
Azam pergi ke toko es krim di dekat sana, suhu udaranya sangat panas sehingga banyak orang yang meneduh di dalam kafe ataupun restoran.
Dan tidak banyak orang yang berjalan kaki di trotoar, kebanyakan dari mereka menggunakan mobil atau motor, itupun mengenakan jaket lengan panjang.
"Indonesia itu unik, udara panas tapi pakai lengan panjang. Di negara lain, mereka malah pakai pakaian yang minim. Yah, itu mungkin karena mereka pakai sun screen sedangkan di sini jarang," batin Azam sambil melihat keluar toko.
Tapi pada saat ini Azam menerima telepon dari Sandra. Dia menekan tombol jawab dan berkata, "Halo Bu Sandra, ada apa ya?"
"Azam, kamu sudah selesai dengan tugasmu?" tanya Sandra kepada Azam.
"Tugas? Ah, ya, baru saja. Apa ada sesuatu?" tanya Azam dengan penasaran.
"Ohh, kebetulan sekali. Maaf kalau merepotkan tapi bisakah kamu ke Setu Babakan?" kata Sandra yang membuat Azam penasaran.
"Setu Babakan ya, oke, aku meluncur sekarang." Azam mengangguk. Dia tidak bertanya mengapa Sandra memintanya ke sana karena dia pasti akan tahu setelah sampai di Setu Babakan.
Jadi Azam segera menghabiskan es krimnya. Dia keluar dari toko, menyalakan mesin motor, dan segera pergi ke Setu Babakan yang berjarak 30 menit dari lokasinya, ini menurut maps.
Setu Babakan adalah salah satu tempat yang dikhususkan menjadi ruang reka cipta sebagai dapurnya Budaya Betawi. Pengunjung dapat melihat dan berinteraksi dengan Kebudayaan Betawi baik fisik maupun non fisik.
Setelah azam sampai di sana, dia melihat kalau ada kerumunan di dekat danau. Tapi Azam tidak terlalu peduli dan segera menelepon Sandra kalau dia sudah sampai di Setu Babakan.
"Oh, kamu sudah sampai? Pasti kami bisa melihat ada kerumunan orang di dekat danau, aku di sana, pergilah ke sini," kata Sandra kepada Azam.
"Oke." Azam mengangguk. Dia menyimpan ponselnya kembali, lalu berjalan ke arah kerumunan orang. Azam dengan mudah melewati mereka dengan mengandalkan fisiknya yang kuat.
Setelah berhasil melewati kerumunan, Azam melihat kalau di sana ada orang-orang dengan pakaian yang sama dan ada banyak peralatan kamera, lampu, microphone, dan lain sebagainya.
"Sepertinya mereka adalah kru syuting?" pikir Azam pada pandangan pertama.
__ADS_1
"Siapa kamu!?" Pada saat ini, ada seorang anggota kru yang melihat Azam berdiri dengan diam. Dia segera menghampiri Azam dan menegurnya.
"Halo, aku di sini karena undangan dari Bu Sandra," kata Azam dengan nada dan senyuman yang sopan.
"Oh, Bu Sandra? Kamu bisa masuk ke tenda terbesar." Anggota kru mengubah wajahnya menjadi baik, lalu dia menunjuk ke arah sebuah tenda yang cukup besar.
"Oke, teima kasih Pak." Azam tersenyum dan mengangguk, lalu dia berjalan menuju arah tenda terbesar.
"Bu Sandra, ini Azam, aku masuk ya!" teriak Azam, lalu dia masuk ke dalam tenda.
"Tunggu sebentar!!!" Sandra berteriak dengan keras sampai telinga Azam sakit. Tapi sudah terlanjur, Azam masuk ke dalam tenda dan melihat kalau Sandra sedang mengganti kaosnya.
"Oh, besar," kata Azam dengan mulut menganga. Tapi kemudian kepala Azam sakit karena terkena lemparan sesuatu dari Sandra.
"Berbalik!" teriak Sandra kepada Azam.
"Ah, ya!" Azam mengusap kepalanya yang sakit, lalu dia berbalik.
Sandra berusia 30 tahun dan dia belum menikah. Itulah mengapa reaksinya terlihat berlebihan seperti seorang gadis, karena dia memang tidak pernah berhubungan dengan pria karena sibuk bekerja.
Setelah beberapa saat, Sandra memperbolehkan Azam berbalik lagi. Setelah itu dia meminta Azam untuk duduk dan tidak membahas apa yang baru saja terjadi meskipun wajahnya masih memerah.
Azam juga tutup mulut karena tahu perbuatannya memalukan, jadi dia berpura-pura serius sambil menunggu Sandra berbicara karena katanya Sanda ingin mengatakan sesuatu.
"Kamu pasti sudah melihatnya, kalau di sini adalah lokasi syuting. Artis-artis di sini menggunakan make up dari Kosmetik Yanna, itulah kenapa aku ada di sini," kata Sandra kepada Azam.
"Ah, jadi Kosmetik Yanna adalah sponsornya." Azam mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Tapi bukan itu yang mau aku bicarakan. Aku mau bicara kalau tugas yang aku kasih tidak jadi, karena aku sudah menemukan modelnya," kata Sandra.
__ADS_1
"Apa!? Kalau begitu, uang donasinya bakal ibu tarik!?" Azam berdiri secara tiba-tiba, lalu dia bertanya dengan suara keras.
"Santai dulu dong. Aku tidak akan menariknya, karena aku punya tugas baru untukmu!" Sandra memutar matanya dan berkata kepada Azam.
Azam menghela napas lega, dia duduk kembali dan berkata, "Untung saja. Lalu, tugas baru apa yang ingin Ibu berikan?"
"Mulai hari ini sampai tujuh hari kemudian, tepatnya Selasa depan, kamu harus di sini sebagai pemantau dan penjaga," kata Sandra yang kemudian menjelaskan tugas untuk Azam.
Sandra sudah tahu dari Deva kalau Azam memiliki kemampuan yang sangat baik dalam hal pencarian. Jadi dia memberi tugas untuk Azam sebagai pemantau sekaligus penjaga.
Tugas Azam sangat sederhana, yaitu untuk memantau apakah ada orang yang mencurigakan di sekitar sini dan berjaga jika ada sesuatu yang tidak terduga terjadi.
Kru syuting yang ada di sini sekarang sedang melakukan perekaman untuk sebuah film layar lebar dan akan melakukan syuting di Setu Babakan selama satu minggu, jika ada situasi khusus mungkin bisa lebih.
Film ini merupakan adaptasi dari novel yang diperankan oleh banyak artis terkenal mau itu yang tua atau yang muda. Sandra sangat mementingkan syuting film ini sehingga dia sedikit khawatir.
Alasannya adalah kru syuting tidak bisa menyewa Setu Babakan secara penuh. Jadi masih ada banyak pengunjung yang bisa melihat proses berlangsungnya syuting secara bebas asalkan tidak melebihi batas jarak.
Hal ini membuat Sandra khawatir kalau ada fans atau orang mencurigakan yang bertindak berlebihan dan takutnya akan melukai anggota kru syuting atau bahkan artis yang sedang syuting.
"Oh, ini jauh lebih mudah. Serahkan saja padaku, aku yakin bisa melakukan pekerjaan ini dengan sangat baik." Azam menyeringai yang menunjukkan betapa percaya dirinya dia.
Sandra tersenyum puas, lalu dia berkata, "Bagus, aku suka sifatmu! Kalau begitu kamu bisa datang di sini jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Apa ada yang perlu ditanyakan lagi?"
Azam mengangkat tangannya dan berkata, "Ada dua! Pertama, aku masih kuliah, bagaimana dengan kuliahku jika aku harus ada di sini selama 7 hari? Kedua, apakah aku akan mendapat izin untuk bebas keluar masuk area syuting?"
"Pertanyaan pertama, aku akan berbicara dengan dosenmu dan akan mengirim tutor yang lebih baik untuk menggantikan pelajaran yang kamu lewati karena tugas ini," kata Sandra.
Setelah jeda, dia melanjutkan, "Pertanyaan kedua, selain sponsor, aku juga merupakan investor atas nama Sandra Yanna, bukan Kosmetik Yanna. Jadi aku bisa menggunakan otoritasku untuk hal itu."
__ADS_1
"Oke sip!" Azam mengacungkan jempolnya ke arah Sandra karena Sandra benar-benar hebat.