Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang

Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang
[Kisah 7.2] Butler Tanpa Tuan


__ADS_3

Saat yang lain sedang asyik menyantap makanan yang tersaji di atas meja, Otto dan Rere ngobrol serius pake suara hati.


'Rere, aku minta rekomendasi Mansion yang cocok untuk menjadi tempat tinggal kita.'


Otto berpikir kalau dia membutuhkan sebuah mansion yang sangat besar karena saat ini ada banyak sekali orang yang harus dikasih tempat tinggal. Selain itu, Otto juga sudah terbiasa tinggal di Mansion sejak dia masih kecil.


[Berikut adalah beberapa Mansion yang paling direkomendasikan.]


Tampilan antarmuka toko sistem berpendar di hadapan Otto. Sudah disortir sehingga hanya menampilkan mansion-mansion yang terbaik saja.


Di mata Otto, Mansion yang ditunjukan oleh Rere sebenarnya bagus-bagus semua. Mau dikasih mansion yang mana juga hayuk-hayuk aja.


'Rere. Tunjukkan padaku Mansion yang bisa langsung kugunakan hari ini juga. Tidak perlu perbaikan lagi."


[Selesai.]


[Berikut adalah daftar mansion yang sudah siap ditinggali.]


Otto kembali melihat daftar mansion yang sudah menyusut lebih dari setengahnya.


'Coba lihat yang ini!'


Otto paling tertarik dengan sebuah mansion yang berada di dekat Abizard. Tepatnya di Vardon Hill. Sebuah perbukitan yang masih memiliki cukup hijau dan asri.


Selain hutan, perkebunan, dan juga rumah penduduk. Di Vardon Hill, kita juga dapat menemukan banyak sekali Villa yang biasa disewa-sewakan. Sehingga Vardon Hill termasuk ke dalam jajaran area wisata yang cukup populer di Agronesia.


'Ya. Aku ingin mansion ini Re,' Otto bulat memutuskan.


[Tuan. Sekedar mengingatkan. Ada gosip yang mengatakan kalau Vardon Hill itu nggak aman.]


'Kamu tidak mungkin merekomendasikannya kalau itu berbahaya bagiku kan?'


[Ya Tuan. Aku hanya mengingatkan.]


'Kalau begitu aku tetap beli yang ini,' jawab Otto tanpa keraguan.


[Mansion sudah terbeli.]


'Oh iya... Apakah toko sistem bisa merekrut karyawan juga?'


[Tentu saja bisa Tuan.]


'Berikan aku rekomendasi butler yang berkualitas!'


[Berikut ini adalah daftar butler yang paling kompeten menurut Sistem.]


'Baiklah...' jawab Otto saat melihat data calon butler yang ada di atas layar hologram.


"Ini saja! Namanya Igor Calabria."


Alasan utama Otto memilih Igor karena entah mengapa dia merasa tidak asing dengan kata Calabria yang tersemat pada nama belakang Igor.


[Igor Calabria sudah direkrut menjadi Butler.]


[Igor Calabria memiliki tujuh orang asisten yang akan membantunya. Tuan hanya perlu membayar upah Igor. Upah asistennya akan diurus oleh Igor.]


'Pantas saja permintaan upahnya termasuk tinggi bila dibandingkan dengan butler lain,' simpul Otto yang juga berpikir kalau keberadaan asisten Igor adalah hal yang bagus. Sehingga dia tidak perlu lagi merekrut karyawan yang lain.


.

__ADS_1


.


.


Tak lama kemudian Handphone yang dimiliki oleh Otto tiba-tiba berdering. Otto melihat berkeliling. Semua orang yang mengetahui nomor teleponnya ada di meja ini.


'Dari siapakah ini Re?'


[Dari Igor. Calon butler Tuan.]


'Oh... Ok,' Otto langsung menerima panggilan tersebut.


"Halo?" tanya Otto kepada Igor.


"Apakah ini Tuan Otto Bernardi?"


"Ya. Itu saya."


"Perkenalkan Tuan. Saya Igor Calabria. Saya butler yang baru Tuan rekrut."


"Ya Igor. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Otto pura-pura nggak tahu siapa yang meneleponnya.


"Saya sudah melihat seluruh foto dan video tentang kondisi Mansion yang Tuan kirim."


'Apakah kamu yang mengirimkannya Re?' tanya Otto pada gadis perwujudan dari Sistem tersebut.


[Ya Tuan. Itu adalah salah satu syarat yang dia minta.]


"Ya. Lalu?" tanya Otto kembali pada Igor.


"Apakah Tuan ingin menggunakan Mansion segera?"


"Bisakah Tuan lebih bersantai lagi?"


"Kenapa kau bertanya begitu?"


"Aku dan timku kebetulan juga sedang berada di Gandasuli. Dan perjalanan dari Gandasuli ke Vardon Hill sekitar satu jam. Aku dan timku harus melakukan pembersihan dan penataan terlebih dahulu. Mungkin butuh waktu dua jam agar mansion siap untuk digunakan."


"Baiklah kalau begitu. Aku akan sampai di sana dalam beberapa jam lagi."


"Terima kasih Tuan. Kalau begitu Saya permisi dulu."


"Ya."


{Tuuut... Tuuut... Tuuut...}


"Siapa Say?" tanya Priya saat telepon sudah ditutup.


"Mah... Apakah mereka semua masih cukup apabila harus tinggal di rumahmu?" Otto tidak langsung menjawab pertanyaan dari Priya.


Priya memandang berkeliling. Kemaren kelompok ini hanya terdiri dari dua lelaki dan tiga wanita. Sedangkan saat ini jumlah mereka telah membengkak menjadi sebelas wanita dan tiga lelaki. Ditambah lagi dengan ukuran Reus yang setara dengan tiga orang gadis belia.


"Nggak kayaknya," jawab Priya yakin.


"Jadi yang barusan nelpon itu butlerku Mah..."


"Butler? Buat apa?"


"Aku baru membeli Mansion."

__ADS_1


Mata Priya membulat karena kaget. Tapi langsung biasa lagi pas inget kalau yang lagi dia ajak ngobrol saat ini adalah seorang Otto Bernardi.


"Jadi dia saat ini lagi beres-beres mansion biar segera bisa kita tempatin."


"Jadi kamu mau ajak aku sama Mamah buat tinggal di Mansion kamu ya...?" tanya Avni bersemangat.


"Kita semua akan tinggal di sana."


"Kapan kita bakal pindah ke sana?" tanya Priya.


"Hari ini."


"Buru-buru amat..." celetuk Avni.


"Reus. Hujan. Dingin," ujar Reus mengingatkan.


"Kata Tuan Reus... Kalau tidak segera pindah. Nanti Tuan Reus tidak akan punya tempat berteduh," ujar Cantika, salah satu dari CMYK.


'Wuih... Reus udah punya penerjemah!' Otto puas dalam hati. Kini dia tidak perlu lagi menerjemahkan apa yang Reus katakan.


"Oh iya..." Avni langsung ngeuh tentang urgensi kepindahan mereka.


"Di mana lokasi Mansionmu Say?" tanya Priya kembali.


"Di Vardon Hill, dekat Abizard. Mangkanya dari sini kita akan pulang dulu ke Kapitalia. Terus langsung ke Vardon Hill."


"Loh... Nggak langsung aja. Daripada bolak-balik. Pindahin barang mah bisa nanti aja pas udah tinggal di sana," usul Priya.


Satu-satunya jalan yang menghubungkan Kapitalia dan Vardon Hill adalah Gandasuli. Sehingga kalau ke Kapitalia dulu, ujung-ujungnya mereka bakalan harus balik lagi ke Gandasuli.


"Kayak aku bilang tadi. Mansionnya kan belum siap. Jadi lumayan lah buat ngulur waktu. Sekalian aku mau sakuin mobil-mobilku."


Kalimat sakuin mobil ditanggapin Arika dengan ekspresi gak paham. Rere lalu menjelaskan tentang jumlah mobil milik Otto saat ini dan juga kantong Doraemon buatan NASA yang Otto miliki.


"Beres-beres seadanya aja berarti ya...?" simpul Priya sambil melirik ke arah Avni.


Avni mengangguk setuju.


"Ya. Nanti sekalian mereka belanja dulu di Mall dekat rumah. Kalian belum punya baju ganti yang cukup banyak kan?" Otto memandangi seluruh anggota keluarga barunya.


Mereka semua mengangguk kecuali Arika.


"Aku akan mengutus Edith untuk menyiapkan semuanya," Arika memandang Edith. Edith jawab dengan mengangguk pada Arika.


Otto pun sebenarnya sepemikiran. Kemunculan Arika yang tiba-tiba di tempat umum tentu akan menimbulkan kegemparan di Agronesia.


"Baik. Jadi semuanya setuju dengan rencanaku ini kan?"


"Oke Say..." jawab Avni yang kembali makan.


"Baik Sayang," jawab Priya ramah.


"Reus. Oke," kata Reus yang sedang disuapi anggur oleh Kira.


"Kehendakmu adalah titahku," Arika menjawab dengan formal.


"Bagus," ujar Otto puas.


...— Bersambung —...

__ADS_1


__ADS_2