang peredam pada revolvernya dengan santai.


Putra melotot saat sadar apa yang akan dilakukan oleh Otto pada dirinya.


{Zeb Zeb}


{Zeb}


{Zeb}


Otto lepaskan dua buah tembakan ke kepala Putra. Sedangkan Hupal dan Budi masing-masing mendapatkan satu buah tembakan.


{Zeb Zeb}


Karena masih tersisa dua peluru, Otto habiskan sisa pelurunya untuk Putra si Anak Manja.


'Plundering!'


Untuk menghilangkan seluruh jejak pembunuhan, Otto lakukan plundering. Membuat kaos sobek yang menutupi mata Avni juga turut menghilang bersama mayat Putra dan kawan-kawan.


"Otto...!" Avni langsung bangkit memeluk Otto. Dia menangis keras sekali.


'Ouch... Lumayan..."


Avni tanpa sengaja menekan luka Otto yang menganga.


[Selamat! Misi selesai.]

__ADS_1


[Skill Darah Terkutuk didapatkan.]


[Darah Tuan telah dikutuk. Sehingga darah yang Tuan miliki memiliki kandungan yang sama dengan darah Iblis. Darah Tuan dapat meremajakan kembali sel-sel di dalam tubuh manusia.]


'Apakah darahku ini dapat menjadi obat dari segala penyakit?'


[Kurang lebih gitu.]


"Apakah cairan lain dari hasil ekskresi juga punya efek yang sama dengan darahku?"


[Darah merupakan inti dari kehidupan. Zat apapun yang keluar dari tubuh manusia, kualitasnya dipengaruhi oleh kualitas darah yang dimiliki.]


'Termasuk keringat dan cairan khas pria?'


[Ya Tuan.]


'Kalau begitu saat harem-haremku terkena keringat dan semburan puncak-ku, mereka akan menjadi awet muda?'


[Bukan awet muda Tuan. Tapi menjadi muda kembali.]


'Wih... Malah lebih mantep.'


[Seluruh luka Tuan sudah sembuh.]


'Loh... Kok bisa?'


[Darah Terkutuk sudah melakukan tugasnya.]


'Eh! Kukira skill ini hanya akan berefek pada orang lain.'


[Justru sebaliknya Tuan. Efeknya akan Tuan rasakan sendiri. Sedangkan untuk orang lain, itu merupakan efek turunannya.]


'Menarik.'


Otto belai kepala Avni yang masih terisak-isak.


"To... Malam ini temenin Teteh ya?"


"Maksud Teteh? Biasanya juga kan ditemenin."


"Bukan. Untuk malam ini, Teteh pengen kamu temenin Teteh aja... Nggak bareng sama yang lain."


Karena stress dengan segala hal yang baru dia alami, Avni menjadi egois dan enggan untuk berbagi.


Otto menghembuskan nafas panjang lalu tersenyum.


"Ya udah. Untuk malam ini, aku cuman buat Teteh aja," Otto mencoba untuk mengerti.


[Tuan! Itu egois banget!]


Suara Rere menggema. Otto lupa kalau Rere bisa mengetahui segala apa yang sedang dipikirkannya.


'Kalau ngeliat apa yang baru Teh Avni alamin barusan. Ini adalah hal yang wajar Re...'


[Wajar gimana Tuan?]


Rere protes keras. Otto bisa mendengar nada kecemburuan dari suara Rere.


[Ya udah! Kalau itu memang keputusan Tuan!]


[Selamat! Harem Link Up telah didapatkan.]


[Tuan bisa membuat Harem yang lain dapat merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Harem lainnya.]


[Membutuhkan pengorbanan 1 juta Kilias untuk satu orang Harem.]


Akibat kecemburuan yang tengah dirasakan, Rere memberikan Otto sebuah Skill yang bagus, tanpa Otto harus menyelesaikan misi terlebih dahulu.


.


.


.


Di sebuah kamar hotel, Otto tengah melakukan yang begituan, untuk menghilangkan stress yang sedang Avni rasakan.


[Harem Link Up diaktifkan.]


[Silahkan pilih Harem yang akan dihubungkan.]


'Hubungkan dengan Rere Bernardi dan Priya Mahelia Bernardi.'


[2 Juta Kilias digunakan.]


[Rere Bernardi dan Priya Mahelia Bernardi akan merasakan apa yang Avni Zoya Mahelia Bernardi tengah rasakan.]


Beberapa jam selanjutnya, seluruh kenikmatan yang dirasakan oleh Avni, bisa dirasakan juga oleh Rere dan Priya. Dengan skill baru ini, berapapun Harem yang Otto miliki, Dia tetap bisa memuaskan seluruh Haremnya di saat yang bersamaan.

__ADS_1


Otto tersenyum puas. Saat ini sudah ada empat orang yang bernama belakang Bernardi. Sehingga bisa dikatakan, kalau Otto telah berhasil membentuk kembali Keluarga Bernardi, dengan caranya sendiri.


...— Selesai —...


__ADS_2