Sistem Pemindai

Sistem Pemindai
Pekerjaan yang Selesai dan Tumbuhan Herbal (Revisi)


__ADS_3

"Ka-kamu siapa!?" Aldi menatap Azam dengan mata yang sangat melebar dan berkata dengan suara yang gemetar karena sedikit takut dengan Azam.


Alasannya adalah karena Azam datang ke Surat Kabari dan langsung menunjukkan rekaman video dari kamera mini tentang pembicaraan Vanu dan kedua wanita kaya.


Padahal dia dan Ari sudah berusaha selama satu minggu tapi belum bisa mendapatkan informasi yang berguna karena Vanu selalu pergi ke tempat yang acak dan bukan lokasi yang terkenal.


Hal itu menyebabkan dia dan Ari kehilangan jejak Vanu karena mereka tidak tahu jalan di area yang didatangi oleh Vanu meskipun mereka berdua adalah orang asli Kota Jakarta.


"Aku? Manusia biasa, apalagi selain itu?" Azam tertawa dan memberikan jawaban yang asal-asalan karena pertanyaan yang diajukan oleh Aldi juga aneh.


"Kalau itu aku pun juga tahu!" Aldi berteriak dengan kesal dan menunjukkan sikap yang seperti anak-anak yang membuat Azam tertawa lagi.


Tapi Ari di sebelah Aldi melihat video di ponsel Azam dengan serius. Video itu akan membuat dunia industri hiburan bergetar karena ada kegiatan 'bahagia' di video tersebut yang dilakukan oleh dua wanita yang cukup terkenal.


Karena suami dari masing-masing wanita itu adalah orang memiliki status dan pengaruh yang cukup terkenal di dunia hiburan.


"Azam, aku akan mengirim ini ke klien kita. 90% komisi yang akan diberikan adalah punyamu." Ari berkata sambil mentransfer video dari ponsel Azam ke flashdisk dengan komputer di sana.


"Kamu yakin?" Azam mengangkat alisnya karena terkejut dengan perkataan Ari yang akan memberikan 90% komisi kepadanya.


"Ya, jangan khawatir. Itu memang wajar. Karena kamu dapat informasi yang bisa mengguncang dunia industri hiburan, kami hanya mengambil biaya dasar." Aldi yang menjawab pertanyaan Azam.


Sekarang, Aldi tidak berani meremehkan Azam setelah melihat hasil pekerjaannya. Bahkan untuk dia yang sudah bekerja di bidang ini selama beberapa tahun pun tidak bisa seperti Azam.


Dan perlahan-lahan dia mulai paham mengapa nona mudanya si Devina mengirim Azam ke Surat Kabari karena kemampuannya memang menakutkan.


"Oh, terima kasih kalau begitu." Azam tentu saja tidak menolak karena itu memang pekerjaannya dan dia juga tidak bisa menolak uang yang sangat banyak.


Setelah mengambil ponselnya kembali, Azam keluar dari sana dan berkeliaran tanpa tujuan karena pekerjaannya sudah selesai dan tinggal menunggu komisinya saja yang akan ditransfer hari ini atau beberapa hari lagi.


"Ini terlalu mudah, aku jadi bosan." Azam menghembuskan napas panjang karena pekerjaannya terlalu mudah sehingga membuatnya sangat bosan.


Dan pada saat ini, Azam melewati toko obat tradisional. Dia yang bosan dan tidak tahu harus melakukan apa tertarik dengan obat-obat tradisional, hanya sekedar mengisi waktu luang saja.

__ADS_1


"Selamat datang, ada bisa saya bantu?" Seorang pramuniaga wanita menyambut Azam dengan senyum manisnya setelah melihat Azam masuk ke dalam toko.


"Aku mau melihat-lihat dulu," kata Azam kepada pramuniaga wanita itu.


"Baik, panggil saya jika Anda butuh sesuatu." Pramuniaga wanita itu tersenyum dan mengangguk, lalu dia tidak mengganggu Azam.


Azam melihat-lihat banyak tumbuhan herbal yang dipajang di etalase toko. Kemudian dia kepikiran sebuah ide yang sangat menarik dan patut untuk dicoba.


Ide Azam yaitu menggunakan khasiat yang dimiliki oleh tumbuhan herbal untuk meningkatkan tubuhnya agar bisa lebih kuat lagi karena dia merasa kalau tubuhnya masih biasa-biasa saja.


Jadi, Azam segera Menggunakan skill pengamat dengan pengalaman 50 tahun untuk mengamati tumbuhan-tumbuhan herbal yang bisa memberinya manfaat untuk meningkatkan tubuh.


Setelah satu jam, Azam sudah menemukan apa yang dia inginkan. Itu adalah tumbuhan gingseng liar, bubuk aswagandha, dua rhodiola, dan daun moringa.


Semua nama tumbuhannya terdengar asing. Azam juga bisa mengetahuinya berkat skill pengamat dengan pengalaman 50 tahun miliknya.


"Oke." Azam tersenyum karena idenya bisa digunakan. Dia sendiri cukup terkejut karena banyak tumbuhan herbal yang khasiatnya sangat banyak dan sangat berguna.


"Baik, silakan duduk dulu, Kak. Saya akan segera mengambilnya." Pramuniaga wanita mengangguk, dia mempersilakan Azam untuk duduk lalu dia pergi untuk mengambil pesanan Azam.


"Ya." Azam duduk di kursi yang ada di sana, kemudian dia menunggu sampai pramuniaga itu datang.


Setelah beberapa menit, pramuniaga wanita itu kembali sambil membawa nampan yang berisi beberapa kotak dan plastik. Dia menaruh kotak dan plastik itu di atas meja.


"Kak, ini pesanannya. Silakan diperiksa dulu," kata pramuniaga wanita kepada Azam.


"Sebentar." Azam mengangguk dan memeriksa kotak dan plastik yang ada di atas meja, setelah memastikan semuanya sudah lengkap, Azam mengangguk.


"Kalau begitu mari kita ke kasir, Kak." Pramuniaga wanita mengambil kotak dan plastik itu. Kemudian mereka berdua berjalan menuju kasir toko.


"Totalnya 3 juta rupiah." Kasir berkata kepada Azam setelah menghitung total pesanan Azam dengan komputernya.


Azam tidak terkejut dengan total harga pesanannya, karena tumbuhan herbal yang liar memang sangatlah mahal, terutama ginseng liar, tapi itu sepadan dengan khasiatnya.

__ADS_1


Azam mengeluarkan dompet dan menggesekkan kartu kreditnya di mesin kartu. Setelah itu dia mengambil tas berisi pesanannya.


"Terima kasih telah berkunjung di sini!" Kasir dan pramuniaga wanita berkata dengan bersamaan kepada Azam setelah dia selesai membayar.


"Sama-sama." Azam mengangguk, lalu dia keluar dari toko obat tradisional sambil membawa kantung plastik di tangannya.


Azam langsung memesan ojek online dan kembali ke apartemennya. Di sana dia tidak melihat Vanessa tapi dia tahu kalau Vanessa sedang menulis novelnya di kamar, jadi Azam melangkah dengan hati-hati.


"Jadi, ayo kita mulai merebusnya." Azam mengeluarkan tumbuhan herbal dari kantung, kemudian dia segera merebus semua tumbuhan herbal satu per satu.


Tidak perlu dibersihkan karena toko obat tradisional tadi sudah membersihkannya. Jadi Azam hanya perlu memotong-motongnya dan memasukkannya ke dalam panci berisi air.


Karena perlu menunggu selama setengah jam, Azam menyalakan laptopnya dan membaca materi tentang manajemen sambil menunggu selama setengah jam.


Dengan Sistem Pemindai, sebenarnya Azam sudah tidak perlu berkuliah lagi karena dia bisa mendapatkan uang yang banyak dengan cara yang sangat mudah.


Azam juga sudah memikirkan hal ini, tapi dia tidak berhenti kuliah. Jika dulu dia berkuliah agar bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus, sekarang tujuannya agar bisa mendapatkan relasi yang bagus.


Karena di dalam dunia perkuliahan ada banyak sekali orang dari berbagai tempat. Identitas mereka pasti juga bermacam-macam, dan Azam memutuskan untuk mencari relasi.


[Host, sudah setengah jam.] Sistem memberi pemberitahuan karena Azam terlalu fokus membaca materi manajemen sampai-sampai tidak menyadari kalau sudah setengah jam berlalu..


"Ah? Oh iya." Azam menepuk dahinya karena tidak sadar. Dia mematikan kompor dan segera mengambil air rebusan tumbuhan herbal ke dalam gelas.


Setelah menunggu selama beberapa menit, Azam memutuskan untuk meminumnya. Pada awalnya dia ragu, tapi setelah itu matanya melebar karena merasa ada sesuatu yang berubah.


"Ini sangat hebat!" Itu adalah pikiran Azam saat meminum air rebusan tumbuhan herbal.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Pesan :


Tumbuhan herbal yang dibeli sama Azam memang bisa ningkatin vitalitas, tapi jangan diminum semuanya. Disarankan tanya ke ahlinya dulu kalau mau minum obat kaya gitu.

__ADS_1


__ADS_2