Sistem Pemindai

Sistem Pemindai
Satu Kesempatan Gacha Skill Tingkat Tinggi


__ADS_3

8 Agustus 2030.


Entah apa yang sedang terjadi hari ini, tapi sekarang langit sedang menangis dan mengeluarkan banyak air mata yang membuat bumi tepatnya di Jakarta Selatan terkena air mata dari sang langit.


Di Setu Babakan, yang seharunya sedang melakukan syuting beberapa adegan luar ruangan harus tertunda karena hujan cukup deras dan tidak tahu kapan berhentinya.


Mereka memang bersyukur karena hujan turun yang membuat suhu. udara turun karena kemarin sangat panas. Tapi mereka juga kesal karena itu artinya pekerjaan mereka harus tertunda selama beberapa jam atau bahkan satu hari.


"Sistem, gunakan kesempatan gacha skill tingkat tinggi," kata Azam kepada Sistem di dalam hatinya. Dia sedang duduk di dalam tenda.


[Tentu.] Sistem merespon. Kemudian, layar hologram muncul di depan mata Azam dengan menampilkan mesin gacha yang lebih besar dan lebih mewah daripada gacha yang sebelumnya.


"Gila, jadi ini adalah gacha skill tingkat tinggi," batin Azam dengan perasaan kagum saat melihat mesin gacha yang belum pernah liat.


Saat mesin itu berputar atas keinginan Azam, putarannya juga terlihat sangat mewah sampai menampilkan lampu warna-warni yang membuat Azam sekali lagi harus kagum.


[Selamat, Host mendapatkan skill manajemen bisnis seorang legenda (100 tahun)]


Azam berdiri secara tiba-tiba, dia membelalakkan matanya dan membuka mulutnya lebar-lebar karena terkejut dengan apa yang dia dapatkan dalam gacha skill tingkat tinggi kali ini.


Manajemen bisnis itu merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya dan aktivitas dalam suatu organisasi atau perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.


Ini melibatkan berbagai aspek, termasuk manajemen sumber daya manusia, keuangan, pemasaran, dan operasional. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan profitabilitas perusahaan.


Manajemen bisnis juga melibatkan pengambilan keputusan, perencanaan strategis, pemantauan kinerja, dan adaptasi terhadap perubahan dalam lingkungan bisnis.


"Ini merupakan elemen kunci dalam kesuksesan dan kelangsungan hidup sebuah perusahaan," pikir Azam sambil menenangkan dirinya.


"Azam, kamu kenapa?" Sandra bertanya kepada Azam dengan nada curiga karena Azam tiba-tiba bersikap aneh padahal tidak terjadi apa-apa.


"Tidak ada. Hanya saja terjadi sesuatu yang menyenangkan." Azam duduk dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu dia tersenyum cerah dan saking cerahnya sampai membuat Sandra tertegun.

__ADS_1


"Apa yang aku pikirkan!?" Sandra menggeleng-gelengkan kepalanya dan segera membuang pemikiran yang tidak pantas.


[Host, sekarang Host bisa membangun sebuah perusahaan dengan mudah.] kata Sistem kepada Azam dengan suara bangga.


"Dan kenapa kamu yang bangga?" Azam tersenyum. Kemudian dia segera menerima skill manajemen bisnis dengan pengalaman 100 tahun.


"Ugh!" Azam memejamkan matanya dan berusaha untuk tidak berteriak karena informasi yang masuk ke dalam otaknya sangat banyak sehingga menyebabkan rasa sakit yang parah.


Setelah beberapa saat, Azam membuka matanya. Kali ini, pandangan Azam terlihat lebih dewasa dan tanpa dia sadari, kalau wibawa tubuhnya semakin kuat.


[Selamat. Sekarang Host punya kemampuan untuk memimpin sebuah perusahaan diambang kebangkrutan menjadi perusahaan multinasional.]


"Hehe, terima kasih." Azam tersenyum dan berterima kasih kepada Sistem di dalam hatinya.


Beberapa saat kemudian, Azam menolehkan pandangannya ke arah Sandra yang sedang duduk di sebelahnya dan berkata, "Kenapa? Apa ada sesuatu di wajahku?"


Azam bertanya seperti itu kepada Sandra karena dia merasa kalau dari tadi Sandra menatap dirinya yang membuat Azam bingung dan berpikir kalau ada sesuatu di wajahnya.


Alasan Sandra mengajukan pertanyaan seperti itu kepada Azam adalah karena dia merasa ada yang berubah dari Azam dan berpikir kalau sepertinya Azam terlihat lebih keren atau semacamnya.


"Tidak? Aku tidak merasakan apapun." Azam menggeleng-gelengkan kepalanya. Itu wajar karena wibawa memang tidak bisa dirasakan oleh diri sendiri.


Sandra menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya dan mengesampingkan kebingunganku. Lalu pada saat ini, Vanessa masuk ke dalam tenda dan langsung duduk di kursi.


"Vanessa, kenapa kamu datang? Ada sesuatu?" tanya Azam kepada Vanessa dengan suara sedikit terkejut karena Vanessa datang secara tiba-tiba.


"Tidak ada, hanya bosan." Vanessa meletakkan kepalanya di atas meja dan berkata dengan nada malas sambil menghela napas panjang.


"Biar kutebak. Kamu pasti sedang tidak ada ide kan?" Sandra tersenyum dan berkata kepada Vanessa.


"Seratus persen untukmu tapi sayang sekali tidak ada hadiah." Vanessa berkata dengan suara yang tidak bersemangat yang menandakan kalau tebakan Sandra benar.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, kenapa tidak aku ceritakan saja?" Azam berdehem sejenak untuk menarik perhatian Sandra dan Vanessa.


Lalu dengan tatapan penasaran dari Sandra dan Vanessa, Azam mulai menjelaskan masalah tenang Gian dan Monica dari awal sampai akhir tanpa ada yang dia sembunyikan karena itu tidak perlu.


Sandra dan Vanessa sangat terkejut dengan penjelasan dari Azam yang ternyata Gian tidak melakukan sebuah skandal. Tapi meskipun begitu, harus diakui kalau tindakan Gian memang sedikit ceroboh.


Pada saat ini, ada keributan yang terjadi di luar tenda. Mereka bertiga keluar dari tenda karena penasaran dan kebetulan sekali kalau yang mereka lihat adalah Gian yang sedang merangkul bahu Monica.


...----------------...


"Gian! Apa yang kamu pikirkan!?" Candra mengguncang tubuh Gian dan bertanya dengan suara keras karena dia sudah tahu cerita antara Gian dengan Monica.


"Mas Candra. Daripada terjadi hal yang kurang mengenakan, aku pikir lebih baik untuk mempublikasikannya," kata Gian sambil tersenyum.


Candra membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu, tapi pada akhirnya dia tidak jadi mengatakan apa-apa. Karena Candra percaya kalau Gian pasti punya alasan yang logis dan dia bisa bertanya nanti.


Karena sekarang sudah ada banyak orang yang mendekati mereka karena melihat kalau Gian sedang merangkul seorang wanita yang belum pernah terlihat.


Orang-orang, mau itu teman Gian atau anggota kru syuting mengajukan banyak pertanyaan kepada Gian dan Gian menjawab semuanya dengan sabar sambil tersenyum.


Lalu pada saat ini, Gian melihat kalau Azam keluar dari tenda. Dia menatap Azam sebentar, kemudian dia tersenyum lebar sambil memamerkan giginya dan mengacungkan jempolnya kepada Azam.


...----------------...


Azam tersenyum, dia berkata, "Sepertinya Gian sudah bertekad. Tapi yah, ini lebih baik daripada disembunyikan karena kariernya akan terancam."


"Apa yang kamu katakan sehingga membuat Gian melakukan ini?" tanya Vanessa dengan penasaran karena Azam tidak memberitahu perbincangannya dengan Gian.


"Hm? Ini obrolan antar pria." Azam tersenyum dan tidak memberitahu Vanessa yang membuat Vanessa menggembungkan pipinya karena kesal.


Sandra hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat interaksi antara Azam dengan Vanessa. Dia tidak menyangka kalau Vanessa akan bersikap seperti itu di depan Azam.

__ADS_1


Karena yang Sandra tahu, Vanessa adalah orang yang acuh tak acuh dan biasanya akan menanggapi seseorang yang tidak dekat hanya dengan beberapa kata saja kecuali saat ada acara penting.


__ADS_2