Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang

Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang
[Kisah 8.9] Sang Penguasa Tunggal


__ADS_3

Enam bulan berlalu semenjak Otto mendapatkan beraneka ragam sumber penghasilannya yang baru.


Sebagian besar pembangunan dari Vardon Hill tahap satu sudah selesai dan Vardon Hill mulai bisa beroperasi secara normal.


Tidak terkecuali dengan Distrik terluas dan yang paling sulit proses pembuatannya. Distrik Vermello.


Walaupun diatrik ini baru selesai sekitar 30% nya saja. Tapi Priya dan Avni sudah mendapatkan banyak sekali tamu bagi berbagai lokasi hiburan malam yang telah berdiri.


Sementara itu...


{Trap Trap Trap.}


Otto terlihat tengah berjalan di salah satu sudut sepi Vermello. Vermello yang dirancang selalu malam, membuat suasana di sudut sepi begini, lumayan mencekam.


Alasan Otto hari ini datang ke Vermello, adalah karena dia sudah janjian untuk bertemu dengan Igor.


'Di sini ya tempatnya?' Otto memandangi sebuah kantor yang mirip dengan kantor polisi dan map yang terpampang di handphone miliknya bergantian.


"Tuan sudah datang?" sambut Igor yang terlihat keluar dari dalam kantor.


"Jadi apakah semuanya sudah siap?" tanya Otto langsung pada intinya.


"Sesuai dengan permintaan Tuan."


"Jadi kemana kita?"


"Ikuti saya Tuan..." ajak Igor dengan sopan.


.


.


.


Otto mengikuti Igor masuk ke kantor yang merupakan salah satu kantor keamanan yang ada di Vardon Hill.


Di dalam kantor, Otto lihat tujuh Jenderal Calabria dan beberapa petugas keamanan sedang sibuk di meja mereka masing-masing.


{Greeeek...}


Salah satu Jenderal Calabria bangkit dari kursinya.


"Salam pada Tuan Otto!"


{Greeeek... Greeeek...}


Seluruh orang yang ada di sana langsung ikut bangkit dan memberikan salam kepada Otto.


Kantor ini bukanlah satu-satunya kantor keamanan yang ada di Vardon Hill. Sesuai dengan instruksi dari Rere, kantor keamanan semacam ini ada di mana-mana.


Terdapat satu buah kantor di setiap radius tertentu. Hal ini tentu saja demi untuk membuat keamanan di Vardon Hill menjadi lebih maksimal.


"Kalian bertujuh ikuti Aku..." titah Igor pada ketujuh muridnya.


"Baik Guru!" ketujuh Jenderal menjawab kompak.


"Kalian lanjutkan kembali pekerjaan kalian ya?" ujar Jenderal Calabria pada petugas lainnya.


"Siap Jenderal!


Igor dan Otto berjalan keluar dari kantor lewat pintu belakang. Ketujuh Jenderal Calabria mengikuti mereka berdua dengan perlahan.

__ADS_1


"Ini?"


"Ya Tuan. Ini semacam gudang barang tak terpakai dan tempat pembuangan sampah," Igor menjelaskan tentang pekarangan belakang kantor yang sedikit berantakan.


Otto langsung celingukan begitu mendengar penjelasan dari Igor.


"Ada jalan kecil di sini Tuan, cukup untuk satu motor roda tiga pengangkut sampah," salah satu Jenderal Calabria yang mengerti menunjuk saluran pembuangan air kotor yang ada di belakang kantor.


"Oooh... Ada jalan di situ...?" Otto melongok saluran air yang sangat besar itu.


Benar saja! Di dinding Got raksasa terdapat sebuah jalan kecil yang memang telrihat khusus diperuntukkan untuk pengangkut sampah agar tidak merusak pemandangan.


"Lalu dimana tempatnya?"


"Di sini Tuan..." Igor menunjuk tempat sampah.


"Oh... Lalu bagaimana cara membukanya?" Otto tahu kalau apa yang dia minta sudah disembunyikan oleh Igor di balik tempat sampah tersebut.


"Sebentar Tuan," Igor dan ketujuh Jenderal memegang tong sampah besar itu.


{Tit. Jegrek.}


Tempat sampah itu perlahan terbelah. Di bawah tenpat sampah itu tersembunyi sebuah tangga menurun yang sangat dalam.


"Apakah membuat akses masuk di sini aman?" tanya Otto pada Igor.


Walaupun mereka berdelapan telah menggunakan kode sidik jari yang sangat aman. Dimana tempat sampah itu harus dipegang oleh mereka semua secara bersamaan agar bisa terbuka. Tapi Otto tampak begitu waspada.


"Tenang saja Tuan. Ini adalah kantor keamanan tempat aku bertugas."


"Berarti ini pusatnya?"


"Bisa dikatakan begitu Tuan."


"Sengaja Tuan. Nona Rere tidak ingin Kantor Keamanan tampil terlalu mencolok. Sehingga semuanya memiliki bentuk dan luas yang sama dengan bangunan di sekitarnya. Kebetulan di sini akan jadi daerah pertokoan. Jadi bentuk kantornya hanya seperti ini."


"Bagaimana dengan saksi mata dari gedung lain atau tukang sampah?" tanya Otto samb celingukan ke sana ke mari.


"Setiap kali tong sampah ini terbuka, sebuah citra hologram akan muncul untuk mengelabui semua orang," Igor menjelaskan.


"Selain itu, kami juga hanya akan membukanya di waktu-waktu yang paling aman saja Tuan," tambah salah satu Jenderal Calabria.


"Ayo masuk Tuan..." ajak Igor pada Otto.


"Ayok," jawab Otto.


Mereka bersembilan lalu berjalan menuruni tangga tersebut. Satu per satu memasuki lorong yang gelap gulita.


{Tit. Jegrek.}


Begitu semuanya sudah masuk, tong sampah kembali menutup.


{Blar Blar Blar.}


Lalu disus dengan ratusan lampu yang menyala dan menerangi seluruh lorong.


"Apakah kalian ber delapan yang membangun ini sendiri?"


"Ya. Sesuai pesan dari Tuan. Tempat ini harus dibuat secara rahasia. Aku dan seluruh muridku membuat ini selama satu bulan. 24 jam non stop. Hanya menggunakan perlengkapan manual. Tanpa menggunakan sedikitpun alat berat."


Akibat prana yang dimiliki Igor dan kawan-kawan cukup tinggi. Sehingga memang sangat mungkin bagi mereka untuk bisa membangun yang seperti ini dalam waktu satu bulan hanya dengan menggunakan sekop saja.

__ADS_1


"Lalu berbagai teknologi ini?"


Tapi tetap saja. Teknologi dari lorong rahasia ini sangatlah canggih.


"Oh... Walaupun wajahnya kayak kertas ujian yang dicoret-coret gara-gara dapet nilai F, Dia adalah ahli teknologi Tuan," Igor menunjuk salah satu muridnya.


"Oh..." Otto tertawa saat melihat Jenderal yang ditunjuk Igor tersipu malu.


.


.


.


Otto merasa kagum saat dia berada di dasar tangga. Dimana di sana terdapat sebuah gua yang sangat luas dengan tanah yang gembur di dasarnya.


Igor lalu bertanya pada Otto, "Tuan sebenarnya mau bikin apa di sini?"


"Oh... Ini!" Otto menunjukkan pada Igor sekantong pil tradisilnal Cina berwarna merah gelap.


"Apa ini Tuan?" Igor yang merupakan seorang ahli tanaman herbal kebingungan saat mencium aroma dari pil tersebut.


"Ini adalah buah keabadian. Namanya Forbidden Fruit."


"Mak... Apakah maksud Tuan ini adalah buah seperti yang ada di film Sun Go Kong?"


"Benar."


"Sekarang... Coba saja kamu minum ini!" Otto menyerahkan pada Igor 30 buah tablet sekaligus.


"Sebanyak ini?"


"Ya. Akan sedikit menyakitkan dengan dosis segitu. Tapi kayaknya kalau kamu pasti kuat deh!"


"Baiklah Tuan."


Igor tanpa ragu mengikuti apa yang diperintahkan oleh Otto.


{Krauk Krauk. Glek.}


"Hegh..." cukup tiga detik setelah menelan Forbidden Fruit, Igor merasa kalau tubuhnya kesakitan semua.


Keringat mengucur dan uap tebal berbau pesing keluar dari dalam tubuhnya.


"Aaaaargh...!" teriak Igor kesakitan.


"Guru nggak papa?!" Jenderal Calabria panik.


"Tuan! Guru barusan dikasih apa?!"


"Sabar! Kita tunggu saja!"


Beberapa detik mereka yang ada di sana hanya menonton Igor mengerang kesakitan. Menunjukkan ekspresi khawatir namun tak bisa melakukan apa-apa.


{Hosh... Hosh... Hosh...}


"Gu... Guru tidak apa-apa?"


Salah seorang Jenderal Calabria langsung menghampiri Igor sambil menutup hidungnya. Igor mengeluarkan aroma tubuh yang benar-benar tidak sedap.


"Eh! Guru?!" salah seorang murid Igor berteriak saar melihat Igor. Sebuah keajaiban baru saja terjadi di hadapan mereka.

__ADS_1


...— Bersambung —...


__ADS_2