Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang

Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang
[Kisah 7.13] Butler Tanpa Tuan


__ADS_3

Setelah digusurnya padepokan. Igor yang sudah berusia kepala enam, bersama dengan ketujuh muridnya, memutuskan untuk merantau ke Gandasuli.


"Guru... Dari semua peluang yang ada. Cuman ini yang cocok dengan kita," salah seorang murid Igor menunjukkan sebuah kolom di koran.


"Ah... Ya sudah... Nggak papa..." jawab Igor.


Dan tentu saja. Pekerjaan yang paling cocok untuk para ahli bela diri di dunia ini, adalah dengan membuka padepokan, atau dengan menjadi seorang mafia.


Igor dan murid-muridnya lalu memutuskan untuk bergabung dengan sebuah kelompok mafia kecil yang sangat lemah.


Namun, berkat kehadiran Igor dan tujuh orang muridnya, kelompok Mafia itu pun langsung berkembang menjadi kelompok mafia yang cukup disegani dalam waktu yang relatif singkat.


Tapi bagaimanapun juga...


.


.


.


{Dor Dor Dor!}


"Igor! Pergilah! Biar aku yang menahan mereka!"


"Nggak bisa Boss! Aku nggak bisa ninggalin kamu! Polisi segera datang!"


Boss Igor berdiri dengan dua buah pistol di tangannya.


"Jangan lupa kunjungi aku di Penjara!"


{Dor Dor Dor!}


Bossnya Igor melesat menembus kerumunan musuh. Membantai semua musuh. Tidak peduli dengan segala luka yang dia terima. Nasib Boss Igor cuman ada dua. Mati sekarang. Atau masuk penjara, dan mati nanti.


"Igor! Dan semuanya! Pergi sekarang!" teriak Boss Igor.


"Tidaaaaak... Bossss...!"


"Ayo guru! Kita harus nurut sama Boss!"


Igor dan murid-muridnya pergi dengan berderai air mata. Berjanji akan segera membebaskan Bossnya dari penjara.


Sayangnya...


Adegan itu hanya ada di alam pikiran Igor saja.


{Dor Dor Dor!}


"Igor! Tolong aku!"


Igor menatap sinis Bossnya yang sudah terkencing di celana.


{Dor Dor Dor!}


"Tolong aku sekarang! Dan masuklah penjara untukku! Aku berjanji akan selalu mengunjungimu!"


{Dor Dor Dor!}


{Hueks!}


Boss Igor wafat di tempat.


{Wiuw... Wiuw... Wiuw...}


Tidak sempat melarikan diri, Igor dan seluruh muridnya akhirnya ditangkap polisi dan harus masuk ke dalam penjara


Begitulah!


Karena di dalam kelompok tersebut hanya mereka berdelapan saja yang memiliki kualitas mumpuni. Kelompok itu pun akhirnya harus hancur sebelum benar-benar menjadi kelompok yang besar.


.


.


.

__ADS_1


"Bagaimana ini guru?" tanya murid Igor di dalam cafetaria penjara.


"Apakah menjadi mafia tidak cocok untuk kita?" tanya murid Igor yang lain.


"Tidak. Pekerjaan ini menjanjikan! Kita akan kabur dari penjara dan mendirikan kelompok kita sendiri," jawab Igor percaya diri.


"Apa namanya Guru?"


"Ya apa lagi! Kita akan menamai kelompok kita sebagai Keluarga Calabria!"


Berkat pengalamannya saat menjadi anggota Mafia, Igor sadar bila dunia hitam dapat memberikan dia kenyamanan dalam sisi finansial. Dan dia juga akhirnya sadar, bila beladiri buatannya sangatlah superior.


Oleh karena itu, Dia dan tujuh muridnya kemudian mendirikan sebuah kelompok mafia mereka sendiri. Tujuannya adalah agar mereka bisa lebih leluasa dalam melatih anggota kelompok mereka. Membekali para anggotanya dengan Aliran Silat Calabria.


Dan stategi ini berhasil. Keluarga Calabria berkembang menjadi keluarga mafia yang cukup ditakuti walaupun hanya beranggotakan kurang dari setatus orang saja.


Tapi, sekitar sepuluh tahun yang lalu, karena besarnya kekuatan yang dimiliki oleh Keluarga Calabria, pada akhirnya mereka pun harus bentrok dengan kekuatan besar di dunia hitam lainnya. Yaitu, Keluarga Bernardi.


.


.


.


{Ratatata... Ratatata...}


{Cling. Gencling. Sing.}


{Uwooo...!}


{Ratatata... Ratatata...}


Di sebuah gudang peti kemas. Suara letupan peluru dan gesekan pedang terdengar. Teriakan semangat bercampur aduk di udara bersama teriakan putus asa dan juga teriakan kematian.


Keluarga Calabria terlihat sangat kewalahan saat berusaha untuk mengimbangi perbedaan jumlah jiwa yang begitu mencolok. Tapi Keluarga Bernardi pun terlihat sangat kerepotan dalam menghadapi kemampuan beladiri Keluarga Calabria yang begitu superior. Hal ini membuat peperangan berjalan dengan sangat berimbang.


Sementara para keronco bertarung mempertaruhkan nyawa, di atas sebuah peti kemas, Igor berdiri berhadapan dengan Alfredo dan Araldo.


Igor bersiaga dengan penuh waspada. Igor tahu kalau dia sekarang berada dalam situasi yang tidak menguntungkan.


{Ratatata... Ratatata...}


{Duesh!}


Alfredo dan Araldo, dengan gerakan yang lembut namun kuat, beringsut menggempur Igor dari dua sisi.


{Duagh! Duagh!}


Igor berhasil mematahkan serangan pertama dari Ayah dan Anak itu.


{Duesh! Duagh! Duagh!}


Alfredo dan Araldo terus melancarkan sebuah serangan kombinasi yang cepat dan tanpa putus.


{Duagh! Duagh! Duagh!}


Sementara itu Igor menunjukkan pertahanan yang luar biasa, menangkis seluruh pukulan dan tendangan dengan gerakan yang tidak kalah lincah.


{Grep. Duagh! Duagh!}


Dalam keterdesakan, Igor berhasil menangkap serangan dari ayah dan anak itu. Lalu sebuah serangan balasan yang tajam dilesakkan oleh Igor kepada keduanya.


{Duagh! Duagh! Duagh!}


'Sial!' geram Alfredo saat Igor secara berturut berhasil melancarkan serangkaian pukulan yang membuat Alfredo dan Araldo terdesak.


{Duesh!}


Alfredo dan Araldo terpaksa mundur sejenak. Mereka kemudian mengeluarkan pistol andalan mereka.


"Gun Fu kah namanya?" tanya Igor sopan.


"Ya. Bersiaplah!" ujar Alfredo dengan tidak kalah sopan.


{Srek!}

__ADS_1


Igor memasang kuda-kudanya. Lalu memberikan isyarat kepada Alfredo dan Araldo agar maju menyerangnya.


{Duesh! Drap. Drap. Drap. Drap.}


Alfredo dan Araldo melesat sambil berlari.


{Ratatata... Ratatata...}


Dengan menggunakan Gun Fu mereka menyerang Igor dari dua sisi.


{Duesh! Syuuut...}


Igor bergerak seperti kabut. Membuat seluruh peluru terlihat seakan menembus tubuhnya.


"Kemana dia?!" Araldo panik saat Igor tiba-tiba menghilang.


"Aku di sini!" Igor tiba-tiba muncul di belakang Araldo.


Melancarkan sebuah pukulan yang melesat bagaikan anak panah. Tepat mengarah pada jakun Araldo.


{Duesh!}


Araldo yang panik langsung bergerak mundur.


{Gubrak!}


Menabrak Ayahnya yang juga tak kalah terkejut nya.


Alfredo dan Araldo terbaring. Mereka sudah siap untuk menerima serangan Igor selanjutnya.


{Sret.}


"Berdirilah!"


Tapi sebagai seorang pendekar sejati, Igor memilih untuk tetap berdiri di tempatnya.


{Srek. Srek.}


Alfredo dan Araldo berdiri memperbaiki posisi mereka.


"Igor... Kau hanya sedikit lebih muda dariku. Tapi kemampuan bela dirimu sangat luar biasa," puji Alfredo.


"Aku hanya suka berlatih," Igor merendah.


"Kau memang seorang pendekar sejati," tambah Alfredo


{Cklek. Cklek.}


Alfredo dan Araldo kembali menyarungkan pistolnya.


"Tapi... Dengan tidak memanfaatkan situasi barusan, sudah pasti kamu bukanlah mafia sejati."


Igor yang menjunjung tinggi sportivitas memilih diam tidak mendengarkan.


{Srek.}


"Kamu akan menyesali keputusanmu barusan," tutup Alfredo sambil memasang kembali kuda-kudanya.


{Srek.}


Araldo yang berdiri di sebelah Alfredo mengikuti apa yang dilakukan oleh ayahnya.


{Duesh! Duesh!}


Alfredo dan Araldo melesat cepat. Mereka berdua tahu. Walaupun dua lawan satu, mereka tetap tidak lebih kuat daripada Igor. Kecil kemungkinan bagi mereka untuk dapat mengalahkan Igor.


{Duagh! Duagh! Duagh!}


Namun, Alfredo dan Araldo tidak menyerah begitu saja. Dengan keahlian Aliran Silat Bernardi tingkat atas yang mereka miliki, mereka berdua berkolaborasi dengan sempurna.


{Duagh! Duagh! Duagh!}


Serangan mereka saling melengkapi dan mengisi. Memanfaatkan setiap celah kecil yang ada dia dalam pertahanan Igor.


{Duagh! Duagh! Duagh!}

__ADS_1


Kedua ahli beladiri itu menunjukkan keahlian dalam teknik kaki, pukulan beruntun, dan gerakan akrobatik yang sangat cepat.


...— Bersambung —...


__ADS_2