
{Duagh! Duagh! Duagh!}
Igor terus berusaha menahan serangan luar biasa dari Alfredo dan Araldo.
{Duagh! Duagh! Duagh!}
Igor menggunakan refleks dan juga kekuatan fisiknya untuk bertahan lalu menyerang balik.
{Duagh! Duagh! Duagh!}
Tapi berbeda dengan sebelumnya, setiap serangan cerdik yang dilancarkan oleh Igor mampu diantisipasi dengan sempurna oleh Alfredo dan juga Araldo.
{Duagh! Duagh! Duagh!}
Pertarungan berlangsung sengit dan intens. Keringat mengalir deras dari tubuh ketiganya.
{Duagh! Duagh! Duagh!}
Meskipun Igor mampu mengimbangi keahlian Alfredo dan Araldo, namun keunggulan jumlah dan juga kerja sama keduanya dapat memberikan tekanan yang terus meningkat dari waktu ke waktu.
{Duagh! Duagh! Duagh!}
Akhirnya, stamina Igor mulai merosot.
{Duagh! Duagh! Duagh!}
"Hueks..."
Serangan Alfredo dan Araldo secara bertubi menghantam tubuh Igor, menyebabkan luka yang cukup dalam.
{Duesh!}
Igor melompat mundur.
{Hosh... Hosh... Hosh...}
Meskipun begitu kelelahan dan kesakitan, Igor tetap berdiri dengan tegar, menunjukkan keberanian dan ketangguhan dari seorang legenda.
{Duesh!}
Berbeda dengan Igor yang merupakan pendekar sejati, Alfredo dan Araldo adalah seorang mafia sejati. Sehingga mereka tidak menunggu Igor untuk siap terlebih dahulu.
Mereka langsung menyerang Igor dalam gabungan serangan pamungkas yang begitu memukau.
{Duagh!}
Igor berusaha untuk menghindari serangan tersebut, tetapi terlambat. Serangan itu menghantamnya dengan keras, melesatkannya dari atas peti kemas. Berguling beberapa kali di atas tanah.
"Guru!" teriak anggota Keluarga Calabria yang ada di sana.
__ADS_1
{Uwooo...!}
Melihat kalau kelompoknya sekarang sudah berada di atas angin, Keluarga Bernardi langsung melakukan serangan dengan serempak.
{Dor!}
Araldo meletupkan pistolnya ke angkasa.
"Semuanya berhenti! Perang sudah usai!" teriak Alfredo pada seluruh anggota keluarganya.
{Uwooo...!}
Keluarga Bernardi langsung bersorak merayakan kemenangan.
Meskipun Igor telah kalah dalam pertarungan ini, tapi ia telah meninggalkan kesan mendalam di benak Araldo dan juga Alfredo.
"Kepada seluruh anggota Keluarga Calabria dan Keluarga Bernardi! Tolonglah saudara kalian yang masih hidup segera! Tidak ada lagi pertumpahan darah di antara kita," seru Araldo menambahkan.
{Siuuut... Trep.}
Dengan ilmu peringan tubuh yang mereka miliki, Alfredo dan juga Araldo beringsut turun dari atas peti kemas. Berdiri di hadapan Igor.
{Uhuk!}
"Guru!"
Igor memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Igor tidak menjawab. Dia hanya menatap Alfredo tajam.
"Berbeda denganku dan putera ku ini, kamu itu bukanlah sosok pemimpin yang ideal. Kamu cocoknya jadi pengikut saja," Afredo mulai menasihati.
"Karisma milikmu tidak akan mampu mempengaruhi banyak orang. Oleh karena itulah jumlah anggota kelompokmu tidak akan pernah menjadi lebih besar dari ini. Dan dengan begitu, akan sulit bagimu untuk menaklukkan dunia hitam ini," Alfredo menegaskan
"Kamu memang masih bisa jadi pemimpin. Tapi tidak sebagai dia yang menduduki puncak piramid. Hanya setara dengan pemimpin divisi saja," tutup Alfredo.
Igor kembali hanya diam. Dia tidak terlalu mengerti apa yang Alfredo katakan.
"Ya... Memang ini sulit untuk dijelaskan. Tapi begitulah hidup. Terkadang kerja keras dan bakat tidak cukup untuk membawa seseorang ke puncak tertinggi. Tapi mereka yang hanya bermalas-malasan, malah berhasil menjadi pimpinan suatu kerajaan hanya dengan mengandalkan karisma yang mereka miliki."
{Srek...}
Igor mengangguk pada muridnya dan meminta muridnya untuk membantunya berdiri. Igor mulai mengerti apa yang Alfredo katakan.
Dia pun teringat bagaimana penduduk desa yang sudah dia lindungi sedemikian rupa, tidak ada yang memilihnya menjadi Kades.
Igor juga ingat dengan bagaimana murid-muridnya memilih untuk pergi meninggalkannya di saat mereka semua sudah sukses. Melupakan keberadaan dirinya yang telah membesarkan mereka.
"Hari ini Keluarga Bernardi akan mengampuni nyawamu dan seluruh anggota kekuarganmu. Tapi jika kamu dan seluruh anggota keluargamu ingin merasakan bagaimana rasanya berada di puncak dunia hitam, maka satu-satunya cara yang bisa kalian lakukan adalah dengan bergabung bersama kami," Alfredo memberikan penawaran.
__ADS_1
{Uhuk!}
Igor kembali batuk darah saat dia sudah berdiri sempurna.
"Keluarga Bernardi berjanji akan menerima seluruh anggota Keluarga Calabria bila ingin bergabung bersama Keluarga Bernardi!" teriak Alfredo agar apa yang dia katakan bisa didengar oleh seluruh anggota Keluarga Calabria yang ada di sana.
"Itu juga berlaku untukmu Gor... Tak perlu buru-buru memutuskan. Karena seandainya aku mati, masih ada anakku yang siap menerimamu. Lalu seandainya Araldo mati. Masih ada cucuku yang akan siap menerimamu," bisik Alfredo kepada Igor.
"Terima kasih... Tapi aku masih ingin berdiri atas nama Keluarga Calabria," jawab Igor sambil berbalik pergi. Dipapah oleh salah satu muridnya.
"Ya. Itu terserah kamu saja," jawab Alfredo.
"Kepada seluruh anggota Keluarga Calabria! Jika kalian ingin mengikuti guru kalian pergi dari sini, kami akan mempersilahkan kalian dan kami tidak akan mengejar kalian. Namun apabila kalian ingin bergabung dengan Keluarga Bernardi, maka tetaplah diam di tempat ini!" teriak Araldo dengan lantang.
Setelah mendengar pengumuman dari Araldo, hanya Igor dan ketujuh Jenderal Calabria yang pergi meninggalkan terminal peti kemas. Sedangkan seluruh anggota keluarga Calabria yang lain, memutuskan untuk diam di terminal, dan lebih memilih untuk bergabung dengan Keluarga Bernardi.
Igor dalam hati menggeram kesal. Lagi-lagi. Untuk kedua kalinya kelompok mafia yang Igor bangun harus hancur.
Kali ini oleh Keluarga Bernardi. Keluarga Mafia terkuat yang ada di Agronesia. Sebuah Keluarga yang berhasil membuktikan diri selama lebih dari tujuh generasi.
.
.
.
Selepas perang besar dengan Keluarga Bernardi, Igor masih belum menyerah. Dia terus berusaha untuk bangkit di antara puing-puing kehancuran. Menyusun kembali Keluarga Calabria dari awal.
Igor pun sempat menekan egonya dan mencoba untuk merotasi puncak kepemimpinan dengan salah satu dari ketujuh Jenderal Calabria. Tapi hasilnya malah menjadi lebih parah.
Alasan tujuh Jenderal Calabria tetap setia mengikuti Igor, adalah karena pada dasarnya mereka juga tidak memiliki jiwa pemimpin. Mereka ber tipikal pengikut sama seperti Igor. Malah bisa dikatakan, lebih bertipikal pengikut daripada guru mereka.
Akhirnya, setelah sembilan tahun berusaha membangun kembali Keluarga Calabria, Igor dengan sangat terpaksa harus mengakui kalau apa yang dikatakan oleh Alfredo adalah sebuah realita. Akhirnya, Igor pun memutuskan untuk bergabung dengan Keluarga Bernardi.
Tapi...
.
.
.
Igor dan ketujuh muridnya mendapati mansion Keluarga Bernardi sudah rata dengan tanah. Diporak-porandakan tepat sehari sebelum kedatangan mereka.
Bersama dengan kekecewaan yang mereka rasakan, Igor dan murid-muridnya lalu mendaftarkan diri untuk menjadi butler. Berharap kalau mereka bisa bertemu dengan seorang Tuan baru yang berkualitas.
Dan takdir memang unik. Mereka nggak menyangka kalau setahun kemudian, Tuan baru mereka memiliki nama belakang Bernardi juga. Walaupun Igor sangsi kalau Otto berasal dari Keluarga Bernardi yang sama dengan Keluarga Bernardi yang dia kenali.
Tapi Igor mengakui. Kalau Otto memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Begitu memperhatikan setiap bawahannya. Dan memiliki keinginan untuk berkembang yang sangat tinggi.
__ADS_1
Sehingga Igor merasa kalau Otto adalah Tuan yang tepat bagi dirinya dan juga ketujuh Jenderal Calabria.
...— Bersambung —...