Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang

Sistem Kenikmatan Hubungan Ranjang
[Kisah 4.1] Empat Kakak Perguruan


__ADS_3

Di dalam sebuah ruang kantor berlampu minim. Empat orang pria bertampang sangar duduk mengelilingi meja. Tampang mereka sangat tidak enak untuk dilihat.


Mereka adalah empat saudara seperguruan yang memimpin sebuah Keluarga Mafia kecil. Hanya beranggotakan tiga ratusan orang.


"Jadi sampai sekarang belum ada yang tahu di manakah Tuan Tuasu berada?" tanya sang Kakak Kedua.


"Ya. Sudah tiga bulan kita mencarinya. Tak ada satupun petunjuk yang bisa kita temukan," jawab Kakak Keempat.


{Prikitiw!}


Dering smartphone berbunyi.


"Kita sudah dapat petunjuk," ujar orang yang paling berwibawa diantara mereka.


Dia menunjukkan layar smartphone nya. Di sana tampak foto dari sebuah rekaman CCTV yang menampilkan gambar Tuasu yang sedang memasuki hotel bersama dengan Priya.


"Benarkah itu Kakak Pertama?!" tanya Kakak Kedua.


"Ya. Kita akan bergerak segera," Taitu sang Kakak pertama berkata pada ketiga saudara seperguruannya. Mereka adalah Taidu, Taiga, dan juga Taipat.


"Siap Kak!" jawab ketiga adik seperguruan.


Berbeda dengan mereka berempat, Tuasu bukanlah seorang ahli beladiri. Hartanyalah yang menjadi kekuatan terbesarnya. Sehingga tanpa keberadaan Tuasu, Keluarga Mafia kecil ini tidak akan dapat bergerak dengan leluasa.


.


.


.


Hotel mewah ini seharusnya merupakan surga bagi penghuni dunia. Tapi saat ini dia telah berubah menjadi neraka yang mengerikan.


Ratusan Mafia bersenjata menyandera para tamu. Semetara puluhan tubuh tak bernyawa bergeletakan dimana-mana.


Hotel ini adalah hotel yang sempat digunakan oleh Otto, Rere, dan juga Priya, kurang lebih tiga bulan yang lalu.


Di sebuah ruangan CCTV yang sempit, tiga orang mafia muda tampak sedang berkonsentrasi menonton rekaman CCTV.


"Kak!" ujar salah seorang pemuda.


"Di malam itu Tuan Tuasu datang ke Bar bersama seorang wanita. Tapi saat keluar dari Bar, Tuan membawa dua orang wanita."


"Tuan memang hebat," kekeh Taipat.


"Tapi yang jadi masalah adalah rekaman di sini Kak..."


Taitu dan ketiga saudaranya langsung mendekat pada layar CCTV. Layar memperlihatkan Otto yang dengan santainya memasuki kamar Tuasu.


"Ambil foto ketiga orang itu dan berikan ke tim hacker sekarang juga!" titah Taipat.


"Baik Kak!"


{Boom!}


{Kretek Kretek}


"Argh! Sialan!"


Taitu memukul tembok hingga berlubang. Dia kemudian pergi dari ruang CCTV, diikuti oleh ketiga Kakak yang lain.


.


.


.


Beberapa jam kemudian, keempat Kakak sedang duduk bersantai. Manager Hotel diam di antara mereka dengan posisi merangkak. Mereka tengah menjadikan Manager Hotel sebagai pengganti meja.

__ADS_1


"Jangan geter-geter! Kopinya tumpah nih!"


Taiga menoyor kepala Manager Hotel dengan kakinya.


"Kakak!"


Seorang pemuda berlari menghampiri mereka.


"Bagaimana?" tanya Taitu.


"Sejak Pemuda itu masuk ke dalam kamar. Tuan Taitu sama sekali tidak terlihat meninggalkan kamar."


"Lalu?"


"Ini aneh Kak. Tak ada sedikitpun jejak Tuan yang tertinggal di dalam kamar itu."


"Mungkin karena sudah terlalu lama."


"Sidik jari dan DNA mungkin saja sudah menghilang setelah tiga bulan. Tapi residual energy tidak mungkin dihilangkan."


(Author's Note : Menurut Kisah Tanah Jawa, 'Residual Energy' adalah rekaman kejadian yang akan tersimpan selamanya. Sewaktu-waktu bisa muncul sebagai pengalaman mistis ataupun penampakan. Sebagian Indigo bisa melihat 'Residual Energy'.)


"Lalu bagaimana dengan residual energy yang berada di luar kamar?"


"Ada Kak. Tapi begitu masuk kamar, semuanya menghilang."


"Hei... Kamu nggak memanipulasi data CCTV kan?" tanya Taidu pada Manager Hotel.


"Kalian bisa periksa sendiri keaslian rekaman itu!"


Taitu menoleh pada pemuda yang kasih laporan. Pemuda itu mengangguk mengiyakan. Data CCTV memang bisa dimanipulasi. Tapi tidak dengan residual energy.


"Ah Vangke!"


{Dor! Dor! Dor!}


{Drap Drap Drap.}


Dari kejauhan tampak pemuda lain berlari mendekati kekacauan tersebut.


"Ada apa?!"


"Kami menemukan mereka Kak!"


Pemuda itu memperlihatkan foto Otto yang sedang berjalan santai bersama dengan ketiga haremnya.


"Mereka kini sedang berada di Kota Kapitalia!" lanjut Pemuda tersebut.


"Sudah cari tahu tentang mereka?" tanya Taitu.


"Mereka sepertinya fans berat Keluarga Bernardi. Mereka baru saja mengganti marga mereka menjadi Bernardi di catatan sipil."


"Keluarga Bernardi ya?"


"Ya Kak... Tapi pemuda ini dan gadis ini sama sekali ngga ada datanya di catatan sipil sampai dengan dua pekan yang lalu."


Pemuda itu menunjuk gambar Otto dan juga Rere.


"Kita harus tetap waspada. Bisa jadi mereka adalah Keluarga Bernardi yang tersisa," Taidu mewanti-wanti.


"Awasi mereka terus!" Taiga memberi perintah.


"Siap Kak..."


Pemuda itu pun undur diri.


"Keluarga Bernardi sudah hancur. Tapi denger namanya aja, bulu kunukku masih berdiri," Taipat berkomentar.

__ADS_1


"Kita sudah memastikan kalau Alfredo dan Araldo sudah benar-benar mati. Dan mayat yang diduga adalah penerus mereka juga sudah ditemukan. Kita nggak perlu bergerak diam-diam lagi. Ini saatnya kita tunjukkan taring kita pada dunia," Taitu menjelaskan.


"Baik Kak..." jawab ketiga adik seperguruan dengan kompak.


"Hahhh..." Taitu menghembuskan nafas panjang. Dia kepalkan tangannya kuat.


Taitu mengakui kalau keluarga pimpinanya hanya beranggotakan ratusan orang. Tapi semuanya adalah orang-orang berbakat. Bahkan lebih dari setengahnya adalah seorang jawara.


.


.


.


Di balkon lantai dua rumah Priya, Otto sedang merokok sambil bertelanjang dada. Memperlihatkan tubuh terlatihnya yang tampak bagaikan baju zirah yang tebal.


Tring!


[Main Quest baru telah didapatkan.]


[Taklukkan Dungeon.]


'Wah... Dungeon Quest!'


Di dalam dunia game VRMMORPG, Dungeon adalah sebuah tempat yang ditempati oleh banyak monster yang kuat.


[Gerbang Dungeon akan dibuka dalam waktu 30 menit.]


[Hitungan mundur dimulai.]


[Dungeon Break akan terjadi dalam waktu 6 jam.]


[Hitungan mundur dimulai.]


Kalau ada Dungeon, tentu saja ada Dungeon Break.


Dungeon Break adalah kondisi saat monster-monster yang berada di dalam Dungeon, akan keluar untuk menyerang para Player. Dimama monster-monster ini akan menimbulkan kerusakan yang sangat besar.


Satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk mencegah Dungeon Break, adalah dengan menyelesaikan Dungeon Quest tepat waktu. Sehingga bisa dikatakan kalau Dungeon Break adalah deadline dari sebuah Dungeon Quest.


Otto lalu memperhatikan sebuah peta hologram di hadapannya. Peta itu menunjukkan dimanakah lokasi dungeon berada.


'Oh... Hanya 20 menit dari sini.'


"Kenapa Say? Kok ngelamun," tanya Priya yang muncul dari dalam kamar dengan piyama berbahan tipis sedikit transparan.


"Nggak papa..."


"Mamah mau turun dulu... Mau masak!"


"Iya Mam..."


Berkat kombinasi antara Kemampuan Berjimak, Pleasure Provider, dan Harem Link Up. Otto berhasil membuat ketiga haremnya disergap nikmat tanpa henti. Membuat tubuh mereka menjerit akibat kelelahan.


Tapi sebagai seorang wanita yang bertanggung jawab, Priya tetap saja bangun pagi untuk menyiapkan sarapan.


Berbeda dengan haremnya, Otto memiliki Skill Darah Terkutuk. Sehingga rasa lelah yang Otto rasakan, dapat pulih dengan cepat.


Tanpa menunggu Priya selesai memasak terlebih dahulu, Otto memutuskan untuk langsung pergi menuju Dungeon.


[Tuan. Sebaiknya Tuan membentuk party.]


'Sama siapa? Dua Haremku tidak bisa bertarung. Dan Rere juga tidak boleh ikut campur.'


"Sistem memiliki rekomendasi ahli bela diri yang bisa Tuan sewa. Mereka akan siap dalam lima jam."


'Ah! Nggak seru!' jawab Otto yang sangat menyukai tantangan.

__ADS_1


...— Bersambung —...


__ADS_2