Sistem Pemindai

Sistem Pemindai
Gacha dan Dapat Pekerjaan Penyelidikan (Revisi)


__ADS_3

Azam memutuskan untuk bolos kelas setelah dia memberikan buku ekonomi milik Hana yang hilang. Dia saat ini sedang berada di jalan sambil melihat-lihat sekitar karena bosan.


"Ngomong-ngomong, sudah seminggu. Sistem, aku mau melakukan gacha!" teriak Azam di dalam hatinya kepada Sistem kalau dia mau menggunakan satu kesempatan gacha.


[Tentu.] Sistem segera memunculkan layar hologram futuristik di depan Azam yang hanya bisa dilihat olehnya. Kemudian muncul gambar mesin gacha seperti yang ada di dunia nyata


Seperti sebelumnya, Azam menggunakan pikirannya untuk memutar gacha, mesinnya berputar selama beberapa saat. Kemudian mesinnya berhenti dan mengeluarkan sebuah bola transparan dari dalam mesin.


[Selamat, Host mendapatkan skill detektif (50 tahun).]


Azam melebarkan matanya karena terkejut dengan skill yang keluar. Dia tentu saja tahu apa itu detektif, dia terkejut karena skill yang dia dapatkan juga ada pengalaman selama 50 tahun.


"Seorang detektif dengan 50 tahun pengalaman." Azam mengelus-elus dagunya dan berpikir dengan tertarik dengan kemampuan detektif.


Seorang detektif harus memiliki banyak kemampuan yang terkait dengan bidangnya seperti pemecahan masalah, pengetahuan hukum, analisis, komunikasi, investigasi, dan masih banyak lagi.


Apalagi, skill detektif bisa lebih sempurna berkat skill pengamat karena skill pengamat membuat Azam memiliki kemampuan observasi yang sangat tajam dan akurat.


"Yah, ini gila," kata Azam sambil tersenyum bahagia.


Saat Azam sedang bahagia karena skill yang dia dapatkan dari gacha sistem, ponselnya berdering. Dia memeriksanya dan melihat kalau pesan yang dia tulis dibalas oleh seseorang.


"Oh? Wvoice ku dibalas?" Azam segera membuka aplikasi Wvoice dan melihat balasan dari pesan yang dia unggah sebelumnya.


Anonim00: Halo Azam, apa pesan yang kamu tulis di Wvoice ini benar? Kalau iya, tolong hubungi nomorku ini. Aku butuh orang yang bisa melakukan pencarian.


Anonim00 adalah nama akun yang membalas pesan yang Azam unggah. Di sana juga ada nomor ponsel yang tertera, dan karena penasaran, Azam segera menghubungi nomor ponsel tersebut.


"Halo? Ini Anonim00? Aku Azam." Azam langsung memperkenalkan dirinya setelah panggilan telepon tersambung.


"Azam, kan? Halo, aku Hendri. Apa kamu ada waktu luang sekarang? Aku butuh bantuanmu." Terdengar suara pria paruh baya dari balik telepon yang memperkenalkan dirinya dengan nama Hendri.


"Hm, oke. Tolong katakan lokasinya." Azam berpikir sejenak sebelum mengangguk. Dia juga tidak ada kegiatan sehingga langsung ke lokasi saja.

__ADS_1


"Terima kasih." Hendri segera memberitahu lokasinya kepada Azam yang ternyata cukup jauh dari warung makan tempat Azam berada. Jadi Azam harus menggunakan ojek online untuk ke sana.


Alasannya adalah karena dia tidak ingin menjadi pusat perhatian kalau dia memakai mobil Ferrari milik Vanessa. Jadi dia memutuskan untuk memakai ojek online saja.


Lokasi yang dikirimkan oleh Hendri ada di Jakarta Timur. Setelah sampai, Azam melihat kalah di sana adalah tempat yang cukup ramai namun suasananya cukup mencekam.


Dan yang membuat Azam mengerutkan keningnya dalam-dalam adalah saat dia melihat ada beberapa petugas polisi di sana dengan mobilnya yang diparkir di dekat mereka.


"Polisi? Ini tempat yang benar, tapi kenapa ada polisi di sini?" Azam mengerutkan keningnya karena tidak tahu apa yang sedang terjadi.


"Azam?" Nama Azam dipanggil oleh seorang pria paruh baya berjanggut. Pria itu memakai setelan jas yang terlihat sederhana namun Azam tahu kalau itu adalah setelan berkualitas tinggi.


"Pak Hendri?" tanya Azam karena dia berpikir kalau suaranya sangat mirip dengan orang yang di telepon tadi.


"Ya, benar. Kamu tidak salah tempat, memang ada polisi di sini." Hendri mengangguk dan menjelaskan situasinya kepada Azam yang masih bingung.


Hendri merupakan pemilik toko perhiasan di Jakarta yang cukup terkenal katanya, kejadiannya saat tiga hari yang lalu, saat pekerja tokonya sedang mengantarkan perhiasan dengan mobil.


Namun, yang menjadi permasalahan adalah saat perhiasan itu dikirim ke pembeli. Kiriman yang seharusnya ada tiga macam kalung hanya tersisa satu.


Toko perhiasan Hendri segera mengganti rugi kepada pembeli, tapi bagi mereka uang bukanlah masalah, yang menjadi kekhawatiran adalah reputasi toko.


"Jadi begitu, sekarang polisi dikerahkan untuk membantu mencari perhiasan yang hilang. Karena itu menghilang tanpa jejak ya." Azam mengangguk paham dengan situasi yang terjadi.


"Ya, aneh sekali kalau kalung zamrud tiba-tiba menghilang. Aku menduga kalau ini ada kaitannya dengan pekerja yang mengantarnya," angguk Hendri dengan serius.


"Siapapun pasti akan berpikir seperti itu, tapi jika memang benar, masalah ini sudah selesai dari awal, kan?" Azam tersenyum karena tahu kalau situasi ini tidak sederhana.


"Ya, inilah masalahnya. Pekerja itu sudah diinterogasi dan tidak ditemukan kecurigaan darinya." Hendri mengangguk dan menghela napas panjang.


"Jadi, apa tugas untukku?" tanya Azam. Dia bertanya tentang tugas apa yang harus dia kerjakan karena Hendri belum mengatakannya.


"Ada tiga tugas, tapi tidak perlu dikerjakan semuanya. Pertama temukan kalung zamrud nya. Kedua temukan pelakunya. Ketiga temukan petunjuk." Hendri mengulurkan tiga jari dan berkata kepada Azam.

__ADS_1


"Batas waktu?" tanya Azam setelah mengangguk paham dengan tugasnya.


"Estimasinya adalah satu minggu, tapi diusahakan secepatnya," kata Hendri dengan serius.


"Diterima." Azam mengangguk. Setelah itu, Hendri pergi karena dia masih memiliki urusan dengan para polisi terkait masalah yang terjadi.


"Kebetulan sekali aku dapat skill detektif, haruskah kita coba?" Azam menyeringai, kemudian dia segera menggunakan skill detektif untuk memeriksa sekitar.


Lalu seketika saja ada banyak informasi yang bisa dipahami oleh Azam. Mulai dari rekam jejak kecelakaan mobil, dampak yang terjadi, waktu terjadi kecelakaan, dan masih banyak lagi informasi yang masuk ke kepala Azam.


"Hm, seperti ini cara kerjanya. Tapi, ada polisi yang sudah menyelidiki tempat ini. Lebih baik aku meminta informasi kepada mereka dan melakukan penyelidikan setelah melihat informasinya," batin Azam.


Setelah berpikir seperti itu, Azam berbaik dan berjalan ke arah petugas polisi yang sedang berbicara. Salah satu petugas polisi juga menyadari kedatangan Azam.


"Siapa kamu?" Salah satu petugas polisi bertanya kepada Azam dengan curiga karena area di sekitar sana tidak boleh dimasuki oleh orang yang tidak berhubungan.


"Azam, orang yang disewa oleh Pak Hendri." Azam mengangkat kedua tangannya dan memperkenalkan dirinya kepada petugas polisi.


"Ah, jadi kamu disewa oleh Pak Hendri. Jadi, ada perlu apa?" tanya petugas polisi tersebut yang telah menghilangkan kecurigaannya karena Azam adalah orang yang disewa oleh Hendri.


"Aku ingin meminta beberapa informasi tentang kejadian ini, kalau diperbolehkan." Azam mengatakan niatnya kepada petugas polisi.


"Oh, boleh. Ambil ini, semua informasi ada di dalam dokumen ini." Petugas polisi itu mengambil dokumen dari mobil polisi di dekatnya dan memberikannya kepada Azam.


"Ah, terima kasih banyak, Pak!" Azam membungkukkan badannya sedikit sebagai tanda terima kasih kepada petugas polisi.


"Ya, sama-sama." Petugas polisi mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya. Azam juga tidak mengganggu mereka dan segera duduk di tempat lain sambil membaca informasi yang diberikan.


Setelah beberapa menit membaca dokumen tersebut, Azam menghembuskan napas panjang karena tidak banyak informasi yang berguna di dalam sana. Hanya informasi terkait kejadian ini, bukan sebuah petunjuk yang berguna.


"Pantas saja mereka tidak bisa menemukan kalung atau pelakunya meskipun sudah tiga hari, ternyata memang tidak ada petunjuk yang pasti," pikir Azam sambil menghela napas panjang.


Di dalam dokumen itu ada data diri pekerja yang mengantarkan perhiasan ke rumah pembeli. Azam segera memesan ojek online lagi dan pergi ke rumah pekerja yang bernama Andi.

__ADS_1


__ADS_2