Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang

Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang
[Kisah 8.7] Sang Penguasa Tunggal


__ADS_3

Satu bulan berlalu semenjak penataan kembali Vardon Hill mulai dilakukan.


{Srek.}


Otto memandang ke arah jendela ruang kerjanya. Dari sana, dia bisa melihat orang-orang sedang berlatih di sebuah area yang cukup lapang dan berlantaikan tanah coklat.


Di sana rencananya memang akan dibangun sebuah arena latihan. Namun sayangnya masih belum jadi. Area tersebut baru selesai diurug dan diratakan saja.


Tapi walaupun masih belum layak untuk digunakan latihan. Igor, Reus dan Bakiman, sudah menggunakan tempat itu untuk melatih pasukan mereka.


'Sepertinya jumlahnya lebih dari 1.300 orang deh!' bisik Otto di dalam hati saat menghitung jumlah orang-orang yang berlatih secara sekilas.


[Benar Tuan. Totalnya 1.638 orang.]


'Loh... Kok bisa?' Otto heran.


Setahu Otto, jumlah personil yang dia sewa melalui toko Sistem adalah 1.300 orang.


[Itu karena subsidi yang Tuan berikan.]


"Subsidi?"


[Ya Tuan. Beberapa dari anak muda, ada yang ingin ikut dilatih untuk menjadi pasukan keamanan. Mereka melakukannya dengan senang hati karena Tuan telah memberikan mereka sejumlah uang secara cuma-cuma.]


Ternyata, kebaikan yang diberikan oleh Otto, langsung mendapatkan timbal balik dari para penduduk Vardon Hill. Padahal Otto tidak meminta balas budi apapun dari para penduduk setempat.


'Tapi kalau kayak gini bagus juga sih!' simpul Otto.


Dengan keterlibatan langsung penduduk lokal terhadap proyek Vardon Hill 2.0, maka ini tentu saja akan membuat apa yang sudah direncanakan oleh Otto dapat berjalan dengan lebih lancar.


'Sistem,' Otto baru dapat ide.


[Ya Tuan?]


'Bisakah setiap kali ada yang berlatih bela diri di Vardon Hill, kamu otomatis mengaktifkan Pemandu Bakat Legendaris yang kumiliki? Semacam makro gitu...' tanya Otto memastikan.


(Author's Note : Makro adalah sebuah fitur yang pada awalnya muncul di game Worlds of Warcraft. Dimana setiap pemain bisa men-setting aktivasi skill di dalam game, sehingga rentetan skill yang dimiliki, bisa aktif hanya dengan menekan satu buah tombol saja. Kalau di zaman android sekarang, kita mengenalnya dengan istilah auto clicker.)


[Bisa Tuan.]


'Tolong kau setting seperti itu ya...'


[Pengaturan selesai.]


[Pemandu Bakat Legendaris diaktifkan.]


[1.638 juta Kilias per jam akan dikorbankan.]

__ADS_1


'Eh!' Otto kembali teringat akan sesuatu.


'Kalau nggak salah... Pemandu Bakat Legendaris itu tidak hanya berkaitan dengan latihan bela diri saja kan?' tanya Otto sambil menelusuri kembali layar amtarmuka Skill yang jarang dibukanya.


[Ya Tuan. Itu benar.]


'Kalau begitu, tolong setting agar skill ini aktif setiap kali ada orang yang sedang mempelajari apapun saat berara di Vardon Hill. Tidak terlepas pada belajar bela diri saja,' pinta Otto kepada Sistem.


Otto barusan berpikir, tidak semua orang adalah mereka yang berminat pada seni bela diri. Ada juga mereka yang berminat pada bidang pertanian, ataupun bidang-bidang ilmu pengetahuan lainnya.


Sehingga ada bagusnya juga kalau mereka semua juga diberikan 'berkah' selayaknya mereka yang sedang belajar bela diri saat ini.


[Pengaturan selesai.]


[Selamat! Kondisi terpenuhi. Taman Pelajar didapatkan.]


[Pemandu Bakat Legendaris terkoneksi dengan seluruh tanah yang Tuan miliki.]


[Setiap kali ada orang yang belajar, berlatih, atau meneliti di atas tanah Tuan, maka otomatis akan diberikan 'berkah' dari Skill Pemandu Bakat Legendaris.]


[Seandainya Skill Pemandu Bakat Legendaris diaktifkan untuk mereka yang sedang belajar di atas tanah Tuan, maka Skill ini tidak lagi membutuhkan pengorbanan.]


'Eh. Kok...?' Otto terkejut.


Pada awalnya Otto hanya ingin mengorbankan sebagian uangnya untuk kemajuan mereka yang tinggal di atas tanahnya.


Akan tetapi, Otto malah mendapatkan sumber uang yang baru. Bukan sumber uang juga sih... Karena untuk yang satu ini bentuknya adalah diskon.


'Sistem. Dengan adanya requital terbaru ini, aku hanya perlu mengorbankan uang kalau mengaktifkan Pemandu Bakat Legendaris bila sedang berada di luar Vardon Hill saja ya?'


[Bukan Vardon Hill saja Tuan. Tapi seluruh tanah yang Tuan miliki.]


Sistem tentu saja sangat memahami Otto. Dia tahu kalau inangnya ini tidak akan puas hanya dengan memiliki Vardon Hill saja.


'Bagus...' bisik Otto sambil senyam-senyum sendiri kayak orang stress gara-gara pandemi yang sempat terjadi di dimensi lain.


.


.


.


Setengah jam kemudian, Otto keluar dari Mansion untuk berkeliling ke beberapa lokasi proyek. Dan untuk yang pertama, dia ingin mengunjungi Arika terlebih dahulu.


Loh... Kenapa kok Arika dulu?


Itu karena, dari semua distrik yang direncanakan, hanya Distrik Aganaya Blok A ini sajalah yang bisa langsung bisa beroperasi tanpa harus melakukan banyak perbaikan besar-besaran.

__ADS_1


{Srek Srek Srek.}


Otto berjalan melewati distrik dengan penuh perasaaan kagum.


Walaupun belum terlalu rapih, tapi Otto dapat melihat niatan Arika untuk membagi blok ini ke dalam empat bagian. Persawahan, perikanan, peternakan, dan juga perkebunan.


"Walaupun lahannya terbatas, bisa juga ya dibagi begini?" tanya Otto pada Arika yang sedang turut berjalan di sebelahnya.


"Ya. Kami di Aganaya sudah terbiasa untuk menghemat sebanyak mungkin lahan namun produksinya tetap bisa maksimal. Dimana keempat bagian ini dibuat saling berintegrasi dan saling melengkapi."


Arika menunjuk kandang ayam yang berada di atas kolam.


Tujuan dari meletakkan kandang ayam di atas kolam, adalah agar tinja dari Ayam jatuh langsung ke kolam. Nantinya, tinja ini akan memancing kehidupan berbagai organisme yang bisa menjadi pakan ikan organik.


Selain itu, air yang ada di kolam ikan adalah air yang kaya akan mikro organisme. Sehingga sangat bagus bila digunakan untuk irigasi sawah ataupun untuk mengairi perkebunan.


"Apakah nantinya setiap blok akan kamu buat seperti ini?" tanya Otto pada Arika kembali.


"Tergantung dari luas lahan yang disediakan. Tapi pada intinya aku mah cuman mengikuti apa yang dulu biasa dilakukan oleh para petani di Aganaya," jawab Arika merendah.


"Apakah kamu butuh tambahan dana agar teknologi pertanian di Aganaya bisa diadaptasi seutuhnya di Vardon Hill?" tanya Otto iseng.


"Sejujurnya ada," jawab Arika sambil melambaikan tangan pada salah satu petani yang menyapanya.


"Kalau begitu, RAB nya dibuat saja dulu, sekalian sama desainnya. Kamu serahkan saja Rere. Nanti Rere akan langsung menilai. Seandainya itu tidak akan merusak seluruh rancangan yang sudah dibuat oleh Rere, dia pasti akan langsung setuju."


"Justru sebaliknya Tuan."


"Sebaliknya bagaimana?"


"Dari desain seluruh Vardon Hill hingga tahap akhir, aku justru melihat seperti yang ditata agar memudahkan kita apabila ingin menerapkan teknologi pertanian Aganaya," jelas Arika yang dijawab Otto dengan anggukan.


'Rere. Apakah kamu memang sudah mempersiapkan ini semua?'


[Ya Tuan.]


Rere yang sedang berada di tempat lain menjawab Otto.


'Dasar! Kok gak cerita?'


[Tuan nggak nanya. Lagian Arika dan Bakiman langsung sadar sejak di hari aku presentasi.]


"Kalau begitu, cukup kirimkan RAB nya saja," Otto meralat perintahnya.


"Baik Tuan," jawab Arika senang.


[Selamat! Mandiri Pangan telah didapatkan.]

__ADS_1


...— Bersambung —...


__ADS_2